Ramadhan sering kali membuat ritme hidup kita berubah. Misalnya perubahan jam makan, aktivitas harian lebih teratur, dan pengeluaran pun cenderung meningkat.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat justru semakin spesifik, mulai dari makanan berbuka, perlengkapan ibadah, hingga produk yang mendukung refleksi dan pengembangan diri.
Perubahan inilah yang menjadikan Ramadhan sebagai momentum strategis untuk melihat peluang, bukan sekadar menjalani rutinitas tahunan. Namun di balik perubahan itu semua, sebenarnya bulan ini bisa dijadikan peluang yang menjanjikan.
Mungkin kamu salah satu yang sedang mencari ide bisnis ramadhan, untuk menambah penghasilan tambahan?
Ramadhan, Momentum Tepat Memulai Bisnis
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang melatih kepekaan melihat peluang dan kebermanfaatan. Di bulan ini, ritme hidup masyarakat berubah. Baik itu tentang pola konsumsi meningkat, kebutuhan menjadi lebih terarah, dan nilai kebersamaan semakin kuat.
Inilah momentum di mana banyak orang mulai lebih terbuka terhadap produk dan layanan yang memudahkan ibadah, mendukung aktivitas harian, serta memberi nilai tambah secara spiritual dan sosial.
Karena itu, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memulai bisnis, baik sebagai usaha sampingan maupun langkah awal membangun sumber penghasilan jangka panjang.
Dengan memilih jenis usaha yang relevan dan dijalankan secara jujur, Ramadhan bukan hanya menghadirkan keberkahan, tetapi juga membuka pintu rezeki yang berkelanjutan.
Banyak bisnis besar pun lahir dari langkah kecil yang dimulai di bulan penuh makna ini. Mungkin kamu salah satu yang ingin memanfaatkan peluang ini juga?
Baca Juga: 15 Pertanyaan Tentang Bisnis, Ketahui Sebelum Memulai Usaha
10 Ide Bisnis Ramadhan yang Masih Menjanjikan
Ada banyak peluang yang bisa kamu eksplorasi saat ramadhan. Kamu bisa menjadikan ramadhan sebagai momentum untuk menambah penghasilan. Ramadhan selalu membawa perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat.
Kebutuhan harian meningkat, aktivitas belanja berubah dari biasanya, dan masyarakat cenderung lebih konsumtif namun juga lebih selektif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan signifikan selama Ramadhan hingga Idulfitri.
Kondisi ini menjadikan Ramadhan sebagai momentum strategis untuk memulai atau mengembangkan usaha. Berikut 10 ide bisnis Ramadhan yang masih menjanjikan dan relevan hingga saat ini.
1. Jualan Kue, Baju, atau Takjil Ramadhan
Jualan kue, busana muslim, dan takjil menjadi bisnis paling klasik namun tetap paling dicari saat Ramadhan. Permintaan takjil meningkat setiap sore menjelang berbuka, sementara baju muslim dan kue kering mulai ramai sejak pertengahan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.
Data Kementerian Perdagangan mencatat lonjakan transaksi pada sektor makanan dan fesyen selama bulan puasa. Bisnis ini mudah dijalankan, cepat berputar, dan sangat cocok untuk usaha rumahan maupun musiman.
2. Afiliasi Buku dan Produk Literasi
Afiliasi buku menjadi peluang bisnis Ramadhan yang relatif baru namun sangat menjanjikan. Minat masyarakat terhadap buku islami, pengembangan diri, dan bacaan reflektif meningkat selama bulan puasa.
Berdasarkan da15 Pertanyaan Tentang Bisnis, Ketahui Sebelum Memulai Usahata Perpustakaan Nasional RI, kategori buku keagamaan dan motivasi termasuk yang paling banyak dicari selama Ramadhan.
Melalui sistem afiliasi, pelaku usaha dapat mempromosikan buku tanpa stok, cukup dengan membagikan tautan penjualan dan mendapatkan komisi dari setiap transaksi.
Baca Juga: 7 Cara Membuat Konten Affiliate untuk Penghasilan Tambahan
3. Catering Sahur dan Berbuka Puasa
Gaya hidup praktis mendorong meningkatnya kebutuhan catering sahur dan berbuka, terutama di kalangan pekerja dan keluarga urban. Banyak orang memilih makanan siap santap agar tetap fokus beribadah tanpa repot memasak.
BPS mencatat sektor makanan dan minuman sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi selama Ramadhan. Bisnis catering menawarkan peluang penjualan rutin dengan sistem pre-order yang terukur.
4. Bisnis Kue Kering dan Hampers Lebaran
Menjelang Idul Fitri, kue kering dan hampers Ramadhan menjadi kebutuhan sekaligus simbol silaturahmi. Produk seperti nastar, kastengel, dan paket hampers personal banyak diburu oleh keluarga dan perusahaan.
