7 Usaha Sampingan Modal Kecil yang Mudah Dijalankan

usaha sampingan modal kecil

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, banyak orang mulai mencari usaha sampingan modal kecil sebagai solusi untuk menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.

Karyawan, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga kini memanfaatkan waktu luang untuk menjalankan usaha yang fleksibel dan bisa dimulai dari rumah.

Didukung perkembangan teknologi digital dan perubahan pola belanja masyarakat, usaha sampingan dengan modal terbatas tidak lagi sulit dijalankan.

Dengan memilih jenis usaha yang tepat, usaha sampingan modal kecil dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.

Usaha Sampingan Modal Kecil

Usaha sampingan modal kecil semakin diminati seiring meningkatnya kebutuhan finansial dan berkembangnya ekonomi digital. Banyak orang kini mencari cara menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, lebih dari 60% pelaku UMKM di Indonesia memulai usaha dengan modal terbatas dan skala kecil.

Dengan pemilihan jenis usaha yang tepat, modal minim tetap dapat menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan. Berikut 7 usaha sampingan modal kecil yang relatif mudah dijalankan dan memiliki peluang pasar yang luas.

1. Reseller Produk Tanpa Stok Barang

    Reseller menjadi usaha sampingan modal kecil yang paling populer karena tidak memerlukan produksi maupun stok barang. Pelaku usaha hanya perlu memasarkan produk milik supplier melalui media sosial atau marketplace.

    Sistem reseller banyak digunakan pada produk fashion, skincare, makanan ringan, dan produk digital. Menurut laporan Google–Temasek, pertumbuhan e-commerce mendorong meningkatnya model bisnis berbasis reseller dan dropship di Indonesia karena fleksibel dan minim risiko.

    Baca Juga: 10 Keuntungan Menjadi Reseller untuk Mahasiswa

    double mate promo

    2. Jasa Penulisan dan Konten Digital

      Jasa menulis artikel, caption media sosial, hingga copywriting dapat dimulai tanpa modal besar, hanya bermodalkan keterampilan dan koneksi internet. Permintaan konten digital terus meningkat seiring berkembangnya bisnis online dan media digital.

      Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor informasi dan komunikasi menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

      3. Usaha Kuliner Rumahan Skala Kecil

        Usaha kuliner rumahan seperti camilan, makanan beku, atau minuman kekinian tetap memiliki pasar yang luas. Modal dapat disesuaikan dengan skala produksi kecil terlebih dahulu. Tren pesan antar makanan melalui aplikasi turut memperluas peluang usaha kuliner rumahan dengan jangkauan konsumen yang lebih besar.

        4. Jasa Desain Grafis dan Editing

          Bagi yang memiliki kemampuan desain, jasa pembuatan logo, poster, atau konten visual dapat menjadi usaha sampingan yang menjanjikan. Kebutuhan visual branding meningkat seiring pertumbuhan UMKM dan bisnis digital. Usaha ini tidak memerlukan modal fisik, hanya perangkat kerja dan keterampilan.

          5. Affiliate Marketing

            Affiliate marketing memungkinkan seseorang mendapatkan komisi dari promosi produk melalui tautan afiliasi. Modal yang dibutuhkan relatif kecil, bahkan nyaris tanpa biaya.

            Menurut laporan Statista, model pemasaran afiliasi menjadi salah satu strategi digital marketing yang terus tumbuh karena berbasis kinerja dan hasil.

            6. Jasa Les Privat atau Kelas Online

              Jasa mengajar secara privat atau daring menjadi usaha sampingan yang fleksibel, terutama bagi yang memiliki keahlian akademik atau keterampilan tertentu.

              Platform digital memudahkan proses promosi dan pembelajaran tanpa biaya sewa tempat. Tren pembelajaran online terus meningkat sejak pandemi dan masih bertahan hingga kini.

              7. Thrift Shop atau Jual Barang Preloved

                Usaha menjual barang preloved atau thrift shop dapat dimulai dari barang pribadi yang sudah tidak terpakai. Selain modal kecil, usaha ini juga sejalan dengan tren gaya hidup berkelanjutan. Minat terhadap produk second-hand meningkat karena faktor harga dan kesadaran lingkungan.

                Usaha sampingan modal kecil tidak selalu membutuhkan strategi rumit. Dengan konsistensi, pemanfaatan teknologi digital, dan pemilihan jenis usaha yang sesuai minat serta kemampuan, usaha kecil dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.

                Baca Juga: 15 Pertanyaan Tentang Bisnis, Ketahui Sebelum Memulai Usaha

                Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing

                Memulai usaha dengan modal kecil tidak selalu berarti harus bersaing ketat di pasar yang padat. Ada banyak contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaing namun tetap memiliki pasar yang tumbuh karena tren konsumen yang berubah.

                Bagi calon pelaku usaha, memilih model usaha yang unik dan belum banyak pesaing memberikan peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang. Berikut tujuh peluang usaha tersebut.

                1. Reseller Buku dengan Segmentasi Pembaca Spesifik

                  Reseller buku menjadi contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaing jika fokus pada segmentasi pembaca yang spesifik.

