Perbedaan Sastra Serius dan Sastra Populer, Apa Saja?

perbedaan sastra serius dan sastra populer

Kalau mendengar kata sastra, apa yang langsung terlintas di pikiranmu? Novel dengan bahasa yang rumit? Puisi yang sulit dipahami? Atau justru cerita romantis yang viral di media sosial lalu diangkat menjadi film?

Faktanya, dunia sastra jauh lebih luas dari itu. Ada karya yang dibuat untuk mengajak pembaca berpikir lebih dalam, tetapi ada juga karya yang bertujuan menghibur tanpa mengurangi kualitas ceritanya. Dua kategori yang paling sering dibahas adalah sastra serius dan sastra populer.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap sastra populer lebih rendah dibanding sastra serius. Padahal, keduanya memiliki tujuan, karakteristik, dan pembaca yang berbeda. Tidak ada yang mutlak lebih baik. Semua bergantung pada kebutuhan dan pengalaman membaca masing-masing orang.

Kalau kamu sedang mulai tertarik membaca atau bahkan ingin menulis novel, memahami perbedaan keduanya akan sangat membantu. Yuk, kenalan lebih dekat dengan sastra serius dan sastra populer!

Apa Itu Sastra Serius? 

Sastra serius adalah karya sastra yang dibuat dengan tujuan utama menghadirkan pengalaman estetik sekaligus mengajak pembaca merenungkan berbagai persoalan kehidupan. Karya jenis ini biasanya mengangkat tema-tema besar seperti identitas, kemanusiaan, politik, budaya, moral, sejarah, hingga persoalan eksistensial.

Dalam sastra serius, cerita bukan sekadar hiburan. Penulis sering menyisipkan simbol, metafora, kritik sosial, bahkan berbagai pesan yang membuat pembaca membaca perlahan untuk memahami isi keseluruhan. 

Sastra serius sering kali tidak langsung memberikan jawaban. Justru pembaca diajak menafsirkan sendiri makna di balik cerita. Bahasanya pun cenderung lebih artistik. Penulis memilih diksi dengan sangat hati-hati sehingga setiap kalimat memiliki fungsi, baik secara estetika maupun makna.

Meski terlihat “berat”, bukan berarti sastra serius membosankan. Justru banyak karya sastra serius yang tetap menarik karena mampu mendeskripsikan kehidupan manusia lebih eksploratif. 

Adapun ciri-ciri sastra serius, diantaranya mengangkat tema kehidupan yang kompleks, memiliki banyak lapisan makna, menggunakan bahasa yang lebih artistik, mengandung kritik sosial atau refleksi kehidupan. Bisa dilihat dari ciri khas yang mengajak pembaca berpikir dan menafsirkan cerita.

Buat kamu yang masih bingung. Seperti apa sih karya sastra serius? Berikut beberapa karya sastra serius yang cukup populer. 

promo website diskon 15% juli sticky
  • Laskar Pelangi
  • Bumi Manusia
  • Ronggeng Dukuh Paruk
  • The Stranger

Beberapa novel tersebut salah satu novel yang epik dan mengangkat persoalan sosial, sejarah, hingga filosofi kehidupan yang masih relevan hingga sekarang. Tidak heran jika karya sastra tersebut masuk dalam karya sastra serius yang bersifat evergreen. 

Baca Juga: Sastra Melayu: Karakteristik dan Ragam Karya Klasiknya

Apa Itu Sastra Populer?

Berbeda dengan sastra serius, sastra populer lebih berorientasi pada hiburan dan pengalaman membaca yang ringan serta mudah dinikmati oleh banyak orang. Namun, jangan salah paham. Ringan bukan berarti dangkal.

Sastra populer tetap membutuhkan kemampuan bercerita yang baik. Bedanya, penulis biasanya menggunakan bahasa yang lebih sederhana sehingga pembaca bisa menikmati cerita tanpa harus memikirkan simbol-simbol yang rumit.

Tema yang diangkat pun dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti persahabatan, keluarga, percintaan, sekolah, petualangan, karier, hingga kehidupan anak muda. Karena mudah dipahami, sastra populer memiliki pasar yang sangat luas.

Bahkan, banyak novel populer yang kemudian diadaptasi menjadi film, serial televisi, atau web series. Saat ini, perkembangan platform digital seperti media sosial dan aplikasi membaca online juga membuat sastra populer semakin berkembang pesat.

Jika dilihat dari ciri-cirinya, sastra populer ini lebih mengutamakan hiburan. Selain itu bisa diketahui dari penggunaan bahasa yang ringan namun tetap komunikatif.

Dari segi cerita juga lebih mengalir. Biasanya juga tema yang diangkat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan penyampaiannya mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Beberapa contoh karya sastra populer antara lain:

  • Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990
  • Mariposa
  • Harry Potter and the Philosopher’s Stone
  • The Fault in Our Stars

Novel-novel tersebut dikenal karena alurnya yang menarik, karakter yang mudah disukai, dan gaya bahasa yang membuat pembaca betah menyelesaikan cerita hingga halaman terakhir.

