Bulan Ramadhan sering disebut sebagai momentum perubahan diri. Rutinitas harian berubah, waktu makan lebih teratur, dan aktivitas spiritual meningkat.
Perubahan ini membuat Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan baik di bulan Ramadhan yang bisa berdampak jangka panjang.
Menariknya, penelitian tentang pembentukan kebiasaan menunjukkan bahwa perilaku yang dilakukan secara konsisten dalam periode tertentu dapat menjadi otomatis.
Studi dari University College London menemukan bahwa rata-rata seseorang membutuhkan sekitar 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru yang bertahan lama.
Table of Contents
ToggleKebiasaan Baik di Bulan Ramadhan
Banyak orang merasa sulit membangun kebiasaan baru karena rutinitas yang padat dan pola hidup yang tidak teratur.
Ramadhan menghadirkan ritme hidup yang berbeda, Kondisi ini menjadikan bulan puasa sebagai momen ideal untuk memulai kebiasaan positif yang berdampak jangka panjang.
Berikut lima kebiasaan baik di bulan Ramadhan yang terbukti memberi dampak jika dijalani dengan konsisten.
1. Pola Makan Lebih Teratur dan Sadar
Salah satu kebiasaan baik di bulan Ramadhan adalah pola makan yang lebih terstruktur, yaitu saat sahur dan berbuka. Pola ini membantu tubuh mengatur ritme metabolisme dan mengurangi kebiasaan makan berlebihan.
Penelitian dalam Journal of Nutrition, Fasting and Health menunjukkan bahwa puasa Ramadhan mendorong kesadaran terhadap jenis dan waktu konsumsi makanan.
Individu cenderung lebih memperhatikan asupan gizi, mengurangi ngemil berlebihan, dan membatasi konsumsi makanan tidak sehat. Kebiasaan ini berpotensi membentuk hubungan yang lebih sehat dengan makanan, bahkan setelah Ramadhan berakhir.
2. Melatih Pengendalian Diri dan Disiplin
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian emosi, ucapan, dan perilaku. Kebiasaan ini berdampak langsung pada peningkatan disiplin diri.
Menurut Harvard Health Publishing, latihan menahan dorongan instan dapat meningkatkan kemampuan self-control dan memperkuat regulasi emosi.
Selama Ramadhan, seseorang belajar menunda kepuasan, mengelola keinginan, serta mengatur waktu dengan lebih terstruktur. Kebiasaan ini sangat relevan dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi.
3. Meningkatkan Aktivitas Keimanan dan Kesehatan Mental
Ramadhan identik dengan meningkatnya aktivitas seperti salat, membaca Al-Qur’an, doa, dan refleksi diri. Aktivitas ini tidak hanya berdampak pada sisi keimanan, tetapi juga kesehatan mental.
Studi dalam Journal of Religion and Health menunjukkan bahwa praktik keagamaan yang rutin berkaitan dengan penurunan tingkat stres, kecemasan, dan peningkatan kesejahteraan psikologis.
Tidak hanya itu, efektif juga membantu menenangkan pikiran, dan memperkuat makna hidup. Kebiasaan ini menjadi pondasi penting dalam menjaga kesehatan mental jangka panjang.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial dan Empati
Kebiasaan baik di bulan Ramadhan juga tercermin dalam meningkatnya kepedulian sosial. Zakat, infak, sedekah, dan berbagi makanan berbuka menjadi praktik yang lebih intens dilakukan.
Laporan World Giving Index mencatat bahwa tingkat kedermawanan masyarakat meningkat signifikan selama bulan Ramadhan di negara-negara mayoritas Muslim.
Pengalaman menahan lapar membuat seseorang lebih peka terhadap kondisi orang lain. Kebiasaan berbagi ini memperkuat empati, solidaritas sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
5. Membentuk Rutinitas Harian yang Lebih Seimbang
Penelitian dari University College London tentang pembentukan kebiasaan menunjukkan bahwa perilaku yang dilakukan secara konsisten selama 21–66 hari memiliki peluang besar menjadi kebiasaan jangka panjang.
Dengan durasi Ramadhan sekitar satu bulan, kebiasaan baik yang dijalani memiliki peluang kuat untuk terus dipertahankan setelahnya.