                  Alih-alih menjual buku secara umum, reseller dapat menargetkan niche seperti buku pengembangan diri, islami, parenting, literasi anak, atau buku reflektif dan motivasi.

                  Pendekatan ini membuat persaingan lebih longgar karena pasar yang dibidik lebih terarah dan sesuai kebutuhan pembaca.

                  Model usaha reseller buku dapat dijalankan dengan modal minim melalui sistem pre-order atau dropship langsung dari penerbit maupun penulis. Data Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) menunjukkan bahwa penjualan buku berbasis komunitas dan rekomendasi personal terus meningkat, terutama melalui media sosial. Peluang ini dapat dimaksimalkan dengan membangun kepercayaan lewat ulasan jujur dan edukasi isi buku kepada calon pembeli.

                  2. Usaha Jasa Label Custom untuk Produk UMKM

                    UMKM sering mencari solusi label custom untuk produknya. Menawarkan jasa pembuatan label, kemasan, atau stiker dengan desain kreatif adalah peluang usaha modal kecil yang belum banyak pesaingnya. Bisnis ini dapat dimulai dari rumah dengan perangkat desain sederhana dan printer berkualitas.

                    Kebutuhan akan identitas visual semakin meningkat seiring bertumbuhnya UMKM, sehingga peluang ini masih terbuka lebar.

                    3. Pembuatan Paket Gift Ramadhan atau Musiman

                      Usaha paket hadiah bertema tertentu, seperti Ramadhan, ulang tahun, atau hari besar lainnya, relatif masih sedikit pesaing khususnya jika dikemas dengan ide unik dan personal. Paket ini bisa berisi camilan lokal, minuman khas, atau produk kreatif lainnya sesuai tren konsumen.

                      Tren hadiah personal dan kreatif terus meningkat karena konsumen mencari pengalaman yang lebih bermakna dalam memberi.

                      4. Jasa Pembuatan Konten AR (Augmented Reality) Sederhana

                        Teknologi AR kini tidak hanya untuk perusahaan besar. Pembuatan konten AR sederhana untuk brand kecil atau kampanye event lokal menjadi peluang usaha baru yang belum banyak pesaing. Permintaan konten inovatif ini meningkat seiring bisnis mencari cara menarik konsumen melalui digital experience.

                        Dengan modal belajar software AR ringan dan portofolio karya awal, peluang ini bisa menjadi usaha modal kecil yang potensial.

                        Baca Juga: 7 Tips Sukses Menjadi Reseller untuk Kamu yang Baru Mulai

                        5. Konsultan Mikro Digital untuk Usaha Lokal

                          Banyak bisnis lokal yang belum memanfaatkan digital marketing secara maksimal karena keterbatasan sumber daya. Menjadi konsultan mikro digital—misalnya membantu pemasaran lewat media sosial, optimasi profil Google Bisnisku, atau strategi konten—adalah peluang usaha modal kecil dengan pangsa pasar luas dan persaingan yang belum terlalu padat.

                          6. Jasa Perawatan Tanaman Hias

                            Tren tanaman hias di kalangan milenial terus meningkat. Banyak pencinta tanaman yang membutuhkan jasa perawatan, penataan, atau konsultasi perawatan tanaman. Usaha ini dapat dimulai tanpa modal besar, hanya membutuhkan pengetahuan merawat tanaman serta peralatan sederhana.

                            7. Pembuatan Produk Eco-Friendly DIY

                              Produk DIY (Do It Yourself) yang ramah lingkungan, seperti sabun organik, lilin aromaterapi, atau tas kain dekoratif, menjadi contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaingnya di pasar lokal.

                              Konsumen semakin mencari produk yang berkelanjutan dan personal. Trend global terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat, memberikan peluang kuat bagi pelaku usaha yang kreatif dalam kategori ini.

                              Memilih usaha modal kecil yang belum banyak pesaing membantu kamu memasuki pasar dengan peluang lebih besar untuk berkembang.

                              Dari reseller produk niche hingga jasa AR sederhana, ide-ide di atas dapat dimulai dengan modal yang terjangkau namun tetap memiliki market potensial.

                              Kunci keberhasilan adalah fokus pada segmen yang spesifik, konsisten dalam kualitas, dan mampu mengemas produk atau jasa dengan cara yang menarik serta relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.

                              Salah satu peluang usaha sampingan modal kecil yang patut dipertimbangkan adalah menjadi reseller buku. Bukunesia Store menyediakan Program Reseller dengan pilihan genre buku yang beragam serta bimbingan pemasaran digital.

                              Jika kamu tertarik, peluang ini bisa menjadi langkah awal membangun penghasilan tambahan secara fleksibel.

                              Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai referensi awal bagi kamu yang ingin memulai usaha sampingan modal kecil untuk menambah penghasilan secara bertahap.

                              Referensi

                              Google, Temasek & Bain & Company. e-Conomy SEA Report (Pertumbuhan E-commerce di Indonesia).
                              Badan Pusat Statistik (BPS). Profil UMKM Indonesia.
                              American Marketing Association. Tren Konsumen Digital 2024.
                              Clear, James. Atomic Habits. New York: Avery, 2018.
                              American Psychological Association (APA). Consumer Behavior & Niche Market Studies.

                              Artikel Terbaru