Setelah Hari Buku Nasional lewat, biasanya banyak orang mulai semangat beli buku baru atau bikin target bacaan. Masalahnya, semangat itu kadang cuma bertahan beberapa hari. Buku sudah ditumpuk rapi, tapi tetap belum selesai dibaca.
Ada juga yang merasa ingin suka membaca, tetapi bingung mulai dari mana karena membaca terasa berat dan membosankan.
Padahal, kebiasaan membaca bukan soal siapa yang paling pintar atau paling rajin. Membaca lebih dekat dengan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.
Menurut penelitian dari University College London tentang pembentukan kebiasaan, sebuah rutinitas lebih mudah bertahan ketika dilakukan secara konsisten dalam konteks yang sama setiap hari. Artinya, membaca buku tidak harus langsung satu bab penuh. Bahkan beberapa halaman pun bisa jadi awal yang efektif.
Selain itu, data dari Programme for International Student Assessment (PISA) juga menunjukkan bahwa budaya membaca punya hubungan besar dengan kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis.
Karena itu, membangun kebiasaan membaca bukan cuma soal hobi, tetapi juga investasi jangka panjang buat cara kamu memahami dunia.
Table of Contents
ToggleCara Agar Terbiasa Membaca Buku
Kalau selama ini kamu merasa sulit konsisten membaca buku, mungkin yang perlu diubah bukan niatnya, tetapi caranya. Berikut beberapa langkah supaya membaca terasa lebih ringan dan bisa jadi kebiasaan sehari-hari.
1. Mulai dari Buku yang Benar-Benar Kamu Suka
Banyak orang gagal membangun kebiasaan membaca karena langsung memilih buku yang terlalu berat. Baru baca beberapa halaman saja sudah mengantuk. Akhirnya muncul pikiran bahwa membaca memang bukan untuk dirinya.
Padahal, membaca itu mirip seperti olahraga. Kalau langsung dipaksa terlalu berat, tubuh dan pikiran akan cepat capek. Coba mulai dari topik yang memang dekat dengan hidup kamu. Misalnya
- suka film → coba baca novel adaptasi film
- suka self improvement → mulai dari buku ringan dan praktis
- suka musik atau sepak bola → baca buku biografi musisi atau atlet
- suka cerita pendek → mulai dari kumpulan cerpen
Jangan terlalu sibuk memilih buku yang terlihat “pintar”. Buku yang selesai dibaca jauh lebih berguna dibanding buku tebal yang cuma jadi pajangan.
Menurut penelitian dari Scholastic Kids & Family Reading Report, orang cenderung lebih konsisten membaca ketika mereka memiliki kebebasan memilih bacaan sesuai minat pribadi. Jadi, tidak ada aturan bahwa membaca harus dimulai dari buku klasik atau buku berat, yang penting, kamu menikmati prosesnya dulu.
Baca Juga: 5 Rahasia Cara Membaca Buku agar Cepat Paham
2. Gunakan Teknik Membaca 10 Menit per Hari
Salah satu kesalahan paling umum adalah membuat target membaca terlalu tinggi. Misalnya, di hari pertama langsung menargetkan 50 halaman. Hari kedua mulai lelah, dan di hari ketiga bukunya hilang entah di mana.
Supaya kebiasaan membaca lebih realistis, coba gunakan metode sederhana dengan baca 10 menit setiap hari. Cara ini memang terkesan sepele, tetapi efeknya besar kalau dilakukan rutin. Berikut kamu coba bisa praktek sendiri di rumah.
- baca 10 menit sebelum tidur
- baca setelah sarapan
- baca saat menunggu kendaraan atau antre
- baca sebelum membuka media sosial
Kalau dilakukan setiap hari, otak akan mulai menganggap membaca sebagai bagian normal dari rutinitas. Penelitian dari American Psychological Association juga menjelaskan bahwa kebiasaan kecil yang konsisten lebih efektif dibanding perubahan besar yang sulit dipertahankan.
Karena itu, jangan fokus pada jumlah halaman dulu. Fokus saja membangun ritme. Lucunya, banyak orang yang awalnya cuma berniat membaca 10 menit malah lanjut sampai setengah jam karena sudah terlanjur masuk ke cerita.
3. Simpan Buku di Tempat yang Mudah Dijangkau
Kadang masalahnya bukan malas membaca, tetapi bukunya terlalu “jauh” dari kebiasaan sehari-hari. Buku disimpan rapi di lemari, sementara setiap malam tangan sudah otomatis memegang HP yang posisinya lebih dekat dan lebih praktis dibuka.
