Cara mengatur uang dengan baik sering terdengar sederhana di awal bulan, tetapi sulit dipertahankan hingga akhir bulan. Banyak orang merasa penghasilannya selalu habis tanpa benar-benar memahami ke mana alur pengeluaran berjalan.
Padahal, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rendahnya perencanaan keuangan pribadi menjadi salah satu penyebab utama masalah finansial. Tanpa strategi yang jelas, pengeluaran cenderung mengikuti gaya hidup, bukan kebutuhan.
Karena itu, kamu perlu menerapkan cara mengatur uang bulanan yang realistis, disiplin, dan selaras dengan kondisi keuanganmu agar keuangan tetap terkendali.
Table of Contents
ToggleCara Mengatur Uang Bulanan
Pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengatur uang bulanan agar tidak mudah menguap begitu saja? Berikut beberapa yang bisa kamu praktekkan.
1. Menyusun Anggaran Bulanan Berdasarkan Prioritas
Cara mengatur uang bulanan yang paling dasar adalah menyusun anggaran berdasarkan skala prioritas. Kamu perlu memisahkan kebutuhan wajib seperti makan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan rutin dari kebutuhan sekunder seperti hiburan dan belanja non-esensial.
Data BPS menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran rumah tangga di Indonesia masih didominasi kebutuhan konsumsi, sehingga pengelolaan anggaran menjadi kunci stabilitas keuangan.
Gunakan metode sederhana seperti pembagian persentase atau pencatatan manual agar mudah diterapkan. Anggaran yang baik bukan yang terlalu ketat, tetapi yang realistis dan sesuai dengan kemampuan penghasilan.
Dengan anggaran yang jelas, kamu memiliki kontrol penuh atas arus uang dan dapat menghindari pengeluaran impulsif.
2. Menerapkan Aturan Alokasi Keuangan yang Seimbang
Agar pengelolaan uang bulanan lebih terstruktur, kamu bisa menerapkan aturan alokasi keuangan, seperti konsep 50-30-20.
Prinsip ini membagi penghasilan menjadi 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi. OJK merekomendasikan alokasi tabungan minimal 10–20% agar keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.
Namun, aturan ini tidak bersifat kaku. Jika penghasilan kamu terbatas, fokus utama adalah memastikan kebutuhan terpenuhi dan tetap menyisihkan dana meski kecil. Konsistensi jauh lebih penting daripada nominal besar.
Alokasi yang seimbang membantu kamu menikmati hidup tanpa mengorbankan keamanan finansial masa depan.
3. Mencatat dan Mengevaluasi Pengeluaran Secara Rutin
Banyak orang merasa sudah mengatur uang, tetapi tidak pernah mencatat pengeluaran secara detail. Padahal, pencatatan adalah alat evaluasi paling efektif. Dengan mencatat pengeluaran harian, kamu bisa mengetahui pola belanja dan menemukan pos pengeluaran yang sebenarnya bisa ditekan.
Menurut Kementerian Keuangan, kebiasaan mencatat pengeluaran terbukti meningkatkan kesadaran finansial dan mengurangi pemborosan. Kamu bisa menggunakan buku catatan sederhana atau aplikasi keuangan.
Evaluasi dilakukan di akhir bulan untuk melihat apakah anggaran sudah sesuai atau perlu disesuaikan. Dari sini, kamu belajar mengelola uang secara sadar, bukan reaktif.
4. Menyiapkan Dana Darurat dan Tabungan Sejak Awal Bulan
Kesalahan umum dalam mengatur uang bulanan adalah menabung dari sisa pengeluaran. Cara ini sering gagal karena jarang ada sisa di akhir bulan. Idealnya, tabungan dan dana darurat disisihkan di awal setelah menerima penghasilan.
Dana darurat penting untuk menghadapi kondisi tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.
Bank Indonesia menyarankan dana darurat sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan agar keuangan lebih aman. Dengan memiliki dana cadangan, kamu tidak perlu berhutang saat menghadapi situasi darurat. Kebiasaan ini membuat keuangan lebih stabil dan mengurangi stres akibat masalah uang.
Baca Juga: 15 Pertanyaan Tentang Bisnis, Ketahui Sebelum Memulai Usaha
Cara Mengatur Uang dengan Baik
Mengatur uang dengan baik bukan sekadar soal menabung, tetapi tentang bagaimana kamu mengendalikan penghasilan agar mampu memenuhi kebutuhan hari ini sekaligus aman untuk masa depan.
Banyak orang merasa gaji selalu kurang, padahal masalah utamanya bukan pada jumlah penghasilan, melainkan pada pola pengelolaan uang.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih berada di kisaran menengah, yang membuat banyak keputusan finansial diambil tanpa perencanaan matang.
Agar hal ini tidak terjadi pada kamu, berikut tujuh cara mengatur uang dengan baik yang realistis dan mudah diterapkan.
1. Memahami Kondisi Keuangan Secara Menyeluruh
Langkah awal mengatur uang dengan baik adalah memahami kondisi keuangan secara jujur. Kamu perlu mengetahui total pemasukan, jumlah pengeluaran, serta kewajiban rutin setiap bulan.
