Sastra Melayu: Karakteristik dan Ragam Karya Klasiknya

sastra melayu

Sastra Melayu merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga dalam khazanah kesusastraan Nusantara. Karya sastra ini tumbuh dan berkembang seiring perjalanan masyarakat Melayu, baik secara lisan maupun tulisan.

Sastra Melayu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampai nilai moral, adat istiadat, kepercayaan, hingga pandangan hidup masyarakatnya.

Untuk memahami sastra Melayu secara utuh, penting mengetahui pengertiannya, karakteristiknya dan contoh-contoh karya sastra melayu sebagai berikut. 

Pengertian Sastra Melayu

Secara umum, sastra Melayu adalah karya sastra yang lahir, berkembang, dan hidup di lingkungan masyarakat Melayu dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai medium utamanya. Bentuknya sangat beragam, mulai dari pantun, syair, gurindam, hikayat, hingga cerita rakyat. 

Menurut H. B. Jassin, sastra Melayu adalah ungkapan pengalaman batin masyarakat Melayu yang disampaikan melalui bahasa indah dan memiliki nilai estetika. Karya sastra Melayu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya.

Oleh karena itu, sastra Melayu sering mencerminkan cara berpikir, sikap hidup, serta nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Melayu.

Sementara itu, A. Teeuw memandang sastra Melayu sebagai bagian dari sastra tradisional Nusantara yang memiliki ciri khas pada pola bahasa, simbol, dan tema.

Ia menekankan bahwa sastra Melayu berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam konteks ini, sastra Melayu berperan penting dalam menjaga kesinambungan identitas budaya Melayu.

Baca Juga: 7 Kumpulan Puisi Karya Sastrawan Terkenal Wajib Kamu Tahu

Karakteristik Sastra Melayu

Karya sastra Melayu tumbuh seiring perkembangan masyarakat Melayu dan menjadi media penting dalam menyampaikan pandangan hidup, adat istiadat, serta ajaran moral. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, sastra Melayu juga berperan sebagai sarana pendidikan dan pelestarian budaya.

payday des

Untuk memahami kekhasannya, penting mengenali karakteristik sastra Melayu yang membedakannya dari tradisi sastra lainnya. Berikut empat karakteristik utama sastra Melayu yang paling menonjol dan mudah dikenali.

1. Mengandung Nilai Moral dan Didaktis

    Salah satu karakteristik sastra Melayu yang paling kuat adalah kandungan nilai moral dan ajaran hidup di dalamnya. Karya-karya sastra Melayu, seperti hikayat, gurindam, dan syair, umumnya bertujuan memberikan nasihat, tuntunan, serta pelajaran tentang kehidupan.

    Nilai-nilai seperti kejujuran, kesetiaan, kesabaran, dan penghormatan terhadap orang tua sering diangkat sebagai pesan utama. Oleh karena itu, sastra Melayu sering dijadikan media pendidikan karakter dalam masyarakat tradisional.

    2. Menggunakan Bahasa yang Indah dan Bersifat Simbolis

      Karakteristik berikutnya adalah penggunaan bahasa yang indah, berirama, dan penuh makna simbolis. Sastra Melayu dikenal dengan gaya bahasa yang halus, santun, dan kaya majas. Bentuk sastra seperti pantun dan syair menunjukkan keteraturan rima serta pemilihan diksi yang cermat.

      Bahasa simbolik dalam sastra Melayu sering digunakan untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung. Simbol alam, perumpamaan, dan kiasan menjadi ciri khas yang membuat karya sastra Melayu terasa mendalam dan bernilai estetis tinggi.

      3. Berkaitan Erat dengan Adat dan Kehidupan Masyarakat

        Sastra Melayu lahir dari kehidupan sosial masyarakat Melayu, sehingga sangat erat kaitannya dengan adat istiadat dan tradisi setempat. Cerita-cerita dalam sastra Melayu banyak menggambarkan struktur sosial, hubungan keluarga, peran pemimpin, serta norma yang berlaku dalam masyarakat.

        4. Memiliki Fungsi Sosial dan Kolektif

          Karakteristik sastra Melayu yang tidak kalah penting adalah sifatnya yang kolektif dan memiliki fungsi sosial. Banyak karya sastra Melayu yang tidak mencantumkan nama pengarang secara jelas, karena lebih dianggap sebagai milik bersama. Karya-karya ini diwariskan secara turun-temurun, baik secara lisan maupun tulisan.

          Sastra Melayu berfungsi sebagai alat pemersatu masyarakat, media penyampaian nilai bersama, serta sarana hiburan yang mendidik. Keberadaannya memperkuat identitas budaya dan rasa kebersamaan dalam komunitas Melayu.

          Baca Juga: 5 Contoh Seni Sastra Peninggalan Islam di Indonesia

          Contoh Sastra Melayu Klasik

          Sastra Melayu klasik merupakan warisan budaya Nusantara yang tumbuh dan berkembang sebelum pengaruh modernisasi masuk secara luas. Hingga kini, sastra Melayu klasik masih relevan untuk dipelajari karena sarat dengan pesan kehidupan yang bersifat universal.

