Istilah affiliate dan afiliasi sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda, terutama dalam dunia bisnis dan pemasaran digital.
Kesalahan memahami dua istilah ini bisa membuat seseorang keliru dalam memilih model kerja sama atau strategi penghasilan online.
Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan affiliate dan afiliasi secara tepat agar tidak salah konsep sejak awal.
Perbedaan Affiliate dan Afiliasi
Secara umum, affiliate berkaitan langsung dengan sistem pemasaran berbasis komisi, sedangkan afiliasi memiliki arti hubungan kerja sama yang lebih luas dan tidak selalu berorientasi pada penjualan. Berikut tiga perbedaan utama antara affiliate dan afiliasi.
1. Perbedaan Pengertian
Affiliate adalah sistem pemasaran di mana seseorang mempromosikan produk atau layanan milik pihak lain dan memperoleh komisi dari setiap hasil yang tercapai, seperti penjualan atau pendaftaran.
Menurut Investopedia, affiliate marketing merupakan bentuk performance-based marketing karena imbalan diberikan berdasarkan kinerja yang terukur.
Sementara itu, afiliasi adalah hubungan kerja sama atau keterkaitan antara individu, organisasi, atau perusahaan. Afiliasi tidak selalu berhubungan dengan pemasaran atau komisi.
Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan hubungan institusional, seperti afiliasi media, afiliasi perusahaan, atau afiliasi organisasi.
2. Perbedaan Tujuan dan Sistem Kerja
Tujuan utama affiliate adalah menghasilkan konversi yang jelas dan dapat dilacak. Sistem affiliate menggunakan tautan khusus (affiliate link) yang berfungsi mencatat aktivitas pengguna.
Setiap transaksi yang berasal dari tautan tersebut akan menghasilkan komisi sesuai kesepakatan. Menurut Shopify, sistem ini populer karena efektif, transparan, dan minim risiko bagi pemilik produk.
Sebaliknya, afiliasi tidak selalu menggunakan sistem pelacakan digital. Tujuan afiliasi lebih menekankan pada kerja sama strategis, peningkatan kredibilitas, atau dukungan jangka panjang.
Hubungan afiliasi tidak selalu menghasilkan keuntungan finansial langsung, tetapi memberi nilai tambah dalam bentuk jaringan, reputasi, atau akses sumber daya.
3. Perbedaan Bentuk Imbalan dan Hubungan Kerja
Dalam affiliate, imbalan umumnya berupa komisi uang dengan persentase atau nominal tertentu. Hubungan kerja bersifat fleksibel dan tidak mengikat secara struktural. Affiliate dapat bergabung dan keluar dari program kapan saja sesuai ketentuan.
Sementara itu, afiliasi tidak selalu memberikan imbalan finansial. Manfaatnya bisa berupa kerja sama promosi, pertukaran konten, dukungan operasional, atau penguatan citra lembaga.
Menurut Cambridge Dictionary, afiliasi menunjukkan adanya hubungan resmi atau keterkaitan antara pihak-pihak yang bekerja sama.
Baca Juga: 15 Pertanyaan Tentang Bisnis, Ketahui Sebelum Memulai Usaha
Perbedaan Shopee Affiliate dan Afiliasi Penjual
Shopee menyediakan berbagai program kerja sama untuk mendukung ekosistem bisnis digitalnya. Dua istilah yang sering membingungkan pengguna adalah Shopee Affiliate dan afiliasi penjual.
Sekilas terdengar mirip, tetapi keduanya memiliki konsep, tujuan, dan mekanisme yang sangat berbeda. Memahami perbedaan Shopee Affiliate dan afiliasi penjual penting agar tidak salah memilih peran, terutama bagi pemula yang ingin menghasilkan uang atau mengembangkan bisnis di Shopee.
Berikut tiga perbedaan utama yang perlu dipahami secara jelas.
1. Perbedaan Pengertian dan Peran
Shopee Affiliate adalah program pemasaran berbasis komisi yang memungkinkan individu mempromosikan produk Shopee melalui tautan khusus (affiliate link). Setiap transaksi yang terjadi melalui tautan tersebut akan menghasilkan komisi.
Menurut laman resmi Shopee, program ini dirancang agar siapa pun bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus memiliki produk sendiri.
Sementara itu, afiliasi penjual merujuk pada hubungan kerja sama antara penjual dengan pihak lain, seperti mitra bisnis, reseller, atau akun terhubung, yang mendukung operasional dan pemasaran toko.
Afiliasi penjual tidak selalu menggunakan sistem komisi otomatis dan biasanya bersifat internal atau berbasis kesepakatan.
2. Perbedaan Tujuan dan Sistem Kerja
Tujuan utama Shopee Affiliate adalah meningkatkan penjualan melalui promosi konten digital, seperti media sosial, blog, atau video. Sistem kerjanya berbasis pelacakan otomatis. Shopee mencatat klik, pesanan, dan komisi secara transparan melalui dashboard affiliate.
Menurut Shopee Affiliate Program Guide, komisi hanya diberikan jika transaksi berhasil dan memenuhi syarat.
Sebaliknya, afiliasi penjual bertujuan memperkuat bisnis toko secara menyeluruh. Kerja sama bisa berupa promosi bersama, distribusi produk, atau dukungan operasional.
Sistemnya tidak selalu berbasis tautan atau pelacakan digital. Imbalan bisa berbentuk bagi hasil, diskon khusus, atau kesepakatan non-finansial lainnya.
3. Perbedaan Sumber Penghasilan dan Ikatan Kerja
Dalam Shopee Affiliate, sumber penghasilan berasal dari komisi penjualan dengan persentase tertentu yang ditentukan Shopee. Hubungan kerja bersifat fleksibel dan tidak mengikat.