Karena itu, coba ubah lingkungan kecil di sekitar kamu supaya buku lebih mudah terlihat dan dijangkau. Misalnya dengan menaruh buku:
- di dekat bantal
- di meja kerja
- di tas
- di samping laptop
- di ruang yang sering kamu gunakan
Cara ini terlihat sederhana, tetapi cukup efektif untuk memancing kebiasaan. Dalam buku Atomic Habits dijelaskan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan visual. Semakin mudah sebuah aktivitas dilakukan, semakin besar kemungkinan aktivitas itu diulang.
Makanya, kalau ingin lebih sering membaca, buat buku terlihat lebih “mengundang” dibanding notifikasi media sosial. Kamu juga bisa mulai membawa satu buku kecil ke mana-mana. Jadi ketika bosan menunggu atau punya waktu kosong, tangan otomatis membuka buku, bukan scrolling tanpa sadar.
Baca Juga: Manfaat Membaca Buku Motivasi: Inspirasi untuk Meraih Impian
4. Jangan Takut Berhenti dari Buku yang Tidak Cocok
Banyak orang merasa harus menamatkan semua buku yang sudah dibeli. Akibatnya membaca hanya tuntutan harus selesai bukan atas dasar kesadaran. Padahal, tidak semua buku cocok untuk semua orang.
Kalau setelah beberapa bab kamu benar-benar tidak menikmati isinya, tidak masalah berhenti dan pindah ke buku lain. Ini penting supaya otak tidak mengasosiasikan membaca sebagai aktivitas yang melelahkan. Coba gunakan aturan sederhana sebagai berikut.
- kalau 30–50 halaman pertama sangat berat dan tidak membuat penasaran, evaluasi lagi
- kalau bahasanya terlalu rumit, cari versi yang lebih ringan
- kalau genrenya ternyata tidak cocok, ganti bacaan lain
Membaca bukan lomba menyelesaikan buku sebanyak mungkin. Tujuan utamanya adalah membangun hubungan yang nyaman dengan aktivitas membaca. Justru ketika kamu menemukan buku yang cocok, kebiasaan membaca biasanya tumbuh lebih alami.
5. Kurangi Distraksi Kecil Saat Membaca
Salah satu alasan banyak orang sulit fokus membaca adalah distraksi digital. Tiap orang berbeda-beda pengalamannya. Ada yang baru baca dua halaman, lalu muncul notifikasi lanjut balas chat. Atau masalah klise lain adalah buka video pendek, scrool-scrool sampai tidak terasa sudah satu jam berlalu.
Untuk menghindari distorsi tersebut, kamu bisa coba buat suasana membaca yang lebih nyaman dan minim gangguan. Beberapa cara yang bisa kamu coba sebagai berikut.
- aktifkan mode senyap saat membaca
- jauhkan HP beberapa menit
- gunakan timer fokus 15–20 menit
- membaca sambil mendengarkan instrumental tenang
- pilih tempat yang tidak terlalu ramai
Menurut riset dari University of California Irvine, gangguan kecil saat fokus bekerja atau membaca bisa membuat otak membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali konsentrasi. Jadi semakin sering terdistraksi, semakin sulit menikmati bacaan.
Tidak perlu langsung ekstrem. Mulai saja dari beberapa menit membaca tanpa membuka aplikasi lain. jika hal ini bisa kamu lakukan secara konsisten, pelan-pelan, kemampuan fokus kamu juga ikut terlatih.
Baca Juga: Membaca Memindai Adalah: Teknik, Tujuan dan Manfaat
6. Membaca Tidak Harus Langsung Jadi “Kutu Buku”
Banyak orang berpikir bahwa pembaca hebat adalah mereka yang bisa menyelesaikan banyak buku setiap bulan. Padahal, kebiasaan membaca tidak selalu terlihat spektakuler.
Kadang kebiasaan itu dimulai dari membaca lima halaman sebelum tidur, membawa buku kecil di tas, mengganti 10 menit scrolling dengan membaca dan menemukan satu buku yang terasa relate dengan hidup sendiri.
Jadi kalau setelah Hari Buku Nasional kamu ingin mulai lebih dekat dengan buku, tidak perlu langsung membuat target berlebihan. Mulai saja dari langkah yang paling ringan.
Orang yang terbiasa membaca bukan selalu yang paling cepat selesai membaca buku. Tetapi mereka yang terus kembali membuka halaman berikutnya.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat dan memberi gambaran tentang cara agar terbiasa membaca buku tanpa merasa terbebani. Semoga kebiasaan membaca bisa menjadi teman baik dalam perjalanan hidupmu.
Referensi
University College London. “How Habits Are Formed: Modelling Habit Formation in the Real World.” European Journal of Social Psychology.
OECD. Programme for International Student Assessment (PISA) Reading Literacy Report.
Scholastic. Kids & Family Reading Report.
American Psychological Association. Research on Habit Formation and Behavioral Change.
Clear, James. Atomic Habits. Avery Publishing, 2018.






