Assalamu’alaikum Baitullah: Menuju Hati yang Lebih Tenang

perjalanan spiritual dalam islam

Ada masa ketika hidup tetap berjalan seperti biasa, tetapi hati rasanya terus penuh. Bangun pagi, bekerja, membalas chat, tertawa saat ngobrol dengan orang lain. Semua terlihat normal. Tetapi di sela-sela itu, ada rasa capek yang sulit dijelaskan.

Bukan capek fisik saja. Kadang yang terasa lelah justru batin sendiri karena terlalu banyak pikiran dan hal yang dipendam. Sering terlihat kuat di depan orang lain juga bisa membuat seseorang lupa bagaimana caranya merasa benar-benar tenang.

Dan di tengah hidup yang makin ramai, banyak orang diam-diam mulai merindukan sesuatu yang sederhana seperti hati yang lebih dekat dengan Allah. Bukan karena hidupnya tiba-tiba buruk. Justru kadang semuanya terlihat baik-baik saja. Tetapi entah kenapa, hati terasa kosong.

Padahal shalat masih dilakukan, tetapi sering terasa terburu-buru. Doa masih dipanjatkan, tetapi pikiran ke mana-mana. Hidup tetap berjalan, tetapi ada bagian kecil dalam diri yang seperti kehilangan arah pulang.

Perasaan seperti itulah yang terasa dekat dalam Assalamu’alaikum Baitullah. Buku ini bukan hanya bicara tentang perjalanan menuju tanah suci. Lebih dari itu, buku ini terasa seperti perjalanan pulang menuju diri sendiri.

Tidak berhenti sampai disitu, cara buku ini menyampaikan lebih hangat dan tidak menggurui. Lebih seperti teman perjalanan yang menemani kita berpikir pelan-pelan tentang hidup.

Tidak Semua Perjalanan Dimulai dengan Langkah Kaki

Kadang kita berpikir perjalanan selalu tentang pergi jauh. Padahal ada perjalanan yang dimulai diam-diam dari dalam hati, saat seseorang mulai lelah dengan hidup yang terasa terlalu berisik. Tidak sedikit juga yang tiba-tiba ingin duduk lebih lama setelah shalat karena beberapa menit ketenangan terasa sangat berarti.

Dari seseorang yang mulai bertanya ke dirinya sendiri “Kenapa aku sejauh ini dari Allah?” Tanpa disadari, banyak orang sedang ada di fase itu. Mungkin kamu termasuk salah satunya. Jika pun memang demikan, hidup harus tetap berjalan. Hidup harus tetap dihadapi meski kadang merasa kehilangan arah, dan rindu tempat pulang.

Pertanyaannya, apakah rumah yang ada saat ini adalah rumah yang membuat batin damai? Atau justru yang memunculkan gelisah? Jika kamu masih mempertanyakan itu, kamu perlu melanjutkan perjalanan spiritual. 

Perjalanan spiritual adalah perjalanan personal, yaitu pulang ke dalam diri sendiri. saat menjalankan perjalanan spiritual, tidak ada perubahan besar yang langsung terlihat. Tetapi di dalam diri seseorang, ada hati yang sedang belajar kembali mendekat.

promo website harbuknas mei

Baca Juga: 6 Amalan Penenang Hati dan Pikiran Jika Sedang Gelisah

Mendekat Kepada Allah Tidak Selalu Tentang Perubahan Besar

Banyak orang ingin jadi lebih baik, tetapi sering merasa minder duluan karena ibadahnya belum cukup baik. Tidak sedikit juga yang merasa dirinya terlalu banyak salah dan belum pantas untuk mulai mendekat kepada Allah.

Padahal perjalanan spiritual tidak selalu dimulai dari perubahan besar. Kadang semuanya dimulai dari hal kecil yang sederhana. Misalnya mulai meluangkan waktu untuk berdoa lebih lama. Dari mencoba lebih jujur pada diri sendiri. Dari belajar ikhlas menerima hidup yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Atau mungkin dari hati yang akhirnya berhenti terlalu keras pada dirinya sendiri.

