5 Tips Menjadi Reseller Pemula agar Lebih Optimal

tips menjadi reseller pemula

Memulai bisnis reseller memang terlihat sederhana, tetapi banyak orang merasa bingung saat harus menentukan produk yang tepat.

Tanpa strategi yang jelas, pemula sering hanya mengikuti tren tanpa mengetahui apakah produk tersebut benar-benar memiliki permintaan stabil.

Karena itu, memahami tips menjadi reseller pemula sangat penting, terutama dalam memilih kategori produk yang sudah terbukti laris di pasar.

Data e-commerce menunjukkan bahwa ada beberapa jenis produk yang secara konsisten menjadi pilihan utama konsumen, sehingga lebih aman untuk kamu yang baru memulai bisnis reseller.

Produk Reseller Terlaris yang Cocok untuk Pemula

Laporan tren e-commerce Indonesia menunjukkan bahwa kategori seperti buku, fashion, kecantikan, perlengkapan rumah, makanan, dan gadget selalu berada di posisi teratas dalam transaksi online.

Artinya, kamu bisa memulai bisnis reseller dengan risiko lebih rendah jika memilih produk dari kategori tersebut. Berikut 7 produk reseller terlaris yang cocok untuk pemula, yang bisa kamu coba. 

1. Buku dan Produk Literasi

    Buku merupakan produk yang memiliki pasar stabil karena selalu dibutuhkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga pembaca umum.

    Tidak seperti produk tren yang cepat berubah, buku cenderung memiliki umur jual yang lebih panjang, terutama untuk kategori buku pengembangan diri, pendidikan, novel populer, dan buku keagamaan.

    Sebagai reseller pemula, buku memiliki beberapa keunggulan. Kamu tidak perlu khawatir soal ukuran atau varian seperti warna dan ukuran pakaian.

    Setiap judul memiliki target pembaca yang jelas, sehingga strategi promosi bisa lebih fokus. Misalnya, buku motivasi untuk pekerja muda, buku bisnis untuk calon wirausaha, atau buku pelajaran untuk siswa.

    afiliasi ramadhan

    Baca Juga: 10 Toko Buku Online yang Buka Reseller

    2. Fashion dan Aksesori

      Setiap orang membutuhkan pakaian, baik untuk aktivitas sehari-hari, kerja, maupun acara tertentu. Selain itu, tren fashion juga berubah dengan cepat, sehingga konsumen sering membeli produk baru untuk mengikuti gaya yang sedang populer.

      Sebagai reseller pemula, kamu bisa memulai dari produk fashion yang sederhana seperti kaos basic, hijab, kemeja, atau tas kasual.

      Produk-produk ini tidak membutuhkan penjelasan teknis yang rumit dan mudah dipromosikan melalui foto menarik di media sosial.

      Permintaan yang tinggi dan pasar yang luas membuat fashion menjadi kategori yang relatif aman untuk pemula.

      3. Produk Kecantikan dan Perawatan Diri

        Produk kecantikan memiliki karakter unik. Dimana konsumen cenderung membeli secara berulang. Skincare, lip balm, atau body lotion biasanya digunakan setiap hari, sehingga akan habis dalam waktu tertentu. Hal ini menciptakan peluang repeat order yang sangat baik bagi reseller.

        Selain itu, pertumbuhan brand kecantikan lokal membuat produk semakin beragam dan terjangkau. Kamu bisa memilih produk perawatan dasar seperti facial wash, toner, atau sunscreen yang memiliki target pasar luas. Dengan edukasi sederhana tentang manfaat produk, kamu sudah bisa menarik minat pembeli.

        4. Makanan dan Minuman Kemasan

          Makanan adalah kebutuhan harian, sehingga pasarnya hampir tidak pernah sepi. Produk seperti snack kekinian, minuman sachet, kopi, atau frozen food memiliki perputaran penjualan yang cepat karena sering dibeli untuk konsumsi pribadi maupun keluarga.

          Sebagai pemula, kamu bisa memulai dengan sistem pre-order atau stok kecil untuk mengurangi risiko kerugian.

          Produk makanan juga mudah dipromosikan melalui konten visual atau testimoni rasa, sehingga cocok untuk kamu yang ingin membangun bisnis dengan pendekatan sederhana.

          5. Aksesori Gadget

            Penggunaan smartphone yang tinggi membuat aksesori gadget selalu dibutuhkan. Barang seperti kabel charger, headset, atau holder HP sering dicari karena mudah rusak, hilang, atau ingin diganti dengan model baru.

            Keuntungan dari produk ini adalah ukurannya kecil, mudah dikirim, dan biasanya memiliki margin yang cukup baik.

            Kamu tidak perlu menjelaskan fitur teknis yang rumit, cukup menampilkan fungsi utama dan keunggulan produk secara singkat. Ini membuat aksesori gadget menjadi pilihan praktis bagi reseller pemula.

            6. Produk Kesehatan Ringan

              Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat, terutama setelah pandemi. Banyak orang mulai rutin membeli produk kesehatan ringan seperti vitamin, masker, atau minuman herbal untuk menjaga daya tahan tubuh.

              Produk ini biasanya dibeli secara berkala, sehingga berpotensi menghasilkan pelanggan tetap. Selain itu, produk kesehatan ringan relatif mudah dipahami manfaatnya, sehingga kamu tidak perlu memberikan penjelasan teknis yang kompleks kepada calon pembeli.

