Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar Sesuai Sunnah

tata cara sholat tahajud yang benar

Tata cara sholat tahajud yang benar perlu dipahami agar ibadah malam ini tidak hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Sholat tahajud merupakan shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, meskipun tidur hanya sebentar. Ibadah ini memiliki keistimewaan karena dilakukan di waktu yang sunyi, ketika fokus dan kekhusyukan lebih mudah tercapai.

Tata Cara Sholat Tahajud Perempuan

Di tengah kesibukan mengurus rumah, pekerjaan, dan keluarga, banyak perempuan merindukan waktu hening untuk benar-benar berbicara dengan Allah SWT.

Saat malam mulai sunyi dan aktivitas dunia berhenti, sholat tahajud menjadi ruang pribadi yang menenangkan hati. Tidak sedikit perempuan yang ingin melaksanakannya, tetapi masih ragu tentang tata cara sholat tahajud perempuan yang benar.

Padahal, sholat tahajud dapat dilakukan dengan langkah yang sederhana, ringan, dan tetap sesuai tuntunan, tanpa harus membebani diri. Berikut tata cara sholat tahajud perempuan secara umum sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

1. Membaca Niat Sholat Tahajud

    Niat sholat tahajud cukup di dalam hati saat takbiratul ihram. Jika dilafalkan, niatnya sebagai berikut:

    Asholli sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
    Artinya: Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta‘ala.

    2. Takbiratul Ihram

      Mengangkat kedua tangan sejajar bahu sambil mengucapkan takbir, lalu membaca doa iftitah.

      3. Membaca Surah Al-Fatihah

        Al-Fatihah wajib dibaca pada setiap rakaat dengan tartil dan penghayatan.

        4. Membaca Surah atau Ayat Al-Qur’an

          Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah Al-Qur’an. Perempuan boleh membaca surah pendek maupun panjang sesuai kemampuan.

          promo bulanan jan

          5. Rukuk dan I’tidal

            Rukuk dilakukan dengan membaca tasbih, lalu dilanjutkan i’tidal dengan bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW.

            6. Sujud dan Duduk di antara Dua Sujud

              Sujud dilakukan dengan penuh kekhusyukan. Perempuan dianjurkan memperbanyak doa saat sujud karena merupakan posisi paling dekat dengan Allah SWT.

              7. Rakaat Kedua

                Rakaat kedua dilakukan dengan urutan yang sama seperti rakaat pertama, kemudian diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.

                Sholat tahajud minimal dua rakaat dan dapat ditambah sesuai kemampuan, dilakukan dua rakaat-dua rakaat. Setelah sholat tahajud, dianjurkan memperbanyak doa. Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca.

                Perempuan dapat memohon ampunan, kesehatan, ketenangan hati, kemudahan rezeki, atau kebaikan untuk keluarga. Doa boleh dibaca dengan bahasa Arab maupun bahasa yang dipahami, selama disampaikan dengan penuh keikhlasan dan keyakinan.

                Agar sholat tahajud dapat dilakukan secara rutin, perempuan dapat memulai dengan langkah kecil, seperti tidur lebih awal, memasang alarm, dan tidak memaksakan jumlah rakaat. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan, bukan banyaknya rakaat.

                Baca Juga: 7 Keutamaan Salat Tahajud untuk Wanita

                Tata Cara Sholat Tahajud yang Benar

                Berikut penjelasan tata cara sholat tahajud yang benar, runtut, dan sesuai dengan dalil Al-Qur’an dan hadis.

                1. Memastikan Waktu Sholat Tahajud

                  Sholat tahajud dilakukan setelah sholat Isya dan tidur terlebih dahulu, lalu bangun kembali pada malam hari. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak bangun tidur hingga menjelang masuk waktu Subuh.

                  Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, karena pada waktu tersebut Allah SWT membuka pintu ampunan dan mengabulkan doa hamba-Nya.

                  Namun, sholat tahajud tetap sah dilakukan di waktu malam mana pun setelah tidur, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

                  2. Bersuci dan Menyiapkan Diri

                    Sebelum melaksanakan sholat tahajud, pastikan berada dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. Lakukan wudhu dengan sempurna dan gunakan pakaian yang bersih serta menutup aurat.

                    Persiapan ini bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga membantu menenangkan hati dan pikiran sebelum menghadap Allah SWT.

                    3. Membaca Niat Sholat Tahajud

                      Niat sholat tahajud dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Tidak ada kewajiban melafalkan niat, namun jika ingin dilafalkan, niat sholat tahajud sebagai berikut:

                      Asholli sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

                      Artinya: Aku niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta‘ala.

