7 Cobaan Sebelum Menikah Menurut Islam, Komunikasikan!

cobaan sebelum menikah

Cobaan sebelum menikah memang ada. Namun ada juga sebagian orang yang tidak mempercayai hal ini. Pada dasarnya, cobaan sebelum menikah di Hadirkan oleh Allah untuk menguji keteguhan cinta dan perasaan dari masing-masing.

Bisa pula kita maknai sebagai pembelajaran atau pemanasan sebelum memasuki kehidupan nyata yang penuh dengan pancaroba, yang harus dilalui bersama-sama. Karena hidup ini jika berjalan lurus tanpa ada kerikil kecil, kurang menarik dan hambar. 

Dalam menata masa depan rumah tangga, manusia memiliki dan boleh memiliki rencana menikah. Menikah dengan orang yang dicintai si A, menikah dengan konsep begini, tinggal di rumah begitu, memiliki anak yang begini begitu dan banyak hal rencana yang bisa kamu buat. 

Namun, disadari atau tidak disadari cobaan sebelum menikah pasti ada dalam bentuk bermacam-macam. Ada masalah orang baru masuk, ada masalah finansial, ada masalah mantan datang dan masih banyak lagi yang sifatnya holistic, setiap orang berbeda-beda. 

Baca Juga: 9 Ciri Kamu Siap Menikah

Cobaan Sebelum Menikah dalam Islam

Bahkan banyak pula kasus dimana semua sewa gedung, dan segala halnya sudah selesai 100%, tinggal akad, endingnya batal menikah.

Tentu saja sedih, namun ini juga kehendak dan rencana Allah yang pasti ada pelajaran baik dibalik itu semua. Berikut beberapa cobaan sebelum menikah yang seringkali dialami calon pengantin.

Nah berikut ini adalah cobaan sebelum menikah yang perlu kamu ketahui jika sedang memulai berumah tangga.

1. Mulai Muncul Keraguan dan Cemas

Cobaan sebelum menikah yang paling umum dirasakan adalah muncul keraguan dan rasa cemas. Penyebabnya pun beragam. Pada intinya, kemunculan keraguan ini bisa meragukan masa depan, bisa juga meragukan pasangan yang selama ini sudah diyakini orang yang terbaik. 

Sementara rasa cemas ini bisa kecemasan di banyak hal. Mulai mencemaskan kehidupan setelah menikah. Mencemaskan masa lalu yang belum diselesaikan dengan calon istri, atau masih banyak kecemasan lain yang sebenarnya kecemasan ini hanyalah bagian dari cobaan sebelum menikah.

2. Lebih Perasa dan Sensitif

Entah sadar atau tidak, cobaan sebelum menikah yang paling umum dirasakan adalah memiliki perasaan sensitif atau lebih perasa. Misal biasa nya cuek dan biasa saja, berubah menjadi curigan, berfikiran negatif dan sensitif. Jika tidak dapat dikontrol, dapat menimbulkan pertengkaran. 

Oh iya, jangan anggap remeh pertengkaran. Karena pertengkaran sebelum menikah juga bisa berakibat fatal loh. Jika ada diantara kalian yang memiliki cerita yang sama, pastikan untuk menjaga lisan. Agar tidak muncul kata dan keinginan sesaat yang tidak diinginkan dan berakibat fatal. 

3. Datangnya Orang Baru dan Lama

Hayo siapa diantara kalian yang punya mantan yang susah dilupakan? Biasanya cobaan sebelum menikah yang paling klise adalah cobaan sebelum menikah. Dimana mantan masa lalu kembali datang, atau mungkin calon pengantin yang datang ke mantan bermain api. 

Bisa juga orang baru yang masuk dalam kehidupan kamu. dan kamu merasa goyah dengan keteguhan hati dan cinta kepada calon pasangan kamu, sehingga terlena dengan pasangan yang baru. Nah, umumnya jika berjodoh dengan calon pasangannya, aka nada trigger yang mengarahkan untuk kembali ke jodohnya. 

Trigger tiap orang-orang untuk kembali ke pasangan jodoh berbeda-beda. Misalnya, ada konflik besar, yang menyadarkan bahwa “oh ternyata orang yang menerimaku apa adanya adalah dia (calon suami/istri)”. Dan masih banyak kasus lain.