Tanpa gambaran ini, pengelolaan keuangan hanya bersifat asumsi. Dengan memahami kondisi riil, kamu bisa menentukan batas pengeluaran yang masuk akal dan menghindari keputusan finansial yang berisiko.
2. Membuat Anggaran Berdasarkan Skala Prioritas
Anggaran menjadi alat utama untuk menjaga keseimbangan keuangan. Bedakan kebutuhan primer seperti makan, tempat tinggal, dan transportasi dengan keinginan sekunder.
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pengeluaran konsumtif sering kali meningkat tanpa disadari, terutama untuk kebutuhan non-esensial. Anggaran membantu kamu tetap fokus pada prioritas dan mencegah uang habis untuk hal yang kurang penting.
3. Menyisihkan Tabungan Sejak Awal
Cara mengatur uang yang efektif adalah menabung di awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Menurut OJK, kebiasaan menyisihkan dana sejak menerima penghasilan terbukti meningkatkan konsistensi menabung.
Meski nominalnya kecil, kebiasaan ini membangun disiplin finansial dan menjadi fondasi keamanan keuangan jangka panjang.
4. Mencatat Setiap Pengeluaran
Pencatatan pengeluaran membantu kamu menyadari ke mana uang benar-benar mengalir. Banyak pengeluaran kecil yang terlihat sepele, tetapi jika dikumpulkan bisa menjadi beban besar.
Kementerian Keuangan menekankan bahwa pencatatan rutin meningkatkan kontrol diri dan mengurangi pemborosan karena setiap transaksi menjadi lebih disadari.
5. Mengendalikan Gaya Hidup
Salah satu tantangan terbesar dalam mengatur uang adalah menahan gaya hidup konsumtif. Kenaikan penghasilan sering diikuti kenaikan pengeluaran.
Padahal, hidup sederhana sesuai kemampuan membuat keuangan lebih stabil. Mengendalikan gaya hidup bukan berarti pelit, tetapi bijak dalam membelanjakan uang sesuai nilai dan tujuan hidup kamu.
Baca Juga: 10 Rahasia Sukses Berbisnis Ala Rasulullah, Cari Tahu Yuk!
6. Menyiapkan Dana Darurat
Dana darurat adalah elemen penting dalam keuangan yang sehat. Bank Indonesia merekomendasikan dana darurat sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan.
Dana ini melindungi kamu dari kondisi tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan, sehingga kamu tidak perlu berutang atau mengorbankan kebutuhan penting lainnya.
7. Melakukan Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Mengatur uang bukan pekerjaan sekali jadi. Kamu perlu mengevaluasi keuangan secara berkala, minimal sebulan sekali.
Evaluasi membantu kamu menilai apakah anggaran sudah efektif atau perlu disesuaikan. Dengan kebiasaan ini, pengelolaan keuangan menjadi proses yang adaptif dan terus berkembang sesuai kondisi hidup kamu.
Jadi, mengatur uang dengan baik adalah keterampilan hidup yang bisa dipelajari siapa saja. Dengan memahami kondisi keuangan, menyusun anggaran, menabung sejak awal, dan melakukan evaluasi rutin, kamu bisa membangun keuangan yang lebih stabil dan terarah.
Tujuh cara mengatur uang dengan baik ini akan membantu kamu mengambil keputusan finansial yang lebih sadar, rasional, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Buku Motivasi Finansial
| ![]() |
|
| Buku Carstenz | Buku Bitcoin itu Halal | Buku Apa Kabar Bank |
Dapatkan Buku Motivasi Finansial DI SINI
Manfaat Membaca Buku Carstenz
Buku Carstenz menghadirkan kisah perjuangan mahasiswa dalam meraih mimpi besar dengan keterbatasan finansial yang nyata.
Melalui perjalanan menuju puncak Cartenz Pyramid, pembaca diajak memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan sekadar soal angka, melainkan tentang prioritas, kerja sama, dan keberanian mengambil keputusan yang bijak di tengah keterbatasan.
Manfaat yang bisa kamu dapatkan:
- Memberikan gambaran nyata pentingnya perencanaan keuangan sejak awal untuk mencapai tujuan besar
- Mengajarkan sikap bijak finansial dalam menghadapi keterbatasan tanpa kehilangan semangat
- Membantu pembaca memahami arti prioritas antara keinginan, kebutuhan, dan impian
- Menumbuhkan mindset kolaborasi dan tanggung jawab dalam mengelola uang bersama
- Memberi inspirasi bahwa keterbatasan finansial bukan akhir, melainkan titik awal untuk strategi yang lebih cerdas
Buku Carstenz menjadi pengingat bahwa puncak tertinggi bukan hanya soal capaian fisik, tetapi keberhasilan mengelola diri, mimpi, dan keuangan dengan cara yang lebih bijak dan terarah.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai panduan praktis cara mengatur uang dengan baik agar keuangan lebih terkontrol, kebutuhan terpenuhi, dan tujuan finansial dapat dicapai secara bertahap.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik pengeluaran dan konsumsi rumah tangga Indonesia. Jakarta: BPS.
Bank Indonesia. (2022). Edukasi pengelolaan keuangan dan dana darurat. Jakarta: Bank Indonesia.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2021). Literasi keuangan masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkeu RI.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi. Jakarta: OJK.







