Universitas Djuanda melalui BIN YACOB Library menyelenggarakan talkshow dan bedah buku bertajuk Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar pada Selasa, 20 Mei 2026 di BIN YACOB Library Universitas Djuanda.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan penulis buku, Dian Rana, bersama sejumlah akademisi Universitas Djuanda dalam sebuah ruang diskusi yang membahas sisi manusiawi di balik pembangunan dan perubahan sosial di Indonesia.
Acara dipandu oleh Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.AP sebagai moderator dan dihadiri oleh Civitas Academica Universitas Djuanda. Bedah buku ini tidak hanya menjadi forum peluncuran karya, tetapi juga ruang refleksi tentang bagaimana sejarah besar bangsa sesungguhnya dibentuk oleh langkah-langkah kecil yang sering tidak terlihat.
Table of Contents
ToggleCerita di Balik IKN
Dalam sesi pembuka, Dian Rana menceritakan bahwa buku Di Balik Layar Nusantara lahir dari pengalaman personalnya sebagai warga biasa yang tumbuh di lingkungan transmigrasi dan tanpa sengaja menjadi saksi hidup pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi aktivitas dokumentasi lapangan yang dilakukan secara mandiri sejak awal pembangunan kawasan Nusantara di Kalimantan Timur.
Berbeda dari narasi pembangunan yang biasanya hanya menampilkan gedung, jalan, atau proyek besar, buku ini justru berangkat dari pengalaman manusia yang hidup di dalam perubahan tersebut.
Dian Rana menjelaskan bahwa dirinya ingin menghadirkan sudut pandang yang lebih dekat dan personal tentang bagaimana masyarakat biasa mengalami perubahan sosial secara langsung.
“Buku ini bukan laporan proyek dan bukan catatan resmi pembangunan. Ini adalah kisah manusia,” ungkap Dian Rana dalam sesi diskusi, sebagaimana juga dijelaskan dalam pengantar resmi buku tersebut.
Dalam bedah buku tersebut, Dian Rana juga menceritakan bagaimana proses dokumentasi yang ia lakukan bermula hanya dari kamera sederhana dan rasa ingin tahu terhadap perubahan di sekitarnya. Ia berkali-kali datang ke kawasan IKN sejak banyak area masih berupa jalan tanah dan kawasan hutan produksi.
Dari pengalaman lapangan itu, ia mulai menyadari bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang manusia, ingatan, dan perubahan cara hidup masyarakat.
Sesi Diskusi
Diskusi berkembang ketika para penanggap mulai mengulas isi buku dari perspektif akademik dan sosial. Associate Prof. Dr. Nurwati, SH., MH selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Djuanda menilai buku tersebut penting sebagai bentuk dokumentasi sosial yang merekam pengalaman masyarakat di tengah perubahan besar. Menurutnya, pembangunan sering kali hanya dipahami melalui angka dan infrastruktur, padahal ada banyak pengalaman manusia yang perlu dicatat agar tidak hilang begitu saja.
Sementara itu, Dr. Achmad Jaka Santos A., SH., LLM melihat kekuatan buku Di Balik Layar Nusantara terletak pada keberaniannya merekam cerita-cerita kecil yang sering dianggap biasa. Ia menilai pendekatan seperti ini membuat pembaca tidak hanya memahami pembangunan dari sisi kebijakan, tetapi juga dari sudut pandang masyarakat yang menjalani perubahan tersebut secara langsung.
Pandangan lain disampaikan oleh Dr. Aal Lukmanul H., S.H., M.H selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Djuanda. Ia menyebut kegiatan bedah buku seperti ini penting untuk membangun budaya berpikir kritis di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu lebih dekat dengan forum-forum diskusi yang tidak hanya membahas teori, tetapi juga realitas sosial yang sedang berlangsung di masyarakat.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Banyak mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses kreatif penulisan, pengalaman lapangan Dian Rana, hingga bagaimana sebuah dokumentasi sederhana bisa berkembang menjadi karya yang bernilai historis. Sebagian peserta juga menyoroti bagaimana media sosial, video dokumentasi, dan buku dapat menjadi bentuk arsip sosial yang penting di masa depan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara berlangsung. Tidak sedikit peserta yang mengaku baru menyadari bahwa pembangunan besar seperti IKN ternyata menyimpan banyak cerita manusia yang jarang dibahas di ruang publik. Melalui buku ini, peserta diajak melihat pembangunan dari sudut yang lebih reflektif dan manusiawi.
Dalam sesi diskusi juga dibahas bagaimana dokumentasi masyarakat sipil memiliki peran penting dalam mencatat perjalanan bangsa. Hal tersebut semakin relevan setelah dokumentasi pembangunan IKN karya Dian Rana resmi ditetapkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai arsip statis yang memiliki nilai historis permanen. Penetapan itu menjadi bentuk pengakuan bahwa dokumentasi lapangan yang dilakukan masyarakat biasa juga memiliki kontribusi penting dalam merekam sejarah nasional.
Kegiatan bedah buku ini sekaligus memperlihatkan bahwa budaya literasi di lingkungan kampus masih memiliki ruang yang kuat untuk berkembang. Forum seperti ini tidak hanya mempertemukan penulis dan pembaca, tetapi juga menghadirkan ruang percakapan tentang pengalaman hidup, perubahan sosial, dan cara masyarakat memahami sejarah di sekitarnya.
Melalui talkshow dan bedah buku Di Balik Layar Nusantara, Universitas Djuanda berharap kegiatan literasi dapat terus tumbuh sebagai bagian dari budaya akademik yang lebih reflektif dan humanis.
Buku karya Dian Rana tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah besar bangsa tidak hanya dibangun oleh keputusan besar dan proyek nasional, tetapi juga oleh langkah-langkah kecil, pengalaman sederhana, dan cerita manusia yang berjalan diam-diam di balik layar.