Baca Juga: Ciri Suami yang Takut Kehilangan Istri

4. Kesibukan 

Contoh cobaan sebelum menikah yang umum lainnya adalah masalah kesibukan. Sibuk dengan urusan kantor. Padahal tidak biasanya kantor tidak pernah sibuk, atau tidak pernah melibatkan kamu ikut dalam kesibukan. Atau sibuk karena dapat job tambahan. 

Meski cobaan sebelum menikah bentuknya bukan orang ketiga atau masalah percintaan dengan orang lain. Melainkan masalah pekerjaan, nyatanya banyak pasangan yang mengalami pertengkaran hebat karena masalah kesibukan ini. bahkan, banyak diantara mereka yang sampai mengorbankan rencana menikah mereka. 

Jadi buat kamu yang mungkin mengalami hal serupa. Tahan untuk bertengkar. Cobalah untuk memahami pasangan. Jika ada yang perlu disampaikan, bisa kok dibicarakan dengan baik-baik. 

5. Keuangan

Masalah keuangan juga menjadi cobaan sebelum menikah paling banyak aku dengar, mungkin kamu pun juga sering mendengarkannya juga. Ada dua kemungkinan kenapa masalah tersebut berupa keuangan. Bisa karena pasangannya materialistis. Bisa juga karena pasangan tidak mampu dalam arti sebenarnya secara finansial. 

Kita tahu bahwa keuangan setiap individu tidaklah sama. bukan karena tidak mau bekerja atau pengangguran. Bisa jadi karena memang sudah berusaha dan semaksimal mungkin mencari kerja, namun jatah rejeki yang Allah berikan hanya segitu-segitu saja. Tidak cukup untuk hal yang lebih. 

Namun, masalah keuangan pada kenyataannya tidak menjadikan itu sebuah kendala. Lagian banyak juga yang tidak memiliki uang berlimpah. Namun karena niat, secara nalar tidak mampu, tapi Allah berikan kelapangan dan kemudahan untuk bisa menunaikan akad pernikahan.

6. Harapan Kerjaan Oleh Mertua

Cobaan sebelum menikah umum lain, adanya permintaan kerjaan yang diharapkan oleh mertua. Misalnya nih, kamu bekerja sebagai buruh bangunan. Tetapi mertua mengharapkan anaknya bisa mendapatkan jodoh yang bekerja pegawai negeri. 

Wah, ini menjadi PR yang sulit. Kita tahu bahwa rejeki sudah digariskan oleh yang Kuasa. Jumlah berapa rupiahnya pun juga sudah digariskan oleh yang kuasa. Manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, bekerja sekeras mungkin berharap bisa lebih baik.

Tapi apalah daya jika Allah memberikan rejeki ala kadarnya. Itupun sudah mending masih diberi rejeki. Bagaimana jika tidak diberikan rezeki sama sekali? 

Ditambah harapan kerjaan oleh mertua yang terlalu tinggi. Tentu saja ini menjadi beban dan menjadi dilemma.

Bagi pasangan yang tidak memiliki keyakinan dan keteguhan hati, karena alasan sepele seperti ini, bisa dijadikan alasan untuk batal menikah, dan memilih pasangan yang bisa menerima dia apa adanya. 

Jika kamu sedang merasakan masalah yang hampir sama, tugas kamu hanya menguatkan pasangan. Bahwa kamu tidak masalah hidup apa adanya. Dan di waktu yang lain, bisa mengajak diskusi dengan orangtua secara baik-baik. 

7. Rencana Setelah Menikah yang Tidak Cocok

Ada salah satu cerita dari teman, baru menikah belum genap satu 2 minggu, akhirnya bercerai. Penyebabnya ternyata karena tidak cocok tujuan dan visi misi setelah menikah. Dari kasus ini kita bisa belajar bahwasanya penting sekali membicarakan rencana hidup setelah menikah. 

Sebelum menikah, bicarakan banyak hal tentang masa depan. Tujuannya untuk mengetahui dan menjajaki. Sekaligus untuk menyamakan pemikiran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika toh tidak sejalan, setidaknya bisa berpisah dengan baik-baik sebelum menjalankan pernikahan.

