Cara Membaca Cepat Skimming dan Scanning, Gimana Caranya?

cara membaca cepat skimming dan scanning

Pernah nggak, kamu dihadapkan pada setumpuk bacaan yang harus selesai dalam waktu singkat? Misalnya materi kuliah, jurnal, artikel, buku nonfiksi, atau dokumen kerja yang jumlah halamannya bikin pusing duluan. Rasanya baru membaca beberapa halaman, waktu sudah habis, sementara masih banyak informasi yang harus dipahami.

Kalau pernah mengalami situasi seperti itu, berarti kamu perlu mengenal dua teknik membaca cepat yang sudah lama digunakan dalam dunia pendidikan dan penelitian, yaitu skimming dan scanning.

Kedua teknik ini bukan membaca asal-asalan atau melewatkan informasi penting. Justru, skimming dan scanning membantu menemukan informasi yang dibutuhkan dengan lebih efisien.

Di era digital seperti sekarang, kemampuan membaca cepat menjadi salah satu keterampilan yang semakin penting. Setiap hari kita dibanjiri artikel, e-book, laporan, berita, hingga informasi di media sosial. Kalau semua dibaca kata demi kata, tentu akan menghabiskan banyak waktu.

Nah, lewat artikel ini kamu akan mengenal apa itu skimming, apa itu scanning, serta bagaimana cara menerapkannya agar proses membaca menjadi lebih cepat tanpa kehilangan inti informasi.

Apa Itu Skimming?

Skimming adalah teknik membaca cepat yang bertujuan memperoleh gambaran umum atau ide pokok dari sebuah bacaan tanpa membaca setiap kata secara detail. Saat melakukan skimming, fokusmu bukan memahami seluruh isi kalimat, melainkan menangkap poin-poin penting.

Teknik ini biasanya digunakan ketika kamu ingin mengetahui topik utama sebuah buku, artikel, atau laporan sebelum memutuskan untuk membacanya lebih mendalam.

Misalnya, saat berada di toko buku atau mencari referensi untuk tugas kuliah. Kamu tentu tidak mungkin membaca seluruh isi buku satu per satu. Dengan skimming, kamu cukup membaca judul, subjudul, daftar isi, kalimat pertama setiap paragraf, kata-kata yang dicetak tebal, gambar, tabel, dan bagian penutup. Dari sana, kamu sudah bisa mengetahui apakah buku tersebut sesuai dengan kebutuhanmu.

Pada umumnya, skimming ini digunakan ketika kamu ingin mengetahui isi buku secara umum, mencari referensi yang relevan untuk tugas, membaca artikel berita dengan cepat, menentukan apakah sebuah bacaan layak dibaca lebih lanjut dan mengulang materi sebelum ujian.

Karena hanya berfokus pada ide utama, teknik ini tidak disarankan jika kamu harus memahami setiap detail atau menganalisis isi bacaan secara mendalam.

promo website diskon 15% juli sticky

Baca Juga: Membaca Memindai Adalah: Teknik, Tujuan dan Manfaat

Apa Itu Scanning?

Kalau skimming bertujuan mencari gambaran umum, scanning digunakan untuk menemukan informasi tertentu dengan cepat. Artinya, kamu sudah tahu apa yang sedang dicari, sehingga tidak perlu membaca seluruh isi teks.

Misalnya, kamu ingin mencari tanggal penting dalam sebuah artikel, nama tokoh, angka atau data statistik, kata kunci tertentu, definisi sebuah istilah, nomor halaman dalam buku dan jadwal pada sebuah tabel.

Saat melakukan scanning, mata bergerak cepat menyusuri halaman sampai menemukan informasi yang diinginkan. Setelah menemukannya, barulah kamu membaca bagian tersebut secara lebih teliti.

Teknik scanning sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun mungkin kamu tidak menyadarinya. Contohnya ketika mencari nomor kursi di bioskop, menemukan nama pada daftar peserta, atau mencari harga produk di katalog belanja.

Baca Juga: 5 Rahasia Cara Membaca Buku agar Cepat Paham

Cara Membaca Cepat Skimming dan Scanning

Supaya hasilnya maksimal, kamu perlu menerapkan kedua teknik ini dengan cara yang tepat. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.

1. Tentukan Tujuan Membaca Terlebih Dahulu

    Sebelum membuka buku atau artikel, tanyakan pada diri sendiri “Aku membaca ini untuk apa?”