                      Niat ini menegaskan bahwa shalat dilakukan dengan kesadaran penuh dan keikhlasan.

                      4. Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah

                        Angkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil mengucapkan takbir “Allahu Akbar”. Setelah itu, dianjurkan membaca doa iftitah. Doa ini berfungsi sebagai pembuka sholat dan membantu menghadirkan kekhusyukan sejak awal.

                        5. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Qur’an

                          Setelah doa iftitah, bacalah Surah Al-Fatihah dengan tartil. Al-Fatihah merupakan rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan. Setelah itu, lanjutkan dengan membaca surah atau ayat Al-Qur’an.

                          Dalam sholat tahajud, dianjurkan membaca ayat-ayat yang panjang jika mampu, namun membaca surah pendek tetap sah dan bernilai ibadah.

                          Baca Juga: Surat yang Dibaca Saat Sholat Tahajud, Mustajab

                          6. Rukuk, I’tidal, dan Sujud dengan Thuma’ninah

                            Setelah membaca Al-Qur’an, lakukan rukuk dengan membaca tasbih minimal tiga kali. Rukuk dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru. Kemudian berdiri kembali untuk i’tidal, lalu dilanjutkan dengan sujud.

                            Saat sujud, dianjurkan memperbanyak doa karena posisi ini merupakan keadaan paling dekat seorang hamba dengan Allah SWT. Lakukan duduk di antara dua sujud dengan khusyuk, kemudian sujud kembali.

                            7. Melanjutkan Rakaat Kedua

                              Rakaat kedua sholat tahajud dilakukan dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama, dimulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud. Setelah selesai, bacalah tasyahud akhir dengan sempurna, lalu akhiri sholat dengan salam ke kanan dan kiri.

                              8. Jumlah Rakaat Sholat Tahajud

                                Sholat tahajud minimal dilakukan dua rakaat dan tidak memiliki batas maksimal. Rasulullah SAW biasa mengerjakan sholat malam sebanyak sebelas atau tiga belas rakaat termasuk witir.

                                Namun, sholat tahajud dapat dilakukan dua rakaat-dua rakaat sesuai kemampuan. Konsistensi lebih utama dibanding jumlah rakaat yang banyak.

                                9. Membaca Doa Setelah Sholat Tahajud

                                  Setelah salam, dianjurkan membaca doa. Tidak ada doa khusus yang diwajibkan, sehingga seseorang boleh memohon apa saja kepada Allah SWT, baik urusan dunia maupun akhirat. Doa setelah tahajud menjadi momen intropeksi dan pengaduan yang jujur, disampaikan dengan penuh harap dan keyakinan.

                                  10. Menutup dengan Sholat Witir

                                    Sebagai penutup sholat malam, dianjurkan melaksanakan sholat witir. Rasulullah SAW menegaskan bahwa witir adalah penutup sholat malam. Sholat witir dapat dilakukan satu, tiga, atau lebih rakaat sesuai sunnah.

                                    Tata cara sholat tahajud yang benar dimulai dari memastikan waktu, bersuci, niat yang ikhlas, hingga melaksanakan setiap gerakan dengan thuma’ninah dan kekhusyukan.

                                    Sholat ini tidak menuntut jumlah rakaat yang banyak, tetapi menekankan kehadiran hati dan kedekatan dengan Allah SWT. Dengan memahami tata cara sholat tahajud secara benar, ibadah malam ini dapat menjadi sumber ketenangan, kekuatan spiritual, dan refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari.

                                    Rekomendasi Buku Motivasi Agama


                                    Buku Dua Rakaat Dulu Aja Buku Nabi Muhammad SAW Buku Mencari Tenang yang Hilang
                                    Buku Dua Rakaat Dulu Aja Buku Nabi Muhammad SAW Buku Mencari Tenang yang Hilang

                                    Dapatkan Buku Motivasi Agama di Buku Agama

                                    Menemani waktu refleksi dengan bacaan Islami kini terasa lebih ringan, karena Bukunesia Store tengah menghadirkan Promo Buku yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

                                    Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai panduan praktis bagi umat Muslim dalam menjalankan tata cara sholat tahajud yang benar sesuai tuntunan.

                                    Referensi

                                    Al-Bukhari, M. I. (n.d.). Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
                                    Muslim, I. H. (n.d.). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi.
                                    Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
                                    An-Nawawi, I. S. (n.d.). Riyadhus Shalihin. Beirut: Dar al-Fikr.
                                    Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Buku Tuntunan Sholat Sunnah. Jakarta: Kemenag RI.

                                    Artikel Terbaru