Cara Menghadapi Cobaan Sebelum Menikah

Setiap calon pengantin hampir pasti akan menghadapi cobaan sebelum menikah, baik yang datang dari diri sendiri, pasangan, keluarga, maupun kondisi sekitar.

Agar cobaan tersebut tidak berujung pada konflik berkepanjangan atau bahkan batal menikah, diperlukan sikap yang tepat dan bijaksana dalam menyikapinya.

Berikut beberapa cara menghadapi cobaan sebelum menikah yang bisa kamu terapkan agar hubungan tetap terjaga dan tujuan pernikahan sesuai harapan.

1. Menguatkan Niat dan Meluruskan Tujuan Menikah

Menghadapi cobaan sebelum menikah perlu diawali dengan meluruskan niat bahwa pernikahan adalah ibadah, bukan sekadar memenuhi keinginan pribadi atau tuntutan sekitar.

Ketika niat sudah kuat karena Allah, berbagai ujian seperti keraguan, penundaan, atau rencana yang batal dapat disikapi dengan lebih tenang dan dewasa.

2. Membangun Komunikasi yang Jujur dan Dewasa

Banyak cobaan sebelum menikah muncul akibat kurangnya komunikasi yang sehat. Oleh karena itu, penting bagi calon pasangan untuk membiasakan berbicara jujur, terbuka, dan tidak mengedepankan emosi. Komunikasi yang baik membantu mencegah salah paham yang bisa berujung pada konflik besar.

Sebelum membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan, ada satu hal penting yang sering terlupakan: berdamai dengan diri sendiri.

Buku Sebelum Kau Tiba: Pulihkan Diri dari Luka Sebelum Menikah mengajak pembaca menata hati, menyembuhkan luka batin, dan mempersiapkan diri agar hubungan yang dibangun kelak berangkat dari kesiapan, bukan keterpaksaan.

3. Menjaga Komitmen dan Batasan dengan Pasangan

Datangnya orang lama maupun orang baru sering menjadi ujian sebelum menikah. Cara menghadapinya adalah dengan menjaga komitmen, batasan, serta kesetiaan sejak sebelum akad.

Sikap ini menunjukkan kedewasaan dan kesungguhan dalam membangun masa depan bersama pasangan.

4. Bersabar Menghadapi Masalah Keuangan dan Pekerjaan

Masalah ekonomi, pekerjaan, hingga tuntutan dari keluarga merupakan cobaan sebelum menikah yang cukup sering terjadi.

Islam mengajarkan untuk tetap berusaha semaksimal mungkin sekaligus bertawakal kepada Allah. Dengan kesabaran dan sikap saling menguatkan, pasangan dapat melewati fase ini dengan lebih bijak.

Baca Juga: 8 Manfaat Menikah dalam Agama Islam, Apa Saja?

5. Menyepakati Visi dan Rencana Hidup Setelah Menikah

Perbedaan pandangan tentang kehidupan setelah menikah bisa menjadi sumber konflik jika tidak dibahas sejak awal. Oleh karena itu, penting untuk mendiskusikan visi, tujuan, dan rencana hidup bersama sebelum akad berlangsung. Kesepakatan ini akan membantu pernikahan berjalan lebih harmonis dan terarah.

Kesimpulan

Itulah beberapa bentuk cobaan sebelum menikah yang paling sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari beserta cara menghadapinya.

Pada dasarnya cobaan sebelum menikah bukan alasan untuk berpisah. Tetapi sebagai bentuk ujian yang Allah berikan untuk menguji kesetiaan, dan menguji kesungguhan kasih sayang pada pasangan itu.

Jadi, ketika ada masalah, bicarakan, duduk bersama. Selesaikan dengan kepala dingin, demi mendapat mufakat yang bersama dan baik-baik. (Irukawa Elisa)

Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai pengingat bahwa setiap cobaan sebelum menikah hadir untuk menguatkan iman, menata niat, dan mempersiapkan diri menjadi pasangan yang lebih baik.

Artikel pertama kali ditulis oleh Mas Luqman, kemudian diperbarui oleh Annisa Ningrum pada 8 Januari 2026.

Artikel Terbaru