Apa itu sholat tahajud dan sholat hajat merupakan pertanyaan yang sering muncul di tengah kehidupan Muslim yang ingin memperdalam ibadah sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kedua sholat ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi sarana memohon ampunan, ketenangan hati, serta menyampaikan doa dan harapan secara personal.
Meskipun sama-sama termasuk shalat sunnah, sholat tahajud dan sholat hajat memiliki tujuan, waktu pelaksanaan, serta keutamaan yang berbeda.
Memahami perbedaan dan maknanya secara benar akan membantu umat Muslim menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
Table of Contents
ToggleApa Itu Sholat Tahajud
Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah seseorang tidur, kemudian bangun kembali untuk melaksanakannya.
Sholat ini termasuk bagian dari qiyamul lail dan memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Allah SWT secara khusus menyebut sholat malam dalam Al-Qur’an sebagai ibadah yang mendekatkan hamba kepada derajat yang mulia.
Secara bahasa, tahajud berarti “meninggalkan tidur.” Oleh karena itu, salah satu syarat utama sholat tahajud adalah tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar.
Setelah bangun, seorang Muslim dianjurkan untuk berwudhu, melaksanakan sholat tahajud, lalu menutupnya dengan doa dan dzikir.
Dalam Surah Al-Isra ayat 79, Allah SWT berfirman bahwa sholat malam merupakan ibadah tambahan yang dapat mengantarkan seorang hamba ke tempat terpuji.
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajud bukan sekadar ibadah sunnah biasa, tetapi sarana peningkatan spiritual yang mendalam.
Baca Juga: Menakjubkan, Keajaiban Sholat Tahajud 40 Hari Berturut Turut
Apa Itu Sholat Tahajud dan Hajat
Jika di atas sudah membahas tentang sholat tahajud, ada juga yang namannya solat hajat. Berikut adalah pengertian dan keutamaan dari sholat tahajud dan sholat hajad yang seringkali dianggap dua hal yang sama. Padahal berbeda.
1. Pengertian Sholat Hajat
Apa itu sholat hajat? Sholat hajat adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki kebutuhan, keinginan, atau persoalan tertentu yang ingin dipanjatkan kepada Allah SWT. Sholat ini menjadi sarana untuk memohon pertolongan, kelapangan rezeki, kemudahan urusan, atau penyelesaian masalah hidup.
Berbeda dengan sholat tahajud yang terikat waktu malam, sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Setelah melaksanakan sholat hajat, dianjurkan untuk membaca doa secara khusus sesuai dengan hajat atau keinginan yang sedang dihadapi.
2. Keutamaan Sholat Tahajud
Sholat tahajud memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Salah satu keutamaannya adalah sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT secara lebih intim. Dalam suasana malam yang tenang, hati menjadi lebih mudah khusyuk dan pikiran lebih jernih dalam berdoa.
Keutamaan lain dari sholat tahajud adalah diangkatnya derajat seorang hamba. Allah SWT menjanjikan kedudukan yang mulia bagi orang-orang yang konsisten melaksanakan sholat malam.
Selain itu, sholat tahajud juga dipercaya sebagai sarana dikabulkannya doa, diampuninya dosa, serta ditenangkannya hati dari kegelisahan duniawi.
Sholat tahajud juga berdampak positif pada kualitas batin dan kedewasaan sikap seorang Muslim. Kebiasaan bangun di sepertiga malam terakhir melatih kedisiplinan, kesabaran, serta keikhlasan dalam beribadah tanpa dorongan manusia lain.
Dalam kondisi lelah dan sunyi, sholat tahajud menjadi latihan kejujuran hati—apakah ibadah dilakukan semata karena Allah SWT. Dari proses inilah lahir ketenangan jiwa, keteguhan iman, serta kekuatan menghadapi persoalan hidup dengan sikap yang lebih bijak dan lapang.
Rekomendasi Buku Motivasi Agama
| ![]() |
|
| Buku Dua Rakaat Dulu Aja | Buku Nabi Muhammad SAW | Buku Mencari Tenang yang Hilang |
Dapatkan Buku Motivasi Agama di Buku Agama
Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud 7 Hari 7 Malam
3. Keutamaan Sholat Hajat
Keutamaan sholat hajat terletak pada fungsinya sebagai media pengaduan dan permohonan kepada Allah SWT. Ketika manusia berada dalam kondisi sulit dan tidak menemukan jalan keluar, sholat hajat mengajarkan untuk kembali bersandar sepenuhnya kepada Sang Pencipta.
