Membaca buku yang baik itu perlu. Karena membaca buku tidak menjamin kita paham. Karena ada juga loh yang sekedar membaca saja, tetapi tidak bisa menemukan isi/amanat dari isi buku yang hendak disampaikan.
Padahal, membaca buku adalah aktivitas sederhana yang memiliki dampak besar bagi kualitas berpikir dan kehidupan seseorang.
Melalui membaca, seseorang tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga membangun cara pandang, melatih fokus, serta memperluas pemahaman terhadap dunia.
Di tengah budaya digital yang serba cepat, kebiasaan membaca buku sering kali terpinggirkan oleh konten singkat dan instan.
Table of Contents
ToggleWaktu Membaca Buku yang Baik
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa membaca buku secara rutin berkontribusi positif terhadap fungsi kognitif, kesehatan mental, dan kemampuan berpikir jangka panjang.
Agar manfaat membaca dapat dirasakan secara optimal, membaca tidak cukup hanya dilakukan sesekali. Membaca perlu dilakukan dengan cara yang baik dan pada waktu yang tepat.
Berikut 3 moment waktu membaca buku yang efektif, yang bisa kamu coba praktikkan.
1. Pagi Hari: Waktu Ideal untuk Fokus dan Pemahaman
Pagi hari sering disebut sebagai waktu emas untuk aktivitas membaca karena kondisi otak masih segar setelah beristirahat. Pada waktu ini, pikiran belum terbebani oleh banyak distraksi sehingga konsentrasi lebih mudah dibangun.
Suasana pagi yang relatif tenang membantu pembaca memahami isi buku dengan lebih jernih. Membaca di pagi hari juga dapat membentuk suasana batin yang positif dan menyiapkan pola pikir yang lebih terarah untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.
2. Malam Hari Sebelum Tidur: Membaca sebagai Sarana Relaksasi
Membaca buku sebelum tidur membantu tubuh dan pikiran beralih dari rutinitas harian menuju kondisi istirahat. Berbeda dengan layar digital yang memicu kerja otak berlebihan, membaca buku cetak dapat membantu menurunkan stres dan menenangkan pikiran.
Menurut Sleep Foundation, kebiasaan membaca sebelum tidur secara konsisten dapat menjadi sinyal alami bagi tubuh untuk bersiap tidur dan meningkatkan kualitas istirahat.
3. Waktu Luang dan Akhir Pekan: Membaca Lebih Mendalam
Waktu luang dan akhir pekan memberi kesempatan untuk membaca dengan lebih santai tanpa tekanan. Pada momen ini, pembaca dapat menikmati buku secara lebih mendalam, terutama buku nonfiksi atau bacaan panjang. Suasana yang tenang membuat pemahaman isi buku menjadi lebih optimal dan reflektif.
Berbagai sumber menyebutkan bahwa membaca buku memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas hidup. Membaca membantu melatih empati, memperkaya kosa kata, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Bahkan, membaca juga terbukti dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menjaga kesehatan mental.
Di Indonesia sendiri, data menunjukkan bahwa waktu membaca buku masih kalah jauh dibandingkan waktu penggunaan media sosial. Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa membaca buku perlu kembali diposisikan sebagai kebiasaan bernilai, bukan sekadar aktivitas pengisi waktu.
Baca Juga: 10 Karakter Orang yang Suka Membaca Buku, Kamu yang Mana?
Posisi Membaca Buku yang Baik
Posisi membaca buku yang baik merupakan bagian penting dari kebiasaan membaca berkualitas dan saling berkaitan dengan pembahasan sebelumnya tentang waktu membaca buku yang ideal serta tips membaca buku yang baik.
Saat membaca di pagi hari, malam sebelum tidur, maupun di waktu luang, posisi tubuh yang nyaman dan ergonomis membantu menjaga fokus serta mencegah kelelahan fisik.
Posisi duduk tegak dengan punggung disangga, leher tidak menunduk berlebihan, dan jarak buku sekitar 30–40 cm dari mata membantu mengurangi ketegangan pada mata dan tulang belakang.
Jika membaca sambil berbaring, posisi setengah duduk dengan sandaran dianjurkan agar pernapasan tetap nyaman dan konsentrasi terjaga.
Dengan posisi membaca yang baik, aktivitas membaca menjadi lebih sehat, tahan lama, dan efektif dalam menyerap isi bacaan, sehingga manfaat membaca buku dapat dirasakan secara optimal baik untuk pikiran maupun tubuh.
Baca Juga: 10 Akibat Malas dan Tidak Membaca Buku! Bahaya
Jarak Membaca Buku yang Baik
Jarak membaca buku yang baik berperan penting dalam membangun kebiasaan membaca yang sehat dan efektif. Hal ini juga berkaitan erat dengan pembahasan sebelumnya mengenai waktu membaca yang ideal serta posisi membaca yang benar.
Secara umum, jarak ideal antara mata dan buku berada di kisaran 30–40 cm. Pada jarak ini, mata dapat bekerja lebih optimal tanpa harus memaksakan fokus berlebihan, sehingga aktivitas membaca terasa lebih nyaman dan tidak cepat melelahkan.