              7. Produk Musiman dan Trend Viral

                Selain produk kebutuhan harian, ada juga produk yang laris karena faktor tren atau momen tertentu. Misalnya hampers saat hari raya, produk viral di media sosial, atau merchandise yang sedang populer.

                Produk jenis ini biasanya memiliki masa penjualan yang singkat, tetapi potensi keuntungannya cukup besar. Sebagai pemula, kamu bisa memanfaatkan sistem pre-order agar tidak perlu menyimpan stok banyak. Strategi ini membantu kamu mengikuti tren tanpa harus menanggung risiko besar.

                Baca Juga: 10 Alasan Kenapa Harus Join Reseller

                Tips Menjadi Reseller Pemula

                Menjadi reseller merupakan salah satu model bisnis yang menarik di era digital. Tanpa harus memproduksi barang sendiri, seorang reseller bisa menghasilkan keuntungan dengan cara menjual kembali produk orang lain.

                Namun, untuk berhasil di bidang ini dibutuhkan strategi yang tepat, bukan sekadar ikut-ikutan. Berikut 5 tips utama yang berdasarkan praktik dan riset pasar sehingga membantu kamu memulai dengan benar.

                1. Pilih Produk dan Niche yang Tepat

                  Memilih niche atau segmen produk yang spesifik menjadi pondasi utama keberhasilan reseller. Menurut panduan praktis reseller, reseller yang memilih niche produk memiliki peluang lebih tinggi mendapatkan keuntungan karena memahami kebutuhan pasar mereka.

                  Misalnya barang vintage, fashion bermerek, atau gadget populer yang memiliki permintaan konsisten. Kamu bisa gunakan kata kunci seperti “produk reseller paling laku”, “niche reseller untung 2026”, atau “trend produk reseller Indonesia”.

                  2. Riset Permintaan Pasar Sebelum Menyusun Inventaris

                    Riset pasar adalah langkah penting agar barang yang kamu beli tidak berakhir menganggur di gudang. Gunakan data penjualan dari marketplace (sold listings), fitur “sold” di marketplace, atau Google Trends untuk mengetahui produk apa yang sedang diminati pelanggan.

                    Riset ini membantu kamu menetapkan harga jual yang kompetitif dan menghindari risiko membeli barang yang tidak laku.

                    Di sini banyak reseller sukses menunjukkan bahwa produk yang dicari konsumen sebelumnya jauh lebih cepat laris dibanding barang tanpa data permintaan. 

                    3. Optimasikan Foto dan Deskripsi Produk untuk Menarik Klik

                      Visual produk adalah faktor kunci dalam penjualan online. Foto yang jelas, menarik, dan informatif membantu calon pembeli memahami barang tanpa harus bertanya.

                      Sebuah panduan reseller menekankan pentingnya foto berkualitas tinggi dan deskripsi yang lengkap, termasuk ukuran, warna, bahan, dan manfaat produk. 

                      4. Bangun Reputasi dengan Layanan Pelanggan yang Baik

                        Pelayanan cepat respons dan profesional menjadi faktor pembeda dalam persaingan marketplace. Menanggapi pertanyaan dengan cepat dan memberikan informasi yang jelas tentang produk serta proses pengiriman meningkatkan kepercayaan pelanggan.

                        Panduan reseller merekomendasikan interaksi yang ramah dan informasi detail agar pelanggan merasa dihargai dan kembali lagi.

                        Baca Juga: 10 Keuntungan Menjadi Reseller untuk Mahasiswa

                        5. Kelola Hubungan dengan Supplier yang Andal

                          Supplier yang terpercaya sangat penting karena menjadi sumber barang yang akan kamu jual. Menjalin hubungan baik dengan supplier berarti stok barang lebih stabil, harga yang kompetitif, dan informasi produk selalu update.

                          Strategi ini juga membuat kamu siap menghadapi fluktuasi permintaan pasar, seperti diskon musiman atau perubahan tren.

                          Jadi, menjadi reseller pemula bukan soal keberuntungan, tetapi tentang strategi yang tepat, terkait memilih produk yang tepat, memahami pasar, menyajikan konten yang menarik, mengelola layanan pelanggan, dan bekerja sama dengan supplier yang baik.

                          Jika kamu menerapkan lima tips di atas secara konsisten, peluang untuk berkembang dalam bisnis reseller akan jauh lebih besar.

                          Buat kamu yang ingin menerapkan tips menjadi reseller pemula dengan produk yang sudah jelas pasarnya, Bukunesia Store membuka peluang untuk bertumbuh bersama sebagai Reseller Buku. Kamu bisa mulai bergabung hari ini dan membangun bisnismu secara bertahap dan konsisten.

                          Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat dalam membantu kamu memahami dan menerapkan tips menjadi reseller pemula dengan lebih terarah dan percaya diri.

                          Referensi

                          Payments CMI. Indonesia E-commerce & Payments Trends Analysis 2025.
                          Payments CMI. Indonesia’s E-commerce Market Data.
                          Standard Insights. Shopper Trends & Top Categories in Indonesia.
                          ECDB. Top E-Commerce Product Categories by Revenue 2024.
                          Accio. Shopee Trending Products Indonesia 2025.

                          Artikel Terbaru