Struktur Novel: Pengertian dan Contoh

struktur-novel

Novel salah satu bacaan buku yang paling banyak dilirik oleh kawula muda. Novel menjadi bacaan cukup populer karena bersifat hiburan yang memiliki amanat cerita yang cukup berkesan. Daya tarik novel selain menawarkan hiburan bagi pembaca, nyatanya novel juga menarik perhatian calon penulis novel, karena prospek masa depan yang menjanjikan. 

Jadi buat kamu yang tertarik ingin menjadi penulis novel, maka kamu harus tahu struktur penulisan novel itu seperti apa dan bagaimana.untuk mengetahui jawabannya, kamu bisa dapatkan jawabannya di sini.

Pengertian Novel 

Sebelum mengulas struktur novel, kita akan mendeskripsikan pengertian dari novel secara umum terlebih dahulu. Jadi novel adalah karya sastra yang memuat unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik. Jadi unsur intrinsik novel terdiri dari tema, alur, tokoh, latar, penokohan, gaya bahasa dan amanat. Sementara unsur ekstrinsik novel terdiri dari latar belakang penulis hingga pesan-pesan sentimentil yang ditawarkan.

Novel salah satu karya sastra yang membutuhkan skill tersendiri bagi si penulis. Karena sebuah novel yang menarik dan hidup mampu menggerakan hati dan emosi si pembaca. Tentu saja untuk bisa menciptakan suasana novel yang hidup seperti demikian dibutuhkan skill berbahasa dan menulis yang matang.

Itu sebabnya, sedikit novel yang benar-benar meledak dan menjadi best seller. Karena untuk bisa menarik masa pembaca dalam jumlah besar, novel benar-benar harus bagus. Inilah tantangan calon sastrawan penerus. Agar tetap mengasah skill berbahasa dan skill menulis. Jadi jangan sekedar mengejar jumlh banyak novel yang diterbitkan, tetapi juga memperhatikan kualitas isinya juga ya.

Struktur Novel

Teruntuk kamu yang tidak sekedar ngaku suka membaca novel, tetapi juga ingin menjadi seorang penulis novel. Maka Kamu wajib mengetahui struktur novel. Berikut struktur dan penjelasan singkatnya. 

Abstrak 

Abstrak adalah bagian awal cerita yang bentuknya berupa cerita. Penulisan abstrak hanya ditulis secara pendek, ringkas namun tetap padat dan membuat pembaca merasa penasaran. Namun ada pula beberapa penulis yang tidak memanfaatkan bagian abstrak ini, karena memang abstrak ini sifatnya opsional atau pilihan, dengan kata lain tidaklah wajib.

Namun dari perspektif yang lain,menurut saya pribadi abstrak atau sinopsis ini perlu. Karena membantu calon pembaca atau editor mengetahui secara garis besar isi buku. Karena bagaimanapun juga, abstrak yang menarik dan membuat penasaran akan mempengaruhi pembaca akan membeli novel tersebut atau tidak. 

Orientasi 

Struktur yang wajib ada dalam penulisan novel adalah orientasi. Orientasi merupakan struktur novel berbentuk pengenalan situasi cerita. Nah, di bagian orientasi ini sebenarnya bagian yang paling ditanyakan oleh penulis pemula. Terkait, bingung dan tidak tahu bagaimana cara memulai menulis novel?

Jadi kamu bisa memulai menuliskannya dengan pengenalan tokoh, menonjolkan latar yang meliputi menjelaskan atau mendeskripsikan keunikan dan kesan sentimentil suatu tempat, waktu atau suasana. Atau bisa juga kamu menegaskan watak tokoh di bagian orientasi. 

Prinsip dari struktur orientasi adalah memperkenalkan dasar cerita dan karakter-karakter tokoh yang hendak dikisahkan dalam novel tersebut. Jika Kamu masih merasa bingung, kamu juga bisa mengawali struktur orientasi dengan menonjolkan konflik antar tokoh untuk menarik perhatian pembaca. Bagaimana? Sampai disini sudah ada gambaran tentang orientasi bukan? 

Komplikasi 

Dalam menulis novel, kamu tidak boleh berpuas diri menguasai di bagian orientasi saja. Kamu juga wajib menguasai struktur komplikasi. Komplikasi adalah urutan yang menceritakan kejadian atau urutan sebab akibat. Jadi inti menulis novel adalah penulis menceritakan sebab akibat si tokoh lakukan. 

Berawal dari adanya sebab akibat inilah yang akhirnya melahirkan permasalahan. Tingkat permasalahan yang ditimbulkan pun ada tingkatannya, yaitu tingkatan ringan, sedang dan besar. Nah, pr bagi si penulis adalah bagaimana mengemas sebab-akibat dan permasalahan dalam hidup si tokoh ini dengan runut, terstruktur rapi sehingga pembaca tidak sekedar tahu sebab akibatnya, tetapi pembaca juga tahu pesan dan hikmah yang disampaikan penulis untuk pembaca.

Klimaks

Ada istilah klimaks dalam penulisan struktur novel. Klimak itu sendiri adalah runtutan atau tingkatan konflik yang diciptakan oleh si penulis. Jadi dari masa orientasi dan komplikasi ada serentetan masalah kecil. Kemudian masalah itu semakin besar, semakin besar dan titik puncak dari masalah yang besar itulah yang disebut dengan bagian klimaks. 