Membaca dengan jarak terlalu dekat, baik saat membaca di pagi hari, malam sebelum tidur, maupun di waktu luang, dapat menyebabkan mata cepat lelah dan menurunkan konsentrasi.
Dengan menjaga jarak membaca yang tepat, pembaca dapat mempertahankan kenyamanan visual, meningkatkan daya fokus, serta menikmati proses membaca lebih lama tanpa gangguan, sehingga isi buku dapat dipahami dengan lebih maksimal dan berkualitas.
Baca Juga: Membaca Kritis: Pengertian, Manfaat, Tujuan & Cara Melakukannya
Tips Membaca Buku yang Baik
Membaca buku yang baik tidak hanya ditentukan oleh niat atau banyaknya buku yang dibaca, tetapi juga oleh cara membaca itu sendiri.
Menurut Verywell Health, membaca secara rutin dan fokus berkontribusi pada peningkatan fungsi kognitif, pengurangan stres, serta kesehatan mental yang lebih stabil.
Namun, manfaat ini tidak akan optimal jika membaca dilakukan sambil terdistraksi atau tanpa tujuan yang jelas. Berikut adalah 9 tips membaca buku yang baik.
1. Tentukan Waktu Membaca yang Konsisten
Mengaitkan dengan artikel sebelumnya, memilih waktu membaca yang tepat adalah langkah awal. Membaca di pagi hari membantu fokus, membaca malam hari membantu relaksasi, dan membaca saat waktu luang memberi relaksasi.
Dan, kenikmatan membaca buku ketika kamu sudah bisa membaca secara konsisten dan selalu menemukan sesuatu yang baru dari apa yang kamu baca.
2. Tetapkan Tujuan Membaca yang Jelas
Membaca tanpa tujuan sering membuat pembaca cepat bosan. Tujuan membaca bisa sederhana, seperti menambah wawasan, mencari solusi, atau sekadar menikmati cerita. Tujuan yang jelas membantu otak lebih siap menerima informasi.
3. Mulai dengan Durasi Pendek tapi Rutin
Banyak orang gagal membangun kebiasaan membaca karena memaksakan durasi panjang. Para ahli literasi menyarankan memulai dari 15–30 menit per hari. Durasi pendek yang konsisten jauh lebih efektif dibanding membaca lama tetapi jarang.
4. Pilih Buku Sesuai Kebutuhan dan Minat
Membaca buku yang relevan dengan kebutuhan atau minat pribadi membuat proses membaca terasa lebih ringan. Ketika pembaca merasa terhubung dengan isi buku, pemahaman dan daya ingat akan meningkat secara alami.
5. Ciptakan Lingkungan Membaca yang Nyaman
Lingkungan sangat mempengaruhi kualitas membaca. Tempat yang tenang, pencahayaan cukup, dan posisi tubuh yang nyaman membantu menjaga fokus. Membaca di pagi hari atau malam sebelum tidur akan lebih efektif jika dilakukan di ruang bebas distraksi.
6. Jauhkan Gangguan Digital Saat Membaca
Data menunjukkan bahwa distraksi digital menurunkan kualitas konsentrasi. Notifikasi ponsel, media sosial, dan multitasking membuat otak sulit menyerap informasi secara mendalam. Membaca buku dengan fokus penuh memberikan hasil yang jauh lebih baik.
7. Membaca dengan Tempo Sendiri, Tidak Terburu-buru
Membaca buku yang baik tidak diukur dari seberapa cepat halaman berpindah, melainkan dari seberapa dalam isi bacaan dipahami. Dengan membaca secara perlahan, otak memiliki waktu yang cukup untuk mencerna setiap ide dan pesan yang disampaikan. Cara ini terasa semakin penting ketika menyantap buku nonfiksi atau bacaan reflektif yang membutuhkan perenungan.
Baca Juga: Apa itu Membaca Memindai: Teknik dan Tujuan
8. Buat Catatan atau Tanda pada Bagian Penting
Menandai kalimat penting atau membuat catatan singkat membantu meningkatkan pemahaman dan daya ingat. Kebiasaan ini sangat efektif saat membaca di pagi hari, ketika otak berada dalam kondisi optimal untuk berpikir analitis.
9. Tutup Aktivitas Membaca dengan Perenungan
Setelah membaca, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan isi buku. Refleksi membantu menghubungkan bacaan dengan pengalaman hidup. Membaca di malam hari sebelum tidur sangat cocok dipadukan dengan refleksi ringan agar pikiran lebih tenang.
Membaca buku yang baik adalah kombinasi antara waktu yang tepat dan cara yang benar. Setelah memahami 3 waktu membaca buku yang ideal, sembilan tips ini membantu memaksimalkan manfaat membaca.
Dengan membaca secara sadar, fokus, dan konsisten, buku dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus sarana pertumbuhan diri.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat dan membantu kamu memahami cara membaca buku yang baik agar isi bacaan lebih mudah dipahami dan memberi dampak positif bagi diri sendiri.
Referensi
Verywell Health. Health Benefits of Reading Every Day.
Sleep Foundation. Reading Before Bed and Sleep Quality.
IDN Times. Waktu Ideal dan Cara Efektif Membaca Buku.
Kementerian Keuangan RI – DJKN. Budaya Membaca dan Tantangan Literasi di Indonesia.