Melalui sholat hajat, seorang Muslim diajak untuk menyadari keterbatasannya dan menumbuhkan sikap tawakal. Sholat ini juga menjadi bentuk ikhtiar yang menenangkan hati, karena setiap permohonan disampaikan langsung kepada Allah SWT dengan penuh harap dan keyakinan.
Selain sebagai sarana memohon pertolongan, sholat hajat juga berfungsi memperkuat hubungan batin antara hamba dan Allah SWT di saat paling genting. Dalam pelaksanaannya, seorang Muslim diajak menyusun doa dengan penuh kesadaran, kejujuran, dan kerendahan hati.
Proses ini membantu menata ulang niat, mengurangi kegelisahan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar atas izin Allah SWT.
Dengan demikian, sholat hajat tidak hanya berorientasi pada terkabulnya permohonan, tetapi juga membentuk ketenangan jiwa dan kepercayaan diri dalam menghadapi ujian hidup.
4. Perbedaan Sholat Tahajud dan Sholat Hajat
Perbedaan utama antara sholat tahajud dan sholat hajat terletak pada waktu, tujuan, dan latar belakang pelaksanaannya. Sholat tahajud dilakukan khusus pada malam hari setelah tidur dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah ini lebih bersifat rutin dan dianjurkan untuk dibiasakan.
Sementara itu, sholat hajat dilakukan karena adanya kebutuhan atau persoalan tertentu yang ingin dipanjatkan kepada Allah SWT. Sholat ini tidak terikat waktu malam dan tidak harus didahului tidur.
Dari segi tujuan, sholat hajat lebih fokus pada permohonan spesifik, sedangkan sholat tahajud menekankan kedekatan spiritual dan ketundukan hati.
Perbedaan lainnya juga dapat dilihat dari kondisi batin dan niat pelaksanaannya. Sholat tahajud umumnya dilakukan dalam keadaan jiwa yang tenang dan persiapan keimanan yang matang, karena dikerjakan di waktu sunyi saat kebanyakan manusia terlelap.
Ibadah ini lebih menekankan pada keikhlasan, kesabaran, dan komitmen jangka panjang dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sholat tahajud sering dijadikan sarana muhasabah diri dan perenungan atas perjalanan hidup.
Di sisi lain, sholat hajat biasanya dilaksanakan dalam situasi mendesak atau saat seseorang sedang menghadapi persoalan tertentu.
Kondisi emosional pelakunya bisa beragam, mulai dari kegelisahan, kecemasan, hingga harapan besar akan pertolongan Allah SWT. Meski demikian, sholat hajat tetap menuntut kekhusyukan dan ketulusan niat.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa sholat tahajud dan sholat hajat saling melengkapi dalam kehidupan seorang Muslim—yang satu memperkuat hubungan keimanan secara berkelanjutan, sementara yang lain menjadi tempat bersandar ketika menghadapi kebutuhan dan ujian hidup.
Kesimpulan
Dari ulasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sholat tahajud dan sholat hajat sebagai dua bentuk sholat sunnah yang sama-sama bernilai tinggi dalam Islam, namun memiliki karakteristik yang berbeda.
Sholat tahajud menekankan ibadah malam yang penuh kekhusyukan setelah bangun dari tidur, sedangkan sholat hajat menjadi sarana memohon pertolongan Allah dalam menghadapi kebutuhan hidup.
Dengan memahami pengertian, keutamaan, dan perbedaan sholat tahajud dan sholat hajat secara jelas, umat Muslim dapat menjalankan keduanya dengan niat yang benar, penuh kesadaran, dan harapan akan ridha Allah SWT.
Bagi pembaca yang ingin menambah referensi bacaan Islami, Bukunesia Store sedang mengadakan Promo yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas wawasan dengan lebih mudah.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai panduan awal memahami apa itu sholat tahajud dan sholat hajat beserta keutamaannya dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Referensi
Al-Qur’an al-Karim.
Al-Nawawi, I. (2003). Riyadhus Shalihin. Beirut: Dar Al-Fikr.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Tuntunan Ibadah Sunnah. Jakarta: Kemenag RI.
Ibnu Majah. Sunan Ibnu Majah.
Shihab, M. Q. (2018). Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan.







