Pernah selesai membaca sebuah buku lalu rasanya ingin cerita ke semua orang karena bukunya bagus banget? Atau malah ingin “curhat” karena ternyata isinya tidak sesuai ekspektasi? Nah, sebenarnya kamu sudah selangkah lebih dekat dengan kegiatan menulis review buku.
Hal yang perlu di garis bawahi nih, bahwa review buku bukan sekadar menceritakan ulang isi buku. Review buku membantu calon pembaca mengetahui gambaran buku sebelum memutuskan untuk membelinya atau membacanya.
Bahkan, review yang ditulis dengan baik bisa menjadi referensi bagi banyak orang sekaligus memberikan apresiasi kepada penulis.
Di era media sosial seperti sekarang, review buku juga semakin populer. Banyak pembaca membagikan ulasan mereka melalui blog, Instagram, TikTok, Goodreads, hingga marketplace buku.
Menariknya, review yang jujur, informatif, dan enak dibaca sering kali mendapatkan perhatian lebih dibanding sekadar memberikan rating bintang.
Kalau kamu ingin mulai menulis review buku tetapi bingung harus memulai dari mana, tenang saja. Artikel ini akan membahas langkah-langkahnya secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami.
Table of Contents
ToggleApa Itu Review Buku dan Kenapa Penting?
Review buku adalah tulisan yang berisi penilaian, pendapat, sekaligus ulasan terhadap sebuah buku berdasarkan pengalaman membaca. Isi review biasanya mencakup informasi mengenai isi buku, kelebihan, kekurangan, gaya penulisan, hingga rekomendasi apakah buku tersebut layak dibaca oleh orang lain.
Berbeda dengan sinopsis yang hanya merangkum isi cerita, review justru memuat sudut pandang pembaca. Itulah yang membuat setiap review bisa berbeda meskipun membahas buku yang sama. Menulis review buku memiliki banyak manfaat, baik untuk pembaca maupun penulis review itu sendiri.
1. Membantu calon pembaca memilih buku
Tidak semua orang memiliki waktu untuk membeli atau membaca semua buku yang menarik perhatian mereka. Review menjadi sumber informasi yang membantu mereka menentukan apakah sebuah buku sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.
2. Melatih kemampuan berpikir kritis
Saat menulis review, kamu tidak hanya membaca cerita. Kamu juga belajar menganalisis alur, karakter, gaya bahasa, penyampaian ide, hingga pesan yang ingin disampaikan penulis. Kemampuan ini akan melatih pola pikir yang lebih kritis dan objektif.
3. Mengasah kemampuan menulis
Semakin sering menulis review, semakin terlatih pula kemampuanmu menyusun opini, memilih diksi, dan menyampaikan pendapat secara runtut. Tidak sedikit penulis profesional yang mengawali perjalanan mereka dari kebiasaan menulis review buku.
4. Menjadi rekomendasi bagi orang lain
Review yang informatif dapat membantu orang lain menemukan buku-buku berkualitas. Bahkan, banyak komunitas membaca menjadikan review sebagai bahan diskusi atau rekomendasi bacaan.
5. Membangun personal branding
Kalau kamu konsisten mengunggah review di blog atau media sosial, lama-kelamaan orang akan mengenalmu sebagai pembaca aktif. Dari sini, peluang seperti menjadi book reviewer, affiliate buku, hingga bekerja sama dengan penerbit bisa saja terbuka.
Baca Juga: Sinopsis Buku: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Cara Menulis
Persiapan Sebelum Menulis Review Buku
Supaya hasil review lebih berbobot dan enak dibaca, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan sebelum mulai menulis.
1. Baca Buku Sampai Selesai
Ini terdengar sederhana, tetapi masih banyak orang yang menulis review hanya berdasarkan beberapa bab pertama. Kalau ingin memberikan penilaian yang adil, usahakan membaca buku hingga selesai. Dengan begitu, kamu memahami perkembangan cerita, karakter, konflik, hingga akhir yang disiapkan penulis.
Selama membaca, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Bisa jadi kesanmu terhadap buku berubah setelah mencapai bab-bab terakhir.
2. Catat Hal-Hal yang Menarik
Jangan mengandalkan ingatan saja. Saat membaca, biasakan mencatat bagian yang menurutmu menarik, misalnya kutipan favorit, tokoh yang paling berkesan, adegan yang emosional, alur yang mengejutkan, pesan yang kamu dapatkan atau hal yang menurutmu kurang berhasil juga perlu di catat sebagai ide.
Catatan kecil seperti ini akan sangat membantu ketika mulai menyusun review karena kamu tidak perlu membuka ulang seluruh isi buku.
3. Kenali Target Pembacamu
Sebelum menulis, tanyakan kepada diri sendiri “Review ini ditujukan untuk siapa?” Kalau targetmu adalah remaja, gunakan bahasa yang ringan dan santai. Sebaliknya, jika review ditulis untuk blog literasi atau media, kamu bisa menggunakan gaya bahasa yang lebih formal.
Mengetahui target pembaca akan membantumu menentukan gaya penyampaian, panjang tulisan, hingga informasi apa saja yang perlu ditekankan.