Baca Juga: 9 Tips Puasa Ramadhan agar Tetap Sehat dan Bernilai Ibadah
Cara Membangun Kebiasaan Baik di Bulan Ramadhan
Kebiasaan baik yang dimulai di bulan Ramadhan berpeluang besar untuk terus berlanjut setelahnya, jika dilakukan secara konsisten. Setelah mengintip 5 kebiasaan, berikut adalah 10 kebiasaan baik yang bisa dibangun selama Ramadhan.
1. Memulai Hari dengan Sahur Bergizi
Sahur bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari menjaga energi sepanjang hari. Kebiasaan makan sahur dengan gizi seimbang membantu tubuh tetap stabil dan terhindar dari kelelahan. Pola makan teratur juga berperan dalam menjaga metabolisme tubuh selama puasa.
2. Minum Air yang Cukup Saat Berbuka hingga Sahur
Ramadhan melatih disiplin dalam mengatur waktu minum. Dengan membiasakan pola minum yang cukup, tubuh terhindar dari dehidrasi dan fungsi organ tetap optimal. Kebiasaan ini juga bisa dilanjutkan setelah Ramadhan.
3. Membaca Al-Qur’an Secara Rutin
Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya beberapa ayat, dapat meningkatkan ketenangan mental. Aktivitas spiritual seperti ini terbukti berkaitan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
4. Menjaga Pola Tidur yang Lebih Teratur
Ramadhan membuat banyak orang tidur lebih awal setelah tarawih dan bangun lebih pagi untuk sahur. Pola ini membantu menstabilkan ritme sirkadian tubuh, yang berpengaruh pada kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
5. Mengurangi Konsumsi Gula dan Makanan Olahan
Bulan Ramadhan sering menjadi momen untuk mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi. Mengurangi minuman manis berlebihan dan makanan olahan dapat membantu menjaga berat badan dan kesehatan metabolik.
Baca Juga: 7 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan
6. Rutin Berolahraga Ringan
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, stretching, atau bersepeda santai membantu menjaga kebugaran tubuh. Penelitian tentang aktivitas fisik menunjukkan bahwa olahraga ringan secara rutin berkontribusi pada kesehatan jantung dan mental.
7. Membiasakan Sedekah Setiap Hari
Ramadhan identik dengan berbagi. Kebiasaan sedekah, meskipun dalam jumlah kecil, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup. Studi tentang perilaku memberi menunjukkan bahwa tindakan berbagi berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan psikologis.
8. Mengontrol Emosi dan Perkataan
Puasa tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menahan emosi. Kebiasaan mengontrol amarah, menghindari konflik, dan berbicara dengan lembut membantu membangun hubungan sosial yang lebih sehat.
9. Membatasi Waktu Media Sosial
Ramadhan bisa menjadi momen untuk mengurangi distraksi digital. Mengurangi waktu di media sosial memberi ruang bagi aktivitas yang lebih bermakna, seperti ibadah, membaca, atau berkumpul dengan keluarga.
Baca Juga: 7 Amalan Ringan di Bulan Ramadhan yang Berpahala Besar
10. Membuat Rutinitas Harian yang Lebih Terstruktur
Puasa membuat jadwal harian lebih teratur: ada waktu sahur, ibadah, kerja, berbuka, dan istirahat. Struktur ini membantu meningkatkan disiplin diri. Penelitian tentang perilaku kesehatan menunjukkan bahwa rutinitas yang jelas dapat mengurangi kebiasaan menunda dan meningkatkan konsistensi tindakan.
Dari sepuluh cara membangun kebiasaan baik di bulan ramadhan pastinya tidak mudah dipraktekan di hari pertama, ke dua dan ketiga. Namun, ketika sudah terbiasa, semua terasa lebih ringan.
Tantangan selebihnya adalah konsisten agar bisa menjadi kebiasaan sehari-hari. Dimana, perubahan kecil yang dilakukan setiap hari bisa membawa dampak besar dalam jangka panjang.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk membantu kamu membangun kebiasaan baik di bulan Ramadhan agar ibadah lebih konsisten dan hari-hari terasa lebih bermakna.
Referensi
Lally, P., et al. (2009). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology.
Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry.
Derksen, L., et al. (2021). Appointments: A More Effective Commitment Device for Health Behaviors. arXiv.
World Health Organization. (2020). Guidelines on physical activity and sedentary behaviour.
Journal of Nutrition, Fasting and Health. (2019). Health Effects of Ramadan Fasting.






