Tahun baru sering identik dengan membuat resolusi baru. Bagi umat Islam, Muharram bukan sekadar pergantian bulan, tetapi juga kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan memperbaiki hubungan kepada Allah dan sesama manusia.
Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah.
Dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan bahwa terdapat empat bulan yang memiliki kehormatan khusus sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi perbuatan dosa.
Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan selama bulan Muharram? Simak artikel ini hingga selesai.
Table of Contents
ToggleMuharram Bisa Menjadi Awal yang Lebih Baik
Banyak orang menganggap perubahan hanya bisa dilakukan pada awal tahun Masehi. Padahal dalam tradisi Islam, tahun baru Hijriah juga menjadi momen intropeksi yang sangat bermakna.
Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk melangkah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Muharram sering dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memperbarui niat, memperbaiki kebiasaan, dan mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Kamu mungkin tidak bisa mengubah semuanya dalam satu malam. Namun Muharram dapat menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan baik yang selama ini tertunda.
Caranya cukup mudah, yaitu melalui hal-hal sederhana seperti memperbaiki salat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, atau mengurangi kebiasaan yang kurang bermanfaat. Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus lebih memberikan dampak lebih besar.
Baca Juga: 8 Langkah Praktis Cara Memperbaiki Diri Menjadi Lebih Baik
Muharram Adalah Waktu yang Tepat untuk Muhasabah
Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang sibuk mengejar target tanpa sempat melihat kembali perjalanan dirinya sendiri. Muhasabah atau introspeksi diri menjadi salah satu amalan yang sangat relevan dilakukan pada bulan Muharram.
Dengan muhasabah, kamu dapat mengevaluasi apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Muhasabah bukan tentang menyalahkan diri sendiri atas kesalahan masa lalu. Sebaliknya, muhasabah membantu kita memahami bahwa setiap manusia memiliki ruang untuk bertumbuh.
Kamu bisa lakukan dengan mencoba meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk bertanya pada diri sendiri, misalnya apakah ibadahku sudah lebih baik dibanding tahun lalu?, apa kebiasaan buruk yang masih sering aku lakukan?, hal baik apa yang ingin aku pertahankan?atau sekedar menanyakan tentang apa target spiritual yang ingin aku capai tahun ini?
Setidaknya dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri tersebut, kamu dapat menarik sinkronisasi dan menemukan jawabannya. Sehingga selama menjalani Muharram lebih bermakna.
Amalan Bulan Muharram Sesuai Sunnah
Setelah mengintip waktu yang tepat untuk muhasabah, rasanya memang kurang afdol jika tidak tahu secara konkrit bentuk amalan yang bisa kamu praktekan. Berikut adalah 10 amalan bulan Muharram sesuai sunnah yang ringan kamu praktekan.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan Muharram adalah puasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.
Hadis ini menunjukkan keutamaan memperbanyak puasa selama bulan yang dimuliakan tersebut. Kamu tidak harus berpuasa setiap hari. Mulailah sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Baca Juga: 6 Amalan Penenang Hati dan Pikiran Jika Sedang Gelisah
2. Menjalankan Puasa Asyura
Puasa Asyura dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
Karena itu, puasa Asyura menjadi salah satu amalan yang paling populer dan banyak dilakukan umat Islam setiap Muharram.
3. Menambah Puasa Tasu’a
Selain puasa Asyura, Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa pada tanggal 9 Muharram yang dikenal sebagai puasa Tasu’a. Puasa ini dilakukan sebagai pembeda dari tradisi puasa yang dilakukan oleh kaum Yahudi pada hari Asyura. Menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura secara berurutan menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
4. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Muharram merupakan waktu yang tepat untuk membangun kembali kedekatan dengan Al-Qur’an. Jika selama ini kamu kesulitan menjaga konsistensi membaca Al-Qur’an, cobalah menjadikan Muharram sebagai titik awal kebiasaan baru.
Tidak perlu langsung menargetkan satu juz per hari. Bahkan beberapa halaman yang dibaca secara rutin jauh lebih baik daripada membaca banyak tetapi tidak berkelanjutan.
5. Memperbanyak Dzikir
Dzikir membantu hati menjadi lebih tenang dan lebih dekat kepada Allah. Di sela aktivitas kuliah, pekerjaan, atau perjalanan, kamu bisa memperbanyak bacaan seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah, dan Astaghfirullah. Amalan ini sederhana, tetapi memiliki nilai yang besar di sisi Allah.
6. Memperbanyak Istighfar
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Muharram menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. Istighfar juga menjadi bentuk kesadaran bahwa setiap manusia selalu membutuhkan rahmat dan ampunan dari Allah.
7. Memperbanyak Sedekah
Sedekah tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Membantu teman, berbagi makanan, mendukung kegiatan sosial, atau memberikan manfaat kepada orang lain juga termasuk bentuk sedekah. Muharram dapat menjadi momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan memperluas manfaat bagi sesama.
8. Menyambung Silaturahmi
Hubungan yang renggang dengan keluarga atau teman sering kali terjadi karena kesibukan dan kesalahpahaman. Muharram bisa menjadi waktu yang baik untuk memperbaiki hubungan tersebut.
Menghubungi kerabat, meminta maaf, atau sekadar menanyakan kabar juga salah satu cara kita menyambung silaturahmi.
9. Memperbanyak Doa
Amalan yang mudah jika kamu praktekan adalah memperbanyak doa. Arti doa di sini bukan meminta yang jatuhnya memaksa Tuhan mengabulkan permintaan kita. Tetapi lebih berdoa yang menekankan keberpasrahan.
Jadi, kamu bisa menyampaikan harapan, cita-cita, dan keinginan terbaikmu kepada Allah. Namun, kamu juga harus ingat, bahwa doa-doa tersebut juga harus kamu pasrahkan. Jangan terlalu melekat. Karena doa yang melekat dan berlebihan juga tidak baik.
Baca Juga: 6 Amalan Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah
10. Memperbaiki Kualitas Ibadah Harian
Amalan terbesar sebenarnya bukan hanya menambah ibadah baru, tetapi juga memperbaiki kualitas ibadah yang sudah ada. Misalnya lebih tepat waktu dalam sholat, lebih khusyuk saat beribadah, lebih konsisten membaca Al-Qur’an dan lebih menjaga lisan dan perilaku.
Dengan menerapkan perubahan-perubahan kecil seperti ini sering kali menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih besar.
Dari sepuluh amalan bulan muharram di atas, dapat disimpulkan bahwa bulan Muharram bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Bulan ini juga menjadi kesempatan untuk memulai perjalanan baru menuju versi diri yang lebih baik.
Melalui muhasabah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan berbagai amalan lainnya, kamu bisa menjadikan Muharram sebagai momentum pertumbuhan jiwa.
Jadi, tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah mengambil langkah pertama dan menjaga konsistensinya. Sebab dalam Islam, amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.
Semoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat buat kamu yang ingin mulai menerapkan amalan bulan Muharram sesuai sunnah secara bertahap dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Al-Bukhari, M. I. (2002). Sahih al-Bukhari. Darussalam.
Al-Nawawi, Y. (2014). Riyadus shalihin (A. M. Abdurrahman, Trans.). Darul Haq.
Ibn Kathir, I. (2003). Tafsir Ibn Kathir (Abridged ed.). Darussalam.
Muslim, I. A. H. (2007). Sahih Muslim. Darussalam.
Quraish Shihab, M. (2012). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur’an. Lentera Hati