Tren hampers tematik dan custom membuat bisnis ini terus berkembang. Selain nilai jualnya tinggi, bisnis hampers juga memiliki margin yang cukup menarik jika dikemas dengan baik.
5. Reseller Busana Muslim dan Perlengkapan Ibadah
Ramadhan identik dengan peningkatan kebutuhan busana muslim dan perlengkapan ibadah. Mukena, sarung, peci, sajadah, dan busana muslim menjadi produk yang paling dicari.
Data We Are Social menunjukkan lonjakan pencarian produk fesyen muslim menjelang Ramadhan. Menjadi reseller produk ini relatif mudah karena dapat dijalankan secara online dengan sistem pre-order atau dropship.
6. Bisnis Kurma dan Produk Herbal
Kurma menjadi makanan wajib saat berbuka puasa, sementara produk herbal seperti madu dan habbatussauda dikaitkan dengan kesehatan selama puasa. Data perdagangan menunjukkan peningkatan impor dan distribusi kurma menjelang Ramadhan.
Bisnis ini memiliki pasar yang luas dan dapat dikombinasikan dengan edukasi manfaat produk untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
7. Jasa Pembuatan Konten Ramadhan
Banyak brand, UMKM, dan lembaga membutuhkan konten bertema Ramadhan untuk media sosial dan promosi. Jasa penulisan artikel islami, desain poster Ramadhan, video pendek, dan copywriting menjadi peluang bisnis berbasis keahlian.
Tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia selama Ramadhan membuat kebutuhan konten meningkat, terutama konten yang edukatif dan bernilai.
8. Bisnis Buku Islami dan Pengembangan Diri
Selain afiliasi, menjual buku islami secara langsung juga tetap relevan. Buku tafsir, doa harian, jurnal Ramadhan, dan buku pengembangan diri banyak dicari sebagai teman refleksi selama puasa.
Perpustakaan Nasional RI mencatat buku keagamaan sebagai salah satu kategori dengan tingkat konsumsi tinggi saat Ramadhan. Bisnis ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak secara intelektual.
Baca Juga: 6 Ide Usaha Kecil Kecilan untuk Pemula dan Murah
9. Jasa Kelas Online dan Kajian Digital
Kelas online seperti tahsin, kajian Ramadhan, kelas menulis, atau pengembangan diri berbasis spiritual semakin diminati. Data Statistik menunjukkan pertumbuhan signifikan sektor edukasi digital di Indonesia.
Kelas online memungkinkan pelaku usaha menjangkau peserta luas tanpa batas lokasi, menjadikannya bisnis Ramadhan yang fleksibel dan berkelanjutan.
10. Reseller Produk Digital dan Layanan Online
Produk digital seperti e-book Ramadhan, planner ibadah, template desain, dan tools digital menjadi alternatif bisnis modern.
We Are Social & Hootsuite mencatat peningkatan aktivitas digital masyarakat Indonesia pada malam hari selama Ramadhan. Produk digital unggul karena minim biaya produksi dan dapat dijual berulang tanpa batas stok.
Melihat beragam ide bisnis Ramadhan di atas, salah satu peluang yang paling fleksibel dan minim risiko adalah afiliasi buku dan produk literasi.
Di bulan Ramadhan, minat masyarakat terhadap bacaan islami, pengembangan diri, dan buku refleksi cenderung meningkat.
Ini menjadi kesempatan bagi siapa pun, mulai kamu seorang pekerja, mahasiswa, maupun ibu rumah tangga untuk mulai mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus repot stok barang atau modal besar.
Cukup dengan berbagi rekomendasi buku yang bermanfaat, kamu sudah bisa ikut mengambil peran dalam menyebarkan nilai kebaikan.
Jika kamu tertarik memulai ide bisnis Ramadhan yang praktis dan bernilai jangka panjang, Program Afiliasi Bukunesia Store bisa menjadi langkah awal yang tepat.
Melalui sistem afiliasi ini, kamu bisa mempromosikan berbagai buku pilihan dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi. Bukan hanya soal cuan, tetapi juga tentang kontribusi pada budaya literasi dan pembelajaran. Informasi lengkap dan pendaftaran afiliasi bisa kamu akses di sini.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat sebagai referensi dalam memulai ide bisnis Ramadhan agar tetap produktif di bulan puasa.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2023). Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pola pengeluaran masyarakat selama Ramadhan dan Idulfitri. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2023). Tren perdagangan sektor makanan dan fesyen menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Kementerian Perdagangan RI.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2023). Statistik minat baca dan jenis koleksi yang paling diminati masyarakat Indonesia. Perpustakaan Nasional RI.
We Are Social, & Hootsuite. (2024). Digital 2024 Indonesia: Online consumption behavior and e-commerce trends. DataReportal.
Statista Research Department. (2024). Online education and digital content market growth in Indonesia. Statista.