Baca Juga: 7 Kumpulan Puisi Karya Sastrawan Terkenal Wajib Kamu Tahu

Perbedaan Utama Sastra Serius dan Sastra Populer

Setelah tahu perbedaan sastra serius dan sastra populer, rasanya kurang afdol jika tidak disertai dengan tabel, agar lebih mudah dipahami. 

AspekSastra SeriusSastra Populer
Tujuan utamaMengajak pembaca berpikir, merenung, dan merefleksikan kehidupanMemberikan hiburan sekaligus pengalaman membaca yang menyenangkan
BahasaLebih puitis, simbolik, dan kaya maknaRingan, sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami
TemaSosial, budaya, politik, sejarah, psikologi, filsafatPercintaan, persahabatan, keluarga, sekolah, petualangan, kehidupan sehari-hari
Target pembacaPembaca yang menikmati eksplorasi maknaPembaca umum dari berbagai usia
Pengalaman membacaMembutuhkan konsentrasi dan penafsiranCepat dipahami serta mudah dinikmati

Selain melalui tabel di atas, berikut penjelasan yang lebih rinci.

1. Tujuan Penulisan

    Perbedaan pertama terletak pada tujuan penulis. Sastra serius ingin meninggalkan pertanyaan, gagasan, bahkan kritik yang membuat pembaca terus memikirkannya setelah buku selesai dibaca.

    Sebaliknya, sastra populer lebih fokus menekankan pada pengalaman membaca yang menghibur. Meski sering mengandung pesan moral, pesan tersebut biasanya disampaikan secara lebih sederhana.

    2. Gaya Bahasa

      Kalau kamu pernah membaca novel yang setiap paragrafnya puitis, kemungkinan besar itu termasuk sastra serius. Sebaliknya, sastra populer menggunakan bahasa yang lebih santai, mengalir, dan mudah dipahami. Dialog yang dituliskan juga lebih natural sehingga pembaca cepat terhubung dengan tokohnya.

      3. Tema Cerita

        Sastra serius sering membahas isu-isu besar yang berkaitan dengan kondisi manusia dan masyarakat. Sementara itu, sastra populer cenderung mengambil tema yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembaca merasa, “Wah, ini relate banget sama hidupku.”

        Itulah sebabnya banyak novel populer cepat viral di kalangan Gen Z karena mengangkat pengalaman yang familiar, seperti dunia kuliah, pekerjaan pertama, atau kisah cinta.

        4. Cara Menyampaikan pesan 

          Dalam sastra serius, penulis sering menggunakan simbol, metafora, hingga berbagai teknik penceritaan yang membuat pembaca harus membaca secara perlahan. Sebaliknya, sastra populer cenderung menyampaikan pesan secara langsung sehingga pembaca tidak perlu menafsirkan terlalu banyak.

          5. Target Pembaca

            Sastra serius biasanya memiliki pembaca yang memang menyukai bacaan reflektif. Sedangkan sastra populer menjangkau pasar yang jauh lebih luas karena dapat dinikmati oleh pembaca pemula maupun mereka yang hanya ingin mencari hiburan setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

            Memahami perbedaan sastra serius dan sastra populer sebenarnya untuk menentukan mana yang lebih baik, melainkan agar kamu semakin mengenal keragaman dunia sastra. Sastra serius menawarkan kedalaman pesan, refleksi, dan cara pandang baru terhadap kehidupan. Di sisi lain, sastra populer menawarkan cerita yang ringan, menghibur, serta mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

            Sebagai pembaca, kamu bebas mengeksplorasi keduanya sesuai suasana hati dan tujuan membaca. Siapa tahu, dari awalnya hanya membaca novel populer, kamu jadi tertarik menjelajahi karya-karya sastra yang lebih kompleks. Atau sebaliknya, setelah membaca sastra serius, kamu sesekali ingin menikmati cerita yang ringan untuk melepas penat.

            Dimana setiap karya sastra memiliki nilai tersendiri. Selama sebuah buku mampu memperkaya pengalaman, menambah wawasan, atau bahkan sekadar membuatmu menikmati waktu membaca, maka buku tersebut telah menjalankan perannya dengan baik.

            Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang perbedaan sastra serius dan sastra populer, sehingga kamu dapat mengapresiasi setiap karya berdasarkan karakteristik dan nilai yang dimilikinya.

            Referensi

            Damono, S. D. (2013). Sastra bandingan: Pengantar ringkas. Editum.
            Faruk. (2017). Pengantar sosiologi sastra: Dari strukturalisme genetik sampai post-modernisme (5th ed.). Pustaka Pelajar.
            Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi (12th ed.). Gadjah Mada University Press.
            Stanton, R. (2022). An introduction to fiction. Holt, Rinehart and Winston.
            Wellek, R., & Warren, A. (2014). Theory of literature. Martino Publishing.

            Bagikan Artikel Ini

            WhatsApp
            Threads
            X
            Facebook
            LinkedIn
            Artikel Terbaru