Baca Juga: 5 Rahasia Cara Membaca Buku agar Cepat Paham
Cara Menulis Review Buku Agar Menarik dan Tidak Membosankan
Setelah persiapan selesai, saatnya mulai menulis. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan.
1. Mulailah dengan Pembuka yang Bikin Penasaran
Hindari membuka review dengan kalimat yang terlalu datar seperti “Saya membaca buku ini minggu lalu.”. Sebaliknya, gunakan pembuka yang mengundang rasa ingin tahu, misalnya pertanyaan, pengalaman pribadi, atau fakta menarik.
Contohnya:
“Pernah nggak sih kamu membaca buku yang membuatmu susah move on setelah halaman terakhir? Buku ini salah satunya.”
Pembuka seperti ini membuat pembaca ingin melanjutkan membaca review hingga selesai.
2. Kenalkan Buku Secara Singkat
Setelah pembuka, berikan informasi dasar mengenai buku, seperti beberapa identitas sebagai berikut
- Judul buku.
- Nama penulis.
- Penerbit.
- Tahun terbit.
- Jumlah halaman.
- Genre.
Informasi ini membantu pembaca mendapatkan gambaran awal tanpa harus mencarinya sendiri. Identitas buku di atas cara cepat calon pembaca mengetahui identitas buku.
3. Ceritakan Isi Buku Tanpa Memberikan Spoiler
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan reviewer pemula adalah menceritakan seluruh isi buku, termasuk ending-nya. Padahal, review bukan sinopsis lengkap. Jadi kamu cukup jelaskan premis atau konflik utama tanpa membocorkan penyelesaian cerita. Dengan begitu, pembaca tetap penasaran untuk membaca bukunya sendiri.
4. Berikan Pendapat yang Jujur dan Seimbang
Review yang menarik bukan berarti harus selalu memuji buku. Kalau ada bagian yang kurang kamu sukai, sampaikan dengan bahasa yang sopan dan alasan yang jelas. Misalnya alurnya terasa lambat di bagian tengah, karakter pendukung kurang berkembang atau ending terkesan terburu-buru.
Di sisi lain, jangan lupa mengapresiasi kelebihan buku, misalnya gaya bahasa yang mengalir, riset yang kuat, atau karakter yang berkesan. Review yang seimbang akan terlihat lebih objektif dan dipercaya pembaca.
5. Jelaskan Siapa yang Cocok Membaca Buku Ini
Bagian ini sering terlupakan, padahal sangat membantu calon pembaca. Misalnya cocok untuk pemula yang ingin belajar investasi, direkomendasikan bagi pecinta novel fantasi, pas untuk mahasiswa atau pelajar atau cocok bagi orang yang sedang mencari motivasi hidup. Hal-hal sederhana seperti itu ternyata efektif dan sangat bermanfaat untuk calon pembaca loh.
Baca Juga: Membaca Memindai Adalah: Teknik, Tujuan dan Manfaat
6. Gunakan Bahasa yang Santai dan Mengalir
Kalau target pembacamu adalah Gen Z, jangan takut menggunakan bahasa yang komunikatif. Bayangkan kamu sedang bercerita kepada teman sendiri. Namun, tetap hindari penggunaan bahasa gaul yang berlebihan agar review tetap nyaman dibaca dalam jangka panjang. Gunakan paragraf yang tidak terlalu panjang supaya pembaca tidak cepat lelah.
7. Tutup dengan Kesimpulan dan Rating
Di bagian akhir, simpulkan pengalaman membacamu. Kamu bisa menjawab pertanyaan sederhana seperti Apakah buku ini layak dibaca?, Apa hal yang paling berkesan? Atau Siapa yang paling cocok membacanya?.
Kalau ingin, tambahkan rating, misalnya 4,5/5 atau 9/10. Rating bukan bagian wajib, tetapi dapat membantu pembaca memperoleh gambaran singkat mengenai penilaianmu.
Dari pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menulis review buku adalah cara sederhana untuk berbagi pengalaman membaca sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan menulis. Kamu tidak harus menjadi kritikus sastra atau penulis profesional untuk membuat review yang menarik.
Yang terpenting adalah membaca buku dengan saksama, menyampaikan pendapat secara jujur, dan menyusunnya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Mulailah dari buku yang benar-benar kamu sukai. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah pula menemukan gaya review yang khas.
Siapa tahu, dari kebiasaan menulis review ini, kamu bisa membangun komunitas pembaca, mengembangkan personal branding, atau bahkan membuka peluang bekerja sama dengan penerbit dan toko buku.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk membantu kamu memahami cara menulis review buku, sehingga ulasan yang dibuat menjadi lebih menarik, jelas, dan nyaman dibaca.
Referensi
Cuddon, J. A. (2013). A dictionary of literary terms and literary theory (5th ed.). Wiley-Blackwell.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi (12th ed.). Gadjah Mada University Press.
Tarigan, H. G. (2013). Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
Zinsser, W. (2016). On writing well: The classic guide to writing nonfiction (30th anniversary ed.). Harper Perennial.
Damono, S. D. (2013). Sastra bandingan: Pengantar ringkas. Editum.






