Salat Witir Setelah Tahajud, Boleh atau Tidak?

salat witir setelah tahajud

Bagi banyak umat Islam, terutama anak muda yang sedang berusaha memperbaiki ibadah, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas, yaitu bolehkah salat witir dilakukan setelah salat tahajud? Pertanyaan ini biasanya muncul ketika seseorang sudah melaksanakan salat witir setelah Isya, tetapi kemudian terbangun pada sepertiga malam dan ingin melaksanakan salat tahajud.

Di sisi lain, ada juga yang sengaja menunda salat witir karena berencana bangun malam. Hal ini membuat sebagian orang bingung mengenai urutan salat malam yang benar sesuai dengan tuntunan syariat. Padahal, memahami tata cara ibadah dengan benar dapat membuat kita lebih tenang dan khusyuk saat beribadah.

Kabar baiknya, Islam memberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah sunnah. Selama dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. dan didasari niat yang baik, salat malam menjadi salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan. Agar tidak salah memahami, yuk simak penjelasan lengkap mengenai salat witir setelah tahajud berikut ini.

Pengertian Salat Witir

Salat witir adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil. Kata witir sendiri berarti “ganjil”, sehingga jumlah rakaatnya selalu ganjil, misalnya satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat.

Dalam banyak hadis, Rasulullah saw. sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan salat witir sebagai penutup salat malam. Karena itulah, salat ini sering disebut sebagai “penyempurna” ibadah malam setelah salat sunnah lainnya, termasuk tahajud.

Meski hukumnya bukan wajib, para ulama sepakat bahwa salat witir termasuk sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Artinya, ibadah ini memiliki keutamaan besar dan sangat disarankan untuk dikerjakan secara rutin.

Baca Juga: Salat Tahajud untuk Jodoh? Ternyata Bisa!

Hukum Salat Witir Setelah Tahajud

Buat kamu yang masih belajar, pasti muncul sebuah pertanyaan yang paling sering muncul adalah, apakah boleh salat witir setelah tahajud?

Jawabannya adalah boleh, bahkan itulah yang lebih utama bagi orang yang yakin dapat bangun pada sepertiga malam. Rasulullah saw. bersabda agar menjadikan salat witir sebagai penutup salat malam.

Oleh karena itu, jika seseorang sudah merencanakan bangun untuk tahajud, ia dapat mengerjakan tahajud terlebih dahulu, kemudian menutupnya dengan salat witir.

branding bukunesia store

Namun, bagaimana jika seseorang sudah melaksanakan salat witir setelah Isya, lalu ternyata terbangun untuk tahajud? Apakah kamu juga sering mempertanyakan pertanyaan ini?

Dalam kondisi tersebut, ia tetap diperbolehkan melaksanakan salat tahajud tanpa perlu mengulang salat witir. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi saw. yang menjelaskan bahwa tidak ada dua witir dalam satu malam. Artinya, salat witir cukup dilakukan satu kali dalam semalam.

Jadi, urutannya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika yakin bisa bangun malam, kerjakan tahajud terlebih dahulu, lalu tutup dengan salat witir. Jika khawatir tidak bisa bangun, sebaiknya kerjakan salat witir setelah salat Isya agar tidak melewatkan keutamaannya. Dengan demikian, kedua kondisi tersebut tetap dibenarkan dalam syariat.

Jumlah Rakaat Salat Witir

Salat witir memiliki jumlah rakaat yang fleksibel selama tetap ganjil. Rasulullah saw. pernah melaksanakan salat witir dengan beberapa jumlah rakaat, di antaranya, 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, 7 rakaat,  9 rakaat dan 11 rakaat.

Di Indonesia, praktik yang paling umum adalah salat witir tiga rakaat atau satu rakaat setelah salat tahajud. Bagi pemula yang baru membiasakan diri bangun malam, tidak perlu langsung memaksakan diri melaksanakan banyak rakaat. Memulai dari yang ringan dan dilakukan secara konsisten justru lebih baik daripada banyak tetapi tidak berkelanjutan.

