E-Book Filosofi Laut
Samudra Pasifik, sebuah bentangan biru yang tak pernah tidur dan merupakan rumah sekaligus guru bagi Kakek Arga. Di usianya yang hampir menginjak kepala tujuh, tubuhnya kokoh seperti karang, dengan kulit legam dan mata yang menyimpan cakrawala. Banyak yang bilang, hidupnya telah sepenuhnya diserap oleh laut. Istrinya diambil gelombang, anak semata wayangnya hidup di kota, seakan takut pada garangnya ombak di lautan luas. Namun, baginya, lautan adalah perwujudan takdir—tak terelakkan, kuat, dan selalu mengajarkan.
Suatu hari yang sepi, cucunya, Risa, datang berkunjung. Gadis dua puluhan itu datang dengan segudang ambisi dan sekeranjang kegelisahan. Risa seakan terjun bebas dari kehidupan lamanya dan memilih untuk memaknai sesuatu yang disebut dengan pusat jiwa. Kakek Arga mengatakan sesuatu yang bermakna, tentang laut yang mengajarkan banyak hal soal kehidupan. Tugas mereka hanya satu, mendengarkannya. Begitulah filosofi laut menjadi cerminan kekuatan jiwa.
E-Book Filosofi Laut ini diterbitkan oleh Penerbit Bukunesia