Dan teman untuk menemukan jalan spiritual lewat membaca buku Assalamualaikum Baitullah. Buku ini memahami proses seperti itu. Dimana proses hijrah atau mendekat kepada Allah terasa lebih ringan/mudah. Justru buku ini menunjukkan bahwa ketenangan sering datang dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tulus. Dan mungkin memang seperti itu cara hati pulang. Yaitu dengan cara pelan-pelan dan tidak harus langsung sempurna.

Baca Juga: 7 Contoh Tawakal Dalam Kehidupan Sehari Hari dan Manfaatnya

Assalamu’alaikum Baitullah Terasa Dekat dengan Kehidupan Banyak Orang

Yang membuat buku ini nyaman dibaca adalah cara penyampaiannya. Buku ini mengajak pembaca untuk berkontemplasi, mengarahkan pembaca memiliki hati pasarah. Cocok buat kamu yang merasa lelah karena terlalu lama memendam semuanya sendiri.

Jiwa-jiwa yang selama ini mengejar dunia sampai lupa memberi ruang untuk diri sendiri bernapas memang perlu dipaksa untuk berhenti sejenak. Sekedar memikirkan tentang keinginan yang terlalu di genggam sesekali perlu dilepaskan, agar jemari tangan lebih releks. 

Kamu tidak perlu lagi memaksakan diri untuk terlihat kuat, padahal sebenarnya sedang rapuh. Dan buku ini membahas semuanya dengan cara yang lembut, tidak menghakimi dan memahami apa yang pembaca rasakan. 

Maka tidak heran jika setiap kali kamu membaca buku ini, kamu seolah seperti diajak berhenti sebentar dari hidup yang terlalu cepat. Lalu pelan-pelan melihat lagi apa sebenarnya yang sedang dicari selama ini? Karena sering kali, yang membuat hati lelah bukan hidupnya. Tetapi karena kita terlalu jauh dari tempat hati merasa tenang.

Baca Juga: Tokoh dan Sejarah dalam Buku Assalamualaikum Baitullah

Buku Ini Cocok untuk yang Sedang Mencari Tenang

Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai tulisan reflektif dan menenangkan. Terutama buat kamu yang akhir-akhir ini merasa hidupnya terlalu penuh, terlalu bising, atau terlalu melelahkan secara batin.

Tidak hanya sampai disitu, kelebihan buku ini ditulis untuk pembaca yang terasa hangat. Sehingga saat menikmati per helai lembar seolah ditemani seseorang yang tidak sibuk menyuruhmu cepat berubah, tetapi hanya mengajakmu pulang pelan-pelan.

Cover Buku Assalamu’alaikum Baitullah

Buku Assalamu’alaikum Baitullah

Buku Assalamu’alaikum Baitullah mengisahkan perjalanan Amira yang terpuruk dalam luka dan keputusasaan, lalu menemukan kembali harapan melalui perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. Di tengah ujian hidup dan pengkhianatan, ia belajar menata ulang mimpi, memperkuat iman, dan bangkit menjadi pribadi yang lebih tegar. Novel ini menghadirkan pesan tentang kesempatan kedua, keteguhan hati, dan keyakinan bahwa selalu ada jalan pulang bagi siapa pun yang ingin memperbaiki hidupnya.

Beli di Website

Pulang kepada diri sendiri. Pulang kepada Allah. Dan mungkin itulah yang membuat buku Assalamu’alaikum Baitullah lebih dari sekadar buku perjalanan religi. Karena perjalanan menuju Baitullah bukan hanya tentang sejauh apa kaki melangkah. Tetapi tentang sejauh apa hati mau kembali mendekat kepada Tuhan yang selama ini selalu menunggu kita pulang.

Tidak masalah kalau buku ini belum terlalu cocok buatmu. Masih ada banyak novel Islami lainnya yang mungkin bisa menemani proses perjalanan hatimu di sini.

Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat dan bisa menemani perjalanan spiritual dalam Islam yang sedang kamu jalani, meski dimulai dari langkah kecil.

Bagikan Artikel Ini

WhatsApp
Threads
X
Facebook
LinkedIn
Artikel Terbaru