Baca Juga: Ciri-Ciri Orang yang Sering Sholat Tahajud

Waktu Pelaksanaan Tahajud dan Witir

Salat tahajud hanya dapat dilakukan setelah seseorang tidur terlebih dahulu, meskipun tidurnya hanya sebentar. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah salat Isya hingga terbit fajar. Meski demikian, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.

Pada waktu inilah banyak hadis menjelaskan bahwa Allah Swt. membuka pintu ampunan dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang memohon dengan penuh keikhlasan.

Sementara itu, salat witir juga dilaksanakan setelah Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Perbedaannya, salat witir menjadi penutup dari rangkaian salat malam. Agar lebih mudah dipahami, berikut urutannya:

Jika yakin bangun malam:

  • Salat Isya.
  • Tidur.
  • Bangun untuk salat tahajud.
  • Menutup salat malam dengan salat witir.

Jika tidak yakin bisa bangun malam:

  • Salat Isya.
  • Melaksanakan salat witir.
  • Tidur.
  • Jika ternyata terbangun, tetap boleh melaksanakan salat tahajud tanpa mengulang salat witir.

Dengan memahami urutan tersebut, kamu tidak perlu lagi merasa bingung ketika ingin memperbanyak ibadah malam. Sampai disini, kamu mungkin bertanya kenapa sholat witir layak dibiasakan?

Di tengah rutinitas yang padat, meluangkan waktu untuk bangun di sepertiga malam memang bukan perkara mudah. Namun, justru di situlah letak nilai perjuangannya. Tahajud mengajarkan kedisiplinan, keikhlasan, dan kedekatan dengan Allah Swt., sedangkan witir menjadi penutup yang menyempurnakan ibadah malam.

Selain memperbanyak pahala, kebiasaan bangun malam juga menjadi momen terbaik untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak doa, dan memohon petunjuk atas berbagai persoalan yang sedang dihadapi.

Baca Juga: 10 Motivasi Sholat Tahajud yang Membuat Hidup Lebih Tenang

Kesimpulan

Memahami tata cara salat malam dengan benar membuat ibadah terasa lebih tenang dan mantap. Pada dasarnya, salat witir setelah tahajud adalah pilihan yang dianjurkan bagi orang yang yakin bisa bangun di sepertiga malam.

Sementara itu, bagi yang khawatir tidak dapaSemoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai salat witir setelah tahajud, mulai dari hukum, jumlah rakaat, hingga waktu pelaksanaannya.t bangun, melaksanakan salat witir setelah Isya juga tetap menjadi pilihan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Yang terpenting, salat witir cukup dilakukan satu kali dalam satu malam.

Kalau kamu sedang mulai membangun kebiasaan salat malam atau ingin lebih konsisten mendekatkan diri kepada Allah Swt., perjalanan itu tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Mulailah dari langkah sederhana, tetapi dilakukan dengan istiqamah.

Salah satu bacaan yang bisa menemani proses tersebut adalah buku Dua Rakaat Dulu Aja. Buku ini mengajak pembaca untuk memulai perjalanan spiritual secara perlahan, tanpa merasa terbebani.

Cover Buku Dua Rakaat Dulu Aja, Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam

Buku Dua Rakaat Dulu Aja, Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam

Buku yang membahas seputar amalan tahajud, mulai dari pengertian, hukum, tata cara, hingga fenomena yang sering dijumpai ketika menjalankan amalan sunah ini. Semua orang pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda, tahajud merupakan salah satu amalan yang memberikan kita ruang untuk meminta solusi terbaik kepada Sang Pencipta.

Beli di Website

Melalui bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari dua rakaat yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan.

Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai salat witir setelah tahajud, mulai dari hukum, jumlah rakaat, hingga waktu pelaksanaannya.

Referensi

Al-Asqalani, I. H. (2000). Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam. Darussalam.
An-Nawawi, Y. (2003). Riyadhus Shalihin. Darussalam.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Muslim, I. (2007). Sahih Muslim. Darussalam.
Al-Bukhari, M. I. (2007). Sahih al-Bukhari. Darussalam.

Bagikan Artikel Ini

WhatsApp
Threads
X
Facebook
LinkedIn
Artikel Terbaru