Setiap orang tentu ingin ibadahnya bernilai di sisi Allah, apalagi jika sudah berusaha bangun malam untuk sholat tahajud.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang rajin beribadah tetapi masih mudah marah, meremehkan orang lain, atau berlaku tidak jujur.
Kondisi seperti ini membuat kita perlu merenung, apakah mungkin seseorang rajin sholat tahajud tapi rugi di mata Allah?
Artikel ini mengajak kamu memahami sisi lain dari ibadah malam, sekaligus mengenali ciri-ciri orang yang tahajudnya benar-benar membawa perubahan dalam sikap dan kehidupan.
Table of Contents
ToggleRajin Sholat Tahajud Tapi Rugi di Mata Allah
Rajin sholat tahajud tapi rugi di mata Allah, ini sangat mungkin terjadi dalam ritual ibadah kita sehari-hari. Siapa sih yang tidak kecewa? Sudah meluangkan waktu, effort tenaga untuk sholat tahajud, namun tidak dicatat amal baik oleh Allah SWT karena ke-AKU-an diri kita.
Sholat tahajud dikenal sebagai ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Dalam berbagai hadis, tahajud disebut sebagai amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, dan menenangkan hati.
Namun, dalam ajaran Islam juga dijelaskan bahwa ibadah yang banyak tidak selalu menjamin seseorang mulia di sisi Allah jika tidak disertai akhlak, keikhlasan, dan perubahan perilaku.
Karena itu, penting memahami bahwa rajin sholat tahajud tapi rugi di mata Allah bisa saja terjadi jika ibadah dilakukan tanpa niat yang benar dan tanpa memperbaiki diri.
Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa tujuan ibadah bukan sekadar gerakan fisik, tetapi perubahan sikap dan karakter.
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45).
Ayat ini menunjukkan bahwa shalat seharusnya berdampak pada perilaku sehari-hari. Jika seseorang rajin tahajud tetapi masih berbuat zalim, menipu, atau menyakiti orang lain, maka ibadah tersebut belum memberi pengaruh yang semestinya.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa amal ibadah tanpa keikhlasan dan tanpa perbaikan hati bisa kehilangan nilainya.
Ibadah yang dilakukan hanya sebagai rutinitas, kebiasaan, atau untuk mendapatkan pujian manusia tidak akan membawa manfaat spiritual yang sebenarnya.
Baca Juga: Rajin Tahajud Tapi Doa Belum Terkabul? Simak Penjelasannya
Ciri Ciri Orang yang Rajin Sholat Tahajud
Sampai di sini, kamu pasti tidak ingin upaya ibadahmu sia-sia bukan? Ironisnya, kita sendiri pun tidak tahu ritual ibadah kita diterima atau tidak, akibat kesulitan melihat isi hati dan keegoan dalam diri sendiri. berikut ciri-ciri orang yang rajin sholat tahajud yang diterima Allah.
1. Memiliki Hati yang Lebih Tenang
Orang yang rajin sholat tahajud biasanya merasakan ketenangan batin yang lebih stabil. Waktu malam yang sunyi memberi ruang untuk berdoa dan refleksi diri tanpa gangguan.
Dalam kajian psikologi agama, praktik spiritual yang dilakukan secara rutin terbukti berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan kecemasan.
Koenig (2012) menyebutkan bahwa aktivitas religius yang konsisten berhubungan dengan kesejahteraan mental yang lebih baik. Karena itu, orang yang terbiasa tahajud cenderung lebih tenang dalam menghadapi masalah.
2. Lebih Disiplin dan Teratur dalam Hidup
Bangun di sepertiga malam membutuhkan komitmen dan pengaturan waktu yang baik. Kebiasaan ini secara tidak langsung melatih kedisiplinan dan kontrol diri.
Penelitian tentang pembentukan kebiasaan oleh Lally (2010) menunjukkan bahwa rutinitas yang dilakukan secara konsisten dapat memperkuat perilaku positif dalam jangka panjang.
Orang yang rajin tahajud biasanya lebih teratur dalam pola tidur, aktivitas, dan manajemen waktu sehari-hari.
3. Lebih Rendah Hati dan Tidak Mudah Sombong
Sholat tahajud dilakukan secara pribadi, tanpa diketahui orang lain. Kondisi ini melatih keikhlasan dan kerendahan hati. Dalam kajian tasawuf, ibadah malam disebut sebagai amalan yang membersihkan hati dari sifat riya dan ujub.
Orang yang rajin tahajud biasanya tidak merasa lebih baik dari orang lain, karena ia menyadari bahwa semua ibadah adalah bentuk kebutuhan kepada Allah, bukan prestasi yang harus dipamerkan.
4. Lebih Peka terhadap Kebaikan dan Penderitaan Orang Lain
Ibadah yang dilakukan secara konsisten dapat mempengaruhi perilaku sosial. Penelitian Saroglou (2011) dalam psikologi agama menunjukkan bahwa praktik religius yang disertai internalisasi nilai moral berhubungan dengan empati dan perilaku prososial yang lebih tinggi.
Orang yang rajin tahajud biasanya lebih mudah bersyukur, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap orang lain.
5. Memiliki Fokus dan Kejernihan Pikiran
Waktu tahajud menjadi momen yang membantu menata pikiran. Praktik spiritual yang rutin terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi.
Dalam penelitian Journal of Religion and Health, aktivitas religius yang konsisten berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi dan fokus yang lebih baik. Karena itu, orang yang rajin tahajud cenderung lebih jernih dalam mengambil keputusan.
6. Menjaga Sholat Wajib dengan Lebih Baik
Orang yang terbiasa sholat tahajud biasanya memiliki kesadaran spiritual yang lebih kuat. Hal ini membuatnya lebih menjaga ibadah wajib.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Allah menegaskan bahwa amalan yang paling dicintai adalah yang wajib. Tahajud yang dilakukan secara rutin biasanya menjadi tanda bahwa seseorang serius dalam menjaga hubungan dengan Allah, termasuk dalam ibadah wajib.
Baca Juga: Ciri-Ciri Orang yang Sering Salat Tahajud
7. Memiliki Rasa Syukur yang Lebih Besar
Tahajud memberi ruang untuk berdoa dan merenungkan kehidupan. Proses ini membantu seseorang lebih sadar akan nikmat yang dimiliki.
Penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa praktik spiritual yang konsisten berhubungan dengan peningkatan rasa syukur dan kepuasan hidup. Orang yang rajin tahajud biasanya lebih tenang, tidak mudah mengeluh, dan lebih menerima keadaan hidup.
Dari ketujuh ciri-ciri orang yang rajin sholat tahajud di atas tidak hanya terlihat dari kebiasaannya bangun malam, tetapi juga dari perubahan karakter dan sikap hidupnya. Mereka cenderung lebih tenang, disiplin, rendah hati, empatik, fokus, serta memiliki rasa syukur yang lebih besar.
Hal ini menunjukkan bahwa tahajud bukan sekadar ibadah ritual, melainkan proses pembentukan karakter yang berdampak pada kualitas hidup secara menyeluruh.
Buku Dua Rakaat Dulu Aja, Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam
Buku yang membahas seputar amalan tahajud, mulai dari pengertian, hukum, tata cara, hingga fenomena yang sering dijumpai ketika menjalankan amalan sunah ini. Semua orang pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda, tahajud merupakan salah satu amalan yang memberikan kita ruang untuk meminta solusi terbaik kepada Sang Pencipta.
Beli di WebsiteSemoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk membantu kamu memahami mengapa rajin sholat tahajud tapi rugi di mata Allah bisa terjadi, sekaligus mendorongmu memperbaiki niat dan kualitas ibadah.
Referensi
Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 79.
Koenig, H. G. (2012). Religion, Spirituality, and Health: The Research and Clinical Implications. ISRN Psychiatry.
Lally, P. et al. (2010). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology.
Saroglou, V. (2011). Believing, Bonding, Behaving, and Belonging: The Big Four Religious Dimensions. Journal of Cross-Cultural Psychology.
HR. Bukhari tentang keutamaan amal wajib.






