Dua Rakaat Dulu Aja Belajar Berubah dari Hal Sederhana

self improvement dalam islam

 “Besok aku mau berubah.”

Kalimat itu mungkin pernah terlintas berkali-kali di kepala banyak orang. Ingin mulai lebih rajin ibadah, ingin lebih dekat dengan Allah, ingin hidup lebih tenang. Namun sering kali, niat itu berhenti hanya sebagai rencana yang terus diulang tanpa benar-benar berjalan.

Ada masa ketika seseorang ingin berubah, tetapi justru merasa semakin jauh dari dirinya sendiri. Barangkali kamu termasuk salah satu yang sedang merasakan di fase yang sama seperti itu?

Kadang ingin lebih rajin ibadah, tetapi masih sering lalai. Ingin lebih dekat dengan Allah, tetapi hati terasa naik turun. Kadang semangat memperbaiki diri datang begitu besar setelah mendengar kajian atau selesai berdoa di malam hari. Namun beberapa hari kemudian, semuanya kembali berantakan seperti semula.

Dan yang paling melelahkan bukan hanya rasa gagal itu sendiri, melainkan perasaan bahwa diri ini mungkin memang belum cukup baik untuk berubah. Keresahan seperti ini ternyata dialami banyak orang. Sebab proses self improvement dalam Islam tidak selalu berjalan lurus dan tenang.

Ada fase jatuh-bangun, ada rasa malu karena terus mengulang kesalahan yang sama, ada keinginan untuk menjadi lebih baik tetapi bingung harus memulai dari mana.

Di tengah rasa lelah itu, buku Dua Rakaat Dulu Aja: Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam Terakhir bisa menjadi jawaban atas keresahan yang kamu rasakan, sekaligus bisa kamu jadikan teman yang memahami isi hati dan pikiranmu. 

Buku ini tidak menyuruh atau membuat pembacanya merasa kurang saleh. Yap, buku ini seperti teman yang memahami kamu yang ingin kamu tetap bertumbuh. Seperti teman yang mengingatkan pelan-pelan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar. Kadang, dua rakaat sederhana bisa menjadi awal seseorang kembali pulang kepada Allah.

Nah, kalau kamu akhir-akhir ini merasa ingin memperbaiki diri tetapi masih sering gagal menjaga konsistensi, mungkin buku ini akan terasa sangat dekat di hati.

Baca Juga: Rajin Tahajud Tapi Doa Belum Terkabul? Simak Penjelasannya

promo website harbuknas mei

Banyak Orang Ingin Berubah, Tapi Bingung Mulainya dari Mana

Ada orang yang ingin mulai tahajud, tetapi terus menunda karena merasa belum siap. Dan ini masalah klasik yang hampir dikeluhkan sebagian dari kita. Ada yang ingin memperbaiki salat, memperbaiki hati, memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi diam-diam merasa dirinya terlalu penuh dosa untuk memulai.

Akhirnya, perubahan hanya berhenti menjadi niat. Padahal sering kali yang membuat proses berubah berat bukan karena kita malas. Tetapi karena kita membayangkan perubahan sebagai sesuatu yang besar dan sempurna sejak awal.

Percayalah hidup ini tidak akan pernah bisa sempurna! Jadi berhenti menuntut diri sendiri. kamu tidak harus langsung istiqamah. Tidak harus langsung berubah total. Tidak harus langsung menjadi versi terbaik diri sendiri. Karena memang kesempurnaan hanya milikNya.

Di sinilah self improvement dalam Islam terasa berbeda. Islam tidak selalu menuntut perubahan besar dalam satu malam. Kadang Allah hanya ingin melihat satu langkah kecil yang terus dicoba, meski pelan-pelan. Tuhan juga tidak mewajibkan kamu benar 100%, yang penting kamu bertumbuh dan bisa belajar dari proses hidup yang kamu hadapi. 

Self Improvement dalam Islam Tidak Selalu Tentang Perubahan Besar

Yap! Benar sekali! Kamu tidak dituntut sempurna dan tidak pula harus benar 100% dalam segala hal. 

Sering kali kita lupa bahwa hubungan dengan Allah dibangun dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus dan terus diusahakan.

Dua rakaat sebelum tidur. Bangun beberapa menit lebih awal untuk berdoa. Menahan diri untuk tidak menyerah saat hati sedang kosong-kosongnya. Hal sederhana seperti itu mungkin terlihat sepele. Namun justru dari situlah perubahan besar dimulai.

Buku Dua Rakaat Dulu Aja menggunakan pendekatan yang sederhana itu, bahwa memperbaiki diri tidak harus selalu dimulai dari target besar yang melelahkan. Kadang cukup mulai dulu.

Karena seseorang tidak berubah dalam semalam. Bahkan orang-orang yang terlihat kuat imannya pun pernah berproses dengan jatuh dan bangun yang panjang.

Dan bacaan self improvement dalam Islam memang tidak selalu berwujud sesuatu yang besar dan sempurna secara cepat. Tetapi lebih pada bagaimana kamu bisa berupaya bisa kembali, meski berkali-kali gagal.

Baca Juga: Ciri-Ciri Orang yang Sering Sholat Tahajud

Buku Dua Rakaat Dulu Aja Membahas Proses yang Sangat Dekat Dengan Banyak Orang

Salah satu hal yang membuat buku ini terasa hangat adalah cara penyampaiannya yang tidak menggurui.

Alih-alih membuat pembaca merasa bersalah, buku ini justru memberi ruang untuk bernapas. Ada rasa tenang dalam setiap pembahasannya, seolah buku ini memahami bahwa tidak semua orang sedang berada di titik iman yang sama.

Beberapa orang sedang berusaha bertahan dari rasa lelah hidup. Beberapa sedang mencoba kembali salat tepat waktu. Dan beberapa lainnya mungkin hanya sedang belajar percaya bahwa Allah masih membuka pintu untuk mereka.

Itulah mengapa buku ini terasa relate bagi banyak orang. Karena yang dibahas bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang rasa takut, rasa gagal, dan harapan kecil untuk kembali menjadi lebih baik.

Buku ini seperti mengingatkan bahwa mendekat kepada Allah tidak selalu dimulai dari langkah besar yang dramatis. Kadang semuanya dimulai dari solat di sepertiga malam yang dilakukan dengan niat. 

Buku Ini Cocok untuk yang Sedang Belajar Memperbaiki Diri Pelan-Pelan

Tidak semua orang sedang berada dalam fase hidup yang baik-baik saja. Sebagian masih merasa kehilangan arah, sementara yang lain sedang belajar memaafkan diri sendiri. Ada juga yang diam-diam ingin berubah, tetapi takut kembali gagal seperti sebelumnya.

Dan mungkin karena itulah buku Dua Rakaat Dulu Aja bisa menjadi teman dan penguat untuk menghadapi kenyataan. 

Cover Buku Dua Rakaat Dulu Aja, Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam

Buku Dua Rakaat Dulu Aja, Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam

Buku yang membahas seputar amalan tahajud, mulai dari pengertian, hukum, tata cara, hingga fenomena yang sering dijumpai ketika menjalankan amalan sunah ini. Semua orang pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda, tahajud merupakan salah satu amalan yang memberikan kita ruang untuk meminta solusi terbaik kepada Sang Pencipta.

Beli di Website

Buku ini tidak menuntut pembacanya menjadi sempurna. Tidak membuat proses hijrah terasa berat dan menakutkan. Justru sebaliknya, buku ini mengajak pembaca melihat bahwa self improvement dalam Islam juga tentang bertahan dalam proses kecil yang terus diusahakan.

Tentang tetap mencoba salat meski hati belum sepenuhnya tenang. Tentang tetap mengetuk pintu Allah meski merasa sering jatuh di kesalahan yang sama. Karena pada akhirnya, perjalanan memperbaiki diri bukan tentang siapa yang paling cepat berubah.

Tetapi siapa yang tetap mau kembali, meski jalannya pelan-pelan. Dan mungkin, semuanya memang bisa dimulai dari dua rakaat dulu aja.

Eitss, tenang. Kalau kamu belum suka buku di atas kamu bisa loh baca buku lainnya disini. Buku tentang agama islam lainnya yang menyentuh hati dan membuka perspektif baru untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat dan membantu kamu memahami bahwa self improvement dalam Islam bisa dimulai dari langkah kecil. Tidak harus langsung sempurna, yang penting terus berusaha mendekat kepada Allah sedikit demi sedikit.

Bagikan Artikel Ini

WhatsApp
Threads
X
Facebook
LinkedIn
Artikel Terbaru