Biasanya struktur konfliks ini jika diukur dari rasa si pembaca, maka si pembaca berada di titik emosi, gregetan, dan ikut sebel-senang-marah pada si tokoh tersebut. Nah, jika penulis novel bisa menciptakan perasaan emosi pembaca seperti demikian, maka itu ukuran bahwa si penulis berhasil.

Evaluasi 

Jika klimaks adalah puncak permasalahan yang diciptakan si penulis, maka struktur evaluasi adalah pemecahan masalah. Jadi di puncak tertinggi permasalahan hidup didalam novel yang mungkin denial, menolak, tidak menerima, ambisius, serakah dan bermacam-macam. Dipuncak itu semua adalah ketidakmampuan yang pada akhirnya si berada di titik balik. Dimana si tokoh yang bermasalah hanya perlu pasrah dan menerima ambisi/ekspektasinya dan memiliki untuk keluar dari masalah dan mencari solusinya. 

Dari struktur evaluasi sampai resolusi ini jika digambarkan dalam bentuk grafik itu seperti kurva piramida. Konflik berada di kurva paling atas, sementara evaluasi berada di lengkungan yang mulai menurun. Itu artinya ini adalah masa transisi atau masa mengurangi tingkat ketegangan konfliks. 

Nah, seorang penulis novel harus bisa memainkan kurva ini secara bertahap dan sistematis. Tentu, bagi penulis pemula, ini bukan perkara yang mudah.

Resolusi 

Garis kurva evaluasi yang mulai turun dari titik klimaks konflik perlu diturunkan lagi intensitas ketegangan konfliknya. Penurunan tingkat konflik lebih rendah dari struktur evaluasi inilah yang disebut dengan struktur resolusi. Dimana ini adalah bagian akhir yang berisi penyelesaian atau berisi solusi atas permasalahan yang terjadi selama ini. Memang secara prakteknya, bagian resolusi ini dikemas berbeda-beda dari si penulis. 

Namun sebagai gambaran pemahaman sederhana, bagian resolusi ini bisa digambarkan dengan kesadaran diri si tokoh atas perbuatannya. Tokoh-tokoh yang sebelumnya jahat, mulai mendapatkan karma, dan apa yang dilakukan salah, dan singkat cerita si tokoh jahat sadar/insaf dan mengalami pencerahan. Di bagian ini juga adalah momen dimana pembaca bisa mengambil pelajaran dan hikmah hidup. 

Koda 

Struktur paling akhir dari struktur novel adalah koda. Koda adalah bagian penutup. Dibagian inilah amanat novel disisipkan. Bahasa sederhana, koda adalah bagian kesimpulan dari seluruh novel yang juga dijadikan sebagai properti people dan sebagai tempat pemberi pelajaran dan hikmah hidup.

Ya, meskipun pada kenyataannya novel-novel keren dalam membuat koda terlihat halus dan tidak terlihat menonjol. Bahkan ada pula penulis yang sengaja mengakhiri novel mereka secara menggantung. Dimana ending cerita diserahkan pada si pembaca. Dimana pembaca dibebaskan untuk menginterpretasikan sendiri.

Itulah beberapa struktur novel yang wajib diperhatikan saat hendak menulis. Sampai di sini, semoga bisa menjawab bagaimana runutan dan rangkaian membuat novel yang menarik. 

Contoh Novel 

Dari ulasan struktur novel di atas, memang dalam praktik penulisan novel tidak akan terlihat struktur itu dengan jelas. Namun jika diperhatikan secara seksama, maka muatan isi dari novel yang baik itu memiliki unsur-unsur di atas. Buat kamu yang butuh referensi atau contoh novel yang laris manis di pasar lokal maupun pasar internasional, maka kamu perlu membaca novel berikut. 

  1. Novel Matinya Toean Presiden, Karya Sulong A’Dzam Shuhuf
  2. Becky Sepenggal Kisah yang Hilang, Karya Rita Harahap
  3. Burung-burung Manyar karya Y.B Mangunwijaya
  4. Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan 
  5. Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye
  6. Don Quixote karya Miguel de Cervantes 
  7. Jane Eyre karya Charlotte Bronte
  8. Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata 
  9. Menara 5 Menara karya Ahmad Fuadi 
  10. Mrs. Dalloway karya virgina Woolf 
  11. One hundred years of solitude karya Gabriel Garcia Marquez
  12. Perahu Kertas karya Dee Lestari 
  13. Pulang karya LeilaS. Chudori 
  14. Ronggeng DUkuh Peruk karya Ahmad Tohari 
  15. The great gatsby karya F. Scott Fitzgerald
  16. To kill a mockingbird karya Harper Lee

Itulah contoh novel yang popular dan best seller. Kamu bisa mempelajari gaya si penulis dalam pengemasannya, atau bisa juga belajar bagaimana si penulis memilih diksi dan cara membuat alur novelnya.

Semoga sedikit pembahasan ini bermanfaat dan memberikan wawasan. Siapa tahu kamulah calon penulis novel selanjutnya. buat kamu yang binggung ingin menerbitkan buku kemana, bisa langsung kirimkan buku kamu di sini. (Iruekkawa Elisa)