Affiliate tidak perlu berkomunikasi langsung dengan penjual dan dapat mempromosikan banyak produk dari berbagai toko.
Sementara itu, afiliasi penjual memiliki hubungan kerja yang lebih dekat dan berkelanjutan. Penghasilan tidak selalu berbentuk komisi langsung, tetapi bisa berupa margin keuntungan, kontrak kerja sama, atau pembagian peran bisnis.
Menurut laporan e-commerce dari McKinsey, model afiliasi internal lebih menekankan stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang dibanding hasil instan.
Baca Juga: 5 Contoh Proses Bisnis, Lengkap dengan Pengertian dan Manfaat
Cara Promosi Affiliate
Program affiliate semakin diminati karena memungkinkan siapa pun mendapatkan penghasilan dari internet tanpa harus memiliki produk sendiri.
Namun, bergabung sebagai affiliate saja tidak cukup. Kunci utama keberhasilan terletak pada cara promosi affiliate yang tepat dan konsisten. Promosi yang efektif membantu meningkatkan klik, kepercayaan audiens, hingga konversi penjualan.
Berikut tujuh cara promosi affiliate yang terbukti efektif dan mudah diterapkan, terutama bagi pemula.
1. Promosi Melalui Media Sosial
Media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X menjadi sarana utama promosi affiliate. Konten visual berupa foto, video pendek, atau story lebih mudah menarik perhatian audiens.
Menurut laporan DataReportal, mayoritas pengguna internet Indonesia aktif di media sosial setiap hari, sehingga peluang produk dilihat dan diklik menjadi lebih besar.
2. Membuat Konten Review Produk
Review produk membantu membangun kepercayaan audiens. Affiliate dapat membagikan pengalaman penggunaan produk secara jujur dan informatif. Konten review yang menjelaskan kelebihan, kekurangan, dan manfaat produk cenderung lebih meyakinkan dibanding promosi langsung.
HubSpot menyebutkan bahwa konten berbasis pengalaman personal meningkatkan peluang konversi secara signifikan.
3. Menulis Artikel Blog dengan SEO
Blog menjadi media promosi affiliate yang efektif dalam jangka panjang. Artikel yang dioptimasi dengan teknik SEO memungkinkan konten muncul di hasil pencarian Google. Dengan menyisipkan link affiliate secara natural, peluang mendapatkan penghasilan pasif semakin besar.
Menurut Ahrefs, konten informatif dengan kata kunci relevan memiliki potensi trafik stabil dalam waktu lama.
4. Menggunakan Video Marketing
Video memiliki daya tarik yang kuat karena mampu menyampaikan informasi secara visual dan emosional. Platform seperti YouTube dan TikTok sangat efektif untuk promosi affiliate.
Video tutorial, unboxing, atau rekomendasi produk memudahkan audiens memahami manfaat produk sebelum membeli. Data dari Wyzowl menunjukkan bahwa lebih dari 80% konsumen pernah membeli produk setelah menonton video.
Baca Juga: 7 Cara Membuat Konten Affiliate untuk Penghasilan Tambahan
5. Memanfaatkan Grup dan Komunitas Online
Grup Facebook, forum diskusi, dan komunitas online dapat menjadi sarana promosi affiliate yang tepat sasaran. Namun, promosi harus dilakukan secara etis dan relevan dengan topik komunitas.
Memberikan solusi dan informasi bermanfaat akan membuat audiens lebih terbuka terhadap rekomendasi produk.
6. Menggunakan Email Marketing
Email marketing masih efektif untuk promosi affiliate, terutama bagi yang sudah memiliki audiens loyal. Affiliate dapat mengirimkan rekomendasi produk, tips, atau penawaran khusus melalui email.
Menurut Campaign Monitor, email marketing memiliki tingkat pengembalian investasi (ROI) yang tinggi dibandingkan metode digital lainnya.
7. Konsisten dan Transparan kepada Audiens
Konsistensi konten dan transparansi sangat penting dalam promosi affiliate. Menyampaikan bahwa konten mengandung link affiliate justru meningkatkan kepercayaan audiens.
Affiliate yang jujur dan rutin membagikan konten berkualitas cenderung memiliki performa promosi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Cara promosi affiliate yang efektif tidak hanya mengandalkan satu platform, tetapi memadukan berbagai strategi yang sesuai dengan karakter audiens. Media sosial, blog, video, hingga email marketing dapat saling melengkapi untuk meningkatkan hasil promosi.
Dengan strategi yang tepat, konsistensi, dan kejujuran, affiliate dapat membangun kepercayaan sekaligus penghasilan yang berkelanjutan.
Bagi kamu yang tertarik menjadikan affiliate sebagai sumber tambahan penghasilan, Program Afiliasi Bukunesia Store bisa menjadi pilihan.
Proses pendaftarannya mudah dan gratis, dilengkapi konten promosi siap pakai, buku best seller, pelatihan, serta bonus komisi hingga 35% untuk mendukung afiliator berkembang.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk menambah pemahaman pembaca tentang perbedaan affiliate dan afiliasi sehingga dapat digunakan secara tepat.
Referensi
Campaign Monitor. (2023). Email marketing benchmarks. https://www.campaignmonitor.com
DataReportal. (2024). Digital 2024: Indonesia. https://datareportal.com
HubSpot. (2023). Affiliate marketing best practices. https://www.hubspot.com
Wyzowl. (2024). Video marketing statistics 2024. https://www.wyzowl.com
Ahrefs. (2023). SEO content and affiliate marketing. https://ahrefs.com