          Untuk mengenal lebih dekat khazanah sastra Melayu, berikut sembilan contoh sastra Melayu klasik yang paling dikenal dan berpengaruh.

          1. Hikayat

            Hikayat merupakan bentuk sastra Melayu klasik yang berbentuk prosa naratif. Cerita dalam hikayat umumnya berkisah tentang tokoh bangsawan, raja, atau pahlawan dengan unsur kepahlawanan, keajaiban, dan nilai moral. Hikayat berfungsi sebagai sarana hiburan sekaligus media pendidikan bagi masyarakat pada masa lampau.

            2. Pantun

              Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama Melayu yang sangat populer di masyarakat. Ciri khas pantun terletak pada pola rima a-b-a-b serta susunannya yang terdiri atas sampiran dan isi.

              Melalui pantun, masyarakat Melayu menyampaikan nasihat, sindiran halus, ungkapan cinta, hingga nilai kehidupan dengan bahasa yang indah dan penuh kiasan.

              3. Syair

                Syair merupakan puisi Melayu klasik yang setiap baitnya terdiri atas empat baris dengan rima a-a-a-a. Isi syair biasanya menceritakan kisah panjang, baik tentang sejarah, keagamaan, maupun nasihat moral. Syair digunakan sebagai sarana pengajaran dan dakwah dengan gaya bahasa yang lembut dan berirama.

                Nilai keindahan bahasa dan kedalaman makna seperti yang terdapat dalam syair juga dapat pembaca temukan dalam Buku Senja Jingga di Bentala Timah: Jejak Sastra di Tanah Melayu, yang menghadirkan puisi dan cerpen reflektif tentang kehidupan, sejarah, serta budaya Kepulauan Melayu, sekaligus menenangkan batin pembacanya.

                4. Gurindam

                  Gurindam adalah bentuk puisi Melayu klasik yang terdiri atas dua baris dalam satu bait. Baris pertama berisi sebab atau pernyataan, sedangkan baris kedua berisi akibat atau jawaban. Gurindam sarat dengan nasihat dan ajaran moral, sehingga sering digunakan sebagai pedoman perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

                  5. Tambo

                    Tambo merupakan karya sastra Melayu klasik yang berisi catatan sejarah, asal-usul, atau silsilah suatu daerah dan kerajaan. Selain memuat fakta sejarah, tambo juga sering dibumbui unsur mitos dan legenda. Karya ini berfungsi untuk memperkuat identitas dan jati diri masyarakat Melayu.

                    6. Seloka

                      Seloka merupakan salah satu bentuk puisi Melayu klasik yang mengandung unsur jenaka dan sindiran. Melalui gaya bahasa yang halus dan menghibur, seloka sering dimanfaatkan untuk menyampaikan kritik sosial terhadap perilaku manusia. Meski terkesan ringan, seloka mengandung pesan moral yang mendalam.

                      7. Mantra

                        Mantra termasuk sastra lisan Melayu klasik yang erat kaitannya dengan kepercayaan dan spiritualitas. Karya ini dipercaya memiliki kekuatan magis serta kerap digunakan dalam upacara adat, pengobatan tradisional, maupun ritual tertentu. Bahasa mantra bersifat simbolis dan penuh makna sakral.

                        8. Legenda

                          Sementara yang dimaksud dengan legenda adalah cerita rakyat Melayu yang berkaitan dengan asal-usul suatu tempat, tokoh, atau peristiwa tertentu.

                          Cerita legenda biasanya diwariskan secara lisan dan mengandung nilai sejarah serta pesan moral. Legenda berperan penting dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat.

                          9. Mitos

                            Mitos merupakan cerita yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan alam, makhluk gaib, atau dewa. Dalam sastra Melayu klasik, mitos berfungsi menjelaskan fenomena alam dan kehidupan manusia melalui sudut pandang kepercayaan tradisional.

                            Sembilan contoh sastra Melayu klasik di atas menunjukkan betapa kayanya khazanah budaya Melayu. Setiap bentuk sastra memiliki fungsi dan karakteristik tersendiri, mulai dari hiburan, pendidikan, hingga pelestarian nilai adat dan kepercayaan.

                            Dengan mempelajari sastra Melayu klasik, generasi masa kini dapat memahami akar budaya sekaligus mengambil hikmah dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

                            Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai referensi awal untuk mengenal sastra Melayu, mulai dari karakteristik hingga ragam karya klasik yang sarat makna budaya.

                            Referensi 

                            Jassin, H. B. (1993). Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Balai Pustaka.
                            Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
                            Braginsky, V. I. (1998). The Heritage of Traditional Malay Literature. Leiden: KITLV Press.
                            Junus, U. (1985). Sastra Melayu: Lintas Sejarah dan Budaya. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.

                            Artikel Terbaru