Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah tidur dan dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan.
Tidak sedikit umat Islam yang memanfaatkan sholat tahajud untuk memohon ampunan, meminta rezeki, memperoleh ketenangan hati, hingga berdoa agar berbagai hajat dikabulkan oleh Allah Swt.
Namun, muncul pertanyaan, kapan sebenarnya waktu mustajab sholat tahajud? Apakah sholat tahajud boleh dilakukan kapan saja setelah shalat Isya, atau ada waktu tertentu yang lebih utama?
Memahami pembagian waktu tahajud menjadi penting karena Rasulullah saw. memberikan petunjuk bahwa ada bagian malam yang memiliki keutamaan lebih besar dibandingkan waktu lainnya.
Dengan mengetahui waktu tersebut, seorang muslim dapat mengoptimalkan ibadahnya sekaligus meningkatkan kekhusyukan dalam berdoa.
Table of Contents
ToggleApa Itu Waktu Mustajab Tahajud & Dalilnya
Waktu mustajab sholat tahajud adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud dan memanjatkan doa kepada Allah Swt.
Menurut hadis sahih, waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir karena pada saat itulah Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya.
Keutamaan ini didasarkan pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.
Rasulullah saw. bersabda:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”
(HR. al-Bukhari No. 1145 dan Muslim No. 758).
Selain hadis tersebut, Allah Swt. juga memuji orang-orang yang menghidupkan malam dengan ibadah sebagaimana firman-Nya:
“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Ayat dan hadis di atas menunjukkan bahwa tahajud bukanlah ibadah sunnah biasa, tetapi juga salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperoleh kemuliaan di sisi-Nya.
Waktu Sholat tahajud
Secara umum, waktu tahajud dimulai setelah shalat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Namun, para ulama membaginya menjadi tiga bagian malam yang masing-masing memiliki tingkat keutamaan berbeda.
Berikut ilustrasinya apabila waktu Isya pukul 19.00 dan Subuh pukul 04.30 (sesuaikan dengan jadwal sholat di daerah masing-masing).
| Bagian Malam | Perkiraan Jam | Tingkat Keutamaan |
| Awal malam | 19.00–22.10 | Baik |
| Pertengahan malam | 22.10–01.20 | Lebih utama |
| Sepertiga malam terakhir | 01.20–04.30 | Paling utama (waktu mustajab) |
Catatan: Rentang jam di atas merupakan contoh perhitungan. Waktu Isya dan Subuh berbeda-beda tergantung lokasi dan tanggal, sehingga pembagian sepertiga malam juga akan menyesuaikan.
1. Awal Malam
Awal malam merupakan waktu yang paling mudah dilakukan, terutama bagi seseorang yang memiliki aktivitas padat pada pagi hari. Meskipun keutamaannya tidak sebesar sepertiga malam terakhir, sholat tahajud yang dilakukan pada waktu ini tetap memperoleh pahala sebagai ibadah sunnah.
Bagi pemula yang sedang membiasakan diri bangun malam, memulai dari awal malam dapat menjadi langkah secara realistis sebelum beralih ke waktu yang lebih utama.
2. Pertengahan Malam
Pertengahan malam dianggap lebih utama dibanding awal malam karena suasana umumnya lebih tenang dan gangguan aktivitas sudah berkurang. Pada waktu ini, seseorang lebih mudah memperoleh kekhusyukan ketika membaca Al-Qur’an maupun berdoa.
Beberapa ulama menjelaskan bahwa Rasulullah saw. juga pernah melaksanakan qiyamul lail pada pertengahan malam, bergantung pada kondisi beliau.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Inilah waktu yang paling dianjurkan dalam banyak hadis. Pada saat mayoritas manusia sedang terlelap, seorang muslim bangun untuk bermunajat kepada Allah. Kondisi yang tenang membuat hati lebih mudah khusyuk dan fokus dalam beribadah.
Karena itu, apabila memungkinkan, usahakan melaksanakan tahajud pada waktu ini agar memperoleh keutamaan yang disebutkan dalam hadis-hadis sahih.
Baca Juga: Keajaiban Sholat Tahajud 7 Hari 7 Malam Penuh Keutamaan
Kenapa Sepertiga Malam Terakhir Paling Utama?
Keutamaan sepertiga malam terakhir tidak sebatas kebiasaan, tetapi memiliki landasan yang kuat dari hadis Rasulullah saw. Beliau bersabda:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.”
(HR. al-Bukhari No. 1145; Muslim No. 758).
Para ulama Ahlus Sunnah menerima hadis ini sebagaimana adanya tanpa menyerupakan sifat Allah dengan makhluk ataupun membahas hakikat “turun”-Nya secara fisik. Yang ditekankan adalah besarnya rahmat, kedekatan, dan peluang dikabulkannya doa pada waktu tersebut.
Selain itu, Al-Qur’an juga menggambarkan ciri orang-orang bertakwa sebagai mereka yang memanfaatkan malam untuk beribadah dan memohon ampun.
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa waktu menjelang Subuh merupakan saat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, doa, dan ibadah. Bahkan, banyak ulama menganjurkan agar setelah selesai sholat tahajud, seorang muslim tidak terburu-buru kembali tidur, tetapi mengisi waktu tersebut dengan zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa.
Tips Praktis Bangun di Sepertiga Malam Terakhir
Meskipun mengetahui keutamaannya, tidak sedikit orang yang merasa sulit bangun pada sepertiga malam terakhir. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat membantu.
1. Tidur Lebih Awal
Usahakan mengurangi kebiasaan begadang tanpa keperluan penting. Tidur lebih awal membuat tubuh memperoleh waktu istirahat yang cukup sehingga lebih mudah terbangun pada malam hari.
2. Pasang Alarm dan Minta Bantuan Keluarga
Gunakan alarm dengan nada yang cukup jelas dan letakkan ponsel agak jauh dari tempat tidur, agar Kamu terpaksa bangun untuk mematikannya. Jika tinggal bersama keluarga, saling membangunkan juga dapat menjadi bentuk saling mengingatkan dalam kebaikan.
3. Niat dan Berdoa Sebelum Tidur
Sebelum tidur, tanamkan niat untuk melaksanakan tahajud dan berdoalah agar Allah memudahkan Kamu bangun pada waktu terbaik. Banyak ulama menjelaskan bahwa keikhlasan niat menjadi salah satu sebab datangnya pertolongan Allah dalam beribadah.
Baca Juga: Menakjubkan, Keajaiban Sholat Tahajud 40 Hari Berturut Turut
Amalan dan Doa Singkat di Sepertiga Malam Terakhir
Setelah menyelesaikan sholat tahajud, jangan terburu-buru mengakhiri ibadah. Manfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa dengan penuh kerendahan hati.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Memperbanyak istigfar.
- Membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
- Membaca Al-Qur’an beberapa ayat atau satu surah.
- Berdoa memohon ampunan, kesehatan, rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, serta keteguhan iman.
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan setelah tahajud. Kamu dipersilakan berdoa dengan bahasa apa pun, memohon kebutuhan dunia maupun akhirat, selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.
Beberapa Pertanyaan yang Sering Diajukan
Waktu mustajab sholat tahajud adalah sepertiga malam terakhir, menjelang waktu Subuh.
Sepertiga malam terakhir umumnya berada pada rentang sekitar pukul 01.00 hingga sebelum masuk waktu Subuh, tetapi waktunya dapat berbeda setiap wilayah.
Sholat tahajud dapat dilakukan setelah Isya hingga sebelum Subuh, dengan waktu sepertiga malam terakhir sebagai waktu yang paling utama.
Sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan karena dalam hadis sahih disebut sebagai waktu Allah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk berdoa dan memohon ampunan.
Selain sholat tahajud, kamu bisa memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Waktu sholat tahajud dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh, dengan sepertiga malam terakhir sebagai waktu yang paling utama. Namun, jangan menunggu waktu yang sempurna untuk mulai. Lakukan sesuai kemampuan dan biasakan secara perlahan.
Kalau kamu ingin mulai membangun kebiasaan sholat malam, buku Dua Rakaat Dulu Aja: Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam bisa menjadi teman untuk memulai langkah kecil tersebut. Mulai dari dua rakaat dulu, lalu biasakan secara konsisten.
Buku Dua Rakaat Dulu Aja, Panduan Menggapai Cinta Allah di Sepertiga Malam
Buku yang membahas seputar amalan tahajud, mulai dari pengertian, hukum, tata cara, hingga fenomena yang sering dijumpai ketika menjalankan amalan sunah ini. Semua orang pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda, tahajud merupakan salah satu amalan yang memberikan kita ruang untuk meminta solusi terbaik kepada Sang Pencipta.
Beli di WebsiteSemoga artikel dari Bukunesia Store ini bermanfaat untuk membantu kamu memahami waktu mustajab sholat tahajud dan mulai membiasakan diri beribadah di malam hari.
Artikel ini ditulis oleh Annisa Ningrum dan terakhir diperbarui pada 28 Juli 2026.
Referensi
Al-Bukhari, M. I. (2002). Sahih al-Bukhari. Dar Ibn Kathir.
Al-Qur’an Al-Karim.
Al-Nawawi, Y. S. (2014). Syarah Shahih Muslim (Terjemahan). Pustaka Azzam.
Muslim, I. H. (2006). Sahih Muslim. Darussalam.
Shalih al-‘Utsaimin, M. (2017). Syarah Riyadhus Shalihin (Terjemahan). Darul Haq.






