Seni sastra peninggalan Islam tidak bisa dilepaskan dari sejarah peninggalan Islam di Indonesia, karena karya sastra menjadi salah satu bukti awal masuk dan berkembangnya ajaran Islam di Nusantara.
Sejak abad ke-13, sejarah peninggalan Islam mulai tercatat melalui karya-karya sastra yang tumbuh di wilayah pesisir, seiring aktivitas perdagangan dan penyebaran dakwah oleh para ulama dan pedagang dari Arab, Cina, hingga wilayah Asia lainnya.
Pada perkembangannya, seni sastra peninggalan Islam semakin menguat pada masa kejayaan Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Demak, dan Kerajaan Mataram, yang menjadikan sastra sebagai sarana pendidikan, dakwah, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Table of Contents
ToggleSejarah Peninggalan Islam
Sejarah peninggalan Islam di Indonesia bermula dari proses penyebaran Islam sejak abad ke-13 yang berlangsung secara damai melalui perdagangan, pendidikan, dan budaya.
Salah satu bentuk peninggalan yang berperan besar dalam proses ini adalah seni sastra peninggalan Islam, yang digunakan sebagai media dakwah dan penyampaian nilai keagamaan.
Melalui karya seperti hikayat, syair, dan suluk, sejarah peninggalan Islam tidak hanya terekam sebagai peristiwa masa lalu, tetapi juga sebagai warisan budaya yang hidup.
Seni sastra tersebut menjadi sarana efektif untuk menanamkan ajaran Islam sekaligus menyesuaikannya dengan tradisi masyarakat Nusantara.
Baca Juga: 8 Cara Menjalani Hidup Bermakna Dalam Islam
Contoh Seni Sastra Peninggalan Islam
Lantas, apa saja contoh seni sastra peninggalan Islam yang digunakan sebagai sarana dakwah dan komunikasi? Mengutip buku Seri IPS Sejarah karya Drs. Prawoto, M.Pd. (2006:97-99), berikut lima contoh sastra peninggalan Islam yang masih dikenal hingga kini.
1. Babad
Babad adalah karya sastra daerah yang menceritakan peristiwa sejarah menggunakan bahasa lokal seperti Jawa, Sunda, Bali, Madura, dan Sasak, serta memiliki nilai historis tinggi karena merekam perjalanan kerajaan Islam di Nusantara.
Contoh babad yang populer hingga kini antara lain:
- Babad Tanah Jawi
- Babad Giyanti
- Babad Demak
Meskipun sistem kerajaan sudah tidak ada, kisah dalam babad masih sering diceritakan dan menjadi bagian dari sejarah sastra Indonesia.
2. Syair
Selain babad, terdapat syair, karya sastra berupa sajak dengan ciri khas empat baris per bait dan memiliki rima yang seirama. Syair memiliki makna mendalam dan hingga kini masih populer serta sering dipraktikkan dalam seni sastra.
Contoh syair peninggalan Islam yang terkenal:
- Syair Perahu
- Syair Kompeni Walanda
- Syair Ikan Terubuk
Syair tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan moral.
Baca Juga: 7 Kumpulan Puisi Karya Sastrawan Terkenal Wajib Kamu Tahu
3. Suluk
Suluk adalah karya sastra yang berkembang pada masa awal kerajaan Islam di Indonesia dan berisi ajaran tasawuf yang menekankan perjalanan spiritual manusia menuju Tuhan, yang banyak diajarkan oleh para wali dan ulama pada zamannya.
Pada era modern, istilah “wali” kerap mengalami pergeseran makna, namun karya suluk tetap memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan agama Islam di Nusantara.
4. Hikayat
Hikayat adalah karya sastra Melayu yang menceritakan kisah tokoh-tokoh bersejarah dengan pesan moral yang kuat. Fungsi utama hikayat adalah sebagai sarana hiburan, motivasi, dan penyampaian nilai-nilai kehidupan.
Contoh hikayat yang legendaris dan masih sering kita dengar:
- Hikayat Amir Hamzah
- Hikayat Hang Tuah
Hikayat ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan tradisi Melayu.
5. Kitab-Kitab
Pada masa kerajaan Islam, banyak kitab yang ditulis untuk mendokumentasikan sejarah dan nilai-nilai ajaran Islam. Kitab-kitab ini mencerminkan kejayaan kerajaan Islam seperti Perlak, Samudera Pasai, Malaka, Demak, dan Yogyakarta.
Beberapa contoh kitab peninggalan kerajaan Islam yang populer hingga kini antara lain:
- Kitab Manik Maya
- Kitab Sasana-Sunu
- Kitab Nitisastra
- Kitab Sastra Gending
Kitab-kitab ini merupakan warisan penting yang masih dijaga dan dijadikan referensi oleh para sejarawan.
Itulah beberapa seni sastra peninggalan islam yang sampai sekarang masih sering kita dengar kisahnya. Terkadang, kisah tersebut masih berbentuk kisah dongeng yang diceritakan dari mulut ke mulut. Buku Ketika Mas Gagah Pergi, kisah penuh nilai Islami yang meneruskan tradisi sastra Islam sebagai media dakwah dan inspirasi.
Semoga artikel dari Bukunesia Store tentang seni sastra peninggalan islam ini bermanfaat dan cukup memberikan jawaban. Barangkali, kamu salah satu penikmat sastra yang tertarik ingin menyelami karya-karya dahulu, yang kemudian di kolaborasi dengan gaya kekinian. (Iruekkawa Elisa)
Artikel pertama kali ditulis oleh Mas Luqman, kemudian diperbarui oleh Annisa Ningrum pada 14 Januari 2026.