    Kalau hanya ingin mengetahui isi secara umum, gunakan skimming. Namun, kalau sedang mencari informasi tertentu, scanning adalah pilihan yang lebih tepat. Dengan tujuan yang jelas, kamu tidak akan membuang waktu membaca bagian yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

    2. Perhatikan Judul, Subjudul, dan Daftar Isi

      Saat melakukan skimming, jangan langsung membaca dari halaman pertama hingga terakhir. Mulailah dari judul, subjudul, daftar isi, heading, ilustrasi, tabel, atau kata-kata yang dicetak tebal.

      Bagian-bagian tersebut biasanya sudah memberikan gambaran mengenai isi bacaan. Cara ini membuat otak lebih mudah memahami struktur informasi sebelum membaca lebih jauh.

      3. Fokus pada Kalimat Utama

        Dalam banyak paragraf, gagasan utama sering berada di awal atau akhir paragraf. Karena itu, saat melakukan skimming, biasakan membaca kalimat pertama dan kalimat terakhir terlebih dahulu.

        Dari dua kalimat tersebut, kamu biasanya sudah dapat menangkap inti pembahasan tanpa membaca setiap detail. Teknik ini sangat membantu ketika membaca artikel panjang, buku nonfiksi, atau materi kuliah.

        4. Gunakan Kata Kunci saat Melakukan Scanning

          Kalau kamu sedang mencari informasi spesifik, tentukan dulu kata kunci yang ingin ditemukan. Misalnya, kamu ingin mencari tahun terbit, nama tokoh, istilah tertentu, atau angka statistik. Biarkan matamu bergerak cepat menyusuri halaman sambil mencari kata tersebut.

          Setelah menemukannya, berhenti sejenak dan baca bagian di sekitarnya agar konteks informasinya tetap dipahami.

          5. Hindari Kebiasaan Membaca Kata demi Kata

            Salah satu penyebab membaca terasa lambat adalah kebiasaan mengucapkan setiap kata di dalam hati (subvocalization). Padahal, otak mampu memahami beberapa kata sekaligus dalam satu kali pandang.

            Cobalah melatih mata untuk menangkap kelompok kata, bukan satu kata per satu. Dengan latihan yang rutin, kecepatan membacamu akan meningkat secara bertahap.

            6. Gunakan Penunjuk agar Fokus Tetap Terjaga

              Kamu bisa menggunakan jari, pena, atau kursor sebagai penunjuk saat membaca. Teknik sederhana ini membantu mata bergerak lebih terarah sehingga tidak mudah kembali ke baris sebelumnya.

              Selain meningkatkan kecepatan membaca, cara ini juga membantu menjaga konsentrasi, terutama saat membaca teks yang panjang.

              Baca Juga: 11 Karakter Orang yang Suka Membaca Buku, Kamu Termasuk?

              7. Latih Secara Konsisten

                Seperti keterampilan lainnya, membaca cepat membutuhkan latihan. Mulailah dengan artikel pendek, kemudian tingkatkan secara bertahap ke buku nonfiksi, laporan, atau jurnal. Kamu juga bisa mengukur waktu membaca untuk melihat perkembangan kecepatan dan pemahamanmu.

                Ingat, tujuan membaca cepat bukan sekadar menyelesaikan bacaan dalam waktu singkat, tetapi juga tetap memahami informasi yang benar-benar penting.

                Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan membaca cepat menjadi keterampilan yang sangat berguna. Dengan memahami perbedaan antara skimming dan scanning, kamu bisa memilih teknik membaca yang paling sesuai dengan tujuanmu.

                Skimming membantu memperoleh gambaran umum sebuah bacaan, sedangkan scanning memudahkanmu menemukan informasi spesifik dalam waktu singkat.

                Namun, membaca cepat bukan berarti mengorbankan pemahaman. Justru, teknik ini mengajarkan cara membaca yang lebih strategis dan efisien. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah pula menentukan kapan harus membaca secara menyeluruh dan kapan cukup menggunakan skimming atau scanning.

                Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk membantu kamu memahami cara membaca cepat skimming dan scanning, sehingga proses belajar maupun membaca buku menjadi lebih efisien tanpa kehilangan inti pembahasannya.

                Referensi

                Mikulecky, B. S., & Jeffries, L. (2007). More reading power (3rd ed.). Pearson Education.
                Nuttall, C. (2005). Teaching reading skills in a foreign language (3rd ed.). Macmillan Education.
                Soedarso. (2010). Speed reading: Sistem membaca cepat dan efektif. Gramedia Pustaka Utama.
                Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa (Edisi revisi). Angkasa.
                Wallace, C. (2003). Critical reading in language education. Palgrave Macmillan.

                Bagikan Artikel Ini

                WhatsApp
                Threads
                X
                Facebook
                LinkedIn
                Artikel